Agama dan zodiak sama-sama menjawab pertanyaan manusia tentang kehidupan yang kalau dipikirkan memang misterius. Apa yang akan terjadi satu jam dari saat ini saja tidak ada satu manusiapun bisa menjamin dengan pasti. Terlalu banyak variabel yang tidak bisa dikontrol dalam kehidupan. Sementara itu manusia menginginkan jawaban-jawaban yang membuatnya merasa memiliki sense of control atas hidupnya, setidaknya ia bisa menyandarkan diri pada prediksi atau sebuah kepercayaan.
Agama memang menawarkan jawaban. Tapi konsekuensi dari beragama tidak sederhana. Setiap agama memiliki tradisi keagamaannya sendiri, punya seperangkat hukum, ajaran, dan praktik-praktik ibadahnya. Agama menuntut seseorang untuk menggali lebih dalam sebelum mendapatkan pemahaman dan keyakinan. Ia dituntut untuk terus belajar dan berkomitmen tanpa putus-putus.
Saat ini perkembangan ilmu pengetahuan juga menjawab rasa penasaran manusia dengan jawaban-jawaban yang dapat dilogika dan sifatnya empiris, bisa dilihat dalam wujud materi. Orang-orang jadi banyak yang mendewakan jawaban semacam ini dengan mengklaim bahwa sains pasti benar. Dan setiap hal yang tidak menggunakan cara menjawab yang sama, atau dengan kata lain menggunakan runutan logika dan pembuktian empiris, maka tidak bisa diklaim sebagai kebenaran. Itulah kenapa orang skeptis dengan agama, meskipun sebenarnya agama juga tidak bisa dilepaskan dari ilmu pengetahuan. Agama punya cakupan dimensi yang tidak tersentuh oleh ilmu pengetahuan. Tidak semua yang tidak bisa kita nalar dan tidak kita lihat buktinya keliru kan?
Nah, pertanyaan selanjutnya tapi kenapa orang tetap percaya dengan zodiak? Saya sepakat dengan apa yang dibilang kak @adityalaksamana tadi. Manusia modern suka sesuatu yang instan dan malas berkomitmen pada sesuatu yang dirasa rumit. Misalnya agama dan pernikahan. Nah, karena takdir tidak masuk dalam topik yang dicover oleh science dan orang membutuhkan penjelasan, maka banyak orang yang mengambil penjelasan sederhana dari zodiak. Penjelasan dari zodiak konsepnya lebih sederhana dari konsep takdir pada agama. Selain itu juga zodiak tidak mengikat seseorang dalam komitmen yang dalam. Menurut saya itulah kenapa banyak orang yang lebih memilih percaya zodiak meskipun di saat yang sama ia skeptis pada agama.