Singkatnya karena masyarakat masih minim literasi mengenai ilmu kejiwaan. Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang agamis. Dari melek pagi sampai tidur malam, kehidupan seorang Indonesia hampir pasti selalu melibatkan agama. Banyak dari kita yang percaya bahwa ibadah dan mendekatkan diri pada Tuhan adalah obat paling manjur untuk mencegah depresi. Seperti dikatakan oleh kak @Siskawee kurang ibadah bukanlah satu-satunya penyebab depresi.
Memang, ibadah dapat berkontribusi dalam mencegah depresi. Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang religius cenderung lebih tidak depresi dibanding yang tidak religius. Namun, jangan serta merta mengkaitkan kurang ibadah= depresi. Karena bukan ibadahnya sendirilah yang mengurangi depresi, namun karena ketenangan batin yang didapat ketika beribadah yang mencegah depresi.
Jika kurang ibadah pasti menyebabkan depresi, coba lihat orang-orang di daerah konflik timur tengah seperti Afganistan. Orang Afganistan saya yakin pasti rajin beribadah, namun mereka depresi. Namun negara-negara Skandinavia yang banyak populasi ireligiusnya, saya yakin pasti lebih damai dibanding Afganistan.