Saat ini sepertinya ucapan kasar, makian dan umpatan lebih bebas digunakan, baik di media sosial maupun di pergaulan sehari-hari. Kata-kata yang dulunya dianggap kasar atau bahkan jorok banyak yang dinormalisasi, jadi meskipun tetap tergolong kasar atupun jorok, tapi orang sudah lebih memaklumi. Para influencer dari berbagai daerah juga ikut mengenalkan umpatan dari daerahnya masing-masing, sehingga nggak jarang ditemui contoh semacam bocah Jawa ikut menggunakan umpatan ala Jakarta (yang hampir setiap kalimat diselingi penyebutan hewan tertentu hehe).
Kata orang "nggak masalah mulutnya kotor asal hatinya baik". Tapi, in contrast, kemarin saya dapat ceramah kalau lisan adalah cerminan hati. Otomatis dalam pendapat kedua, kalau mulutnya kotor, hatinya terindikasi kotor juga. Apalagi terdapat sebuah hadits yang kurang lebih menganjurkan seseorang untuk berkata baik atau diam. Bahkan dalam ceramah tersebut dikatakan kalau lisan juga mempengaruhi kualitas iman. Nah, bagaimana menutmu mengenai hal ini?