Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Benarkah pernyataan orang kaya susah masuk surga?

![kaya|640x350](upload://5Yzw6JkNL2xP7NZZnIkWcmtgNxG.jpeg)

  Surga adalah tempat di alam akhirat yang dipercaya oleh para penganut beberapa agama sebagai tempat berkumpulnya roh-roh manusia yang semasa hidup di dunia berbuat kebajikan sesuai ajaran agamanya. Berbagai golongan orang beragama menginginkan dan bercita-cita masuk surga. Mulai dari orang kaya, miskin, pejabat, buruh, semua ingin masuk surga. Tapi taukah kalian ada pernyataan bahwa orang kaya susah masuk surga. Bagaimana menurutmu tentang pernyataan tersebut?

75

Menurut saya, surga dan neraka itu adalah kehendak Tuhan. Tidak ada kaitannya tingkat atau status sosial seseorang dengan masuk neraka atau surga. Masuk neraka atau surga, itu merupakan kehendak Tuhan, ditinjau dari amal perbuatan kita selama hidup di dunia. Meskipun kita orang kaya no. 1 di Indonesia tapi kita sering berbuat baik dan menanggalkan perbuatan tercela, ya bisa saja kan masuk surga. Meskipun kita miskin tapi kelakuan kita mabuk mabuk an, judi, dan hal hal buruk lainya tentunya akan memperbesar peluang kita masuk neraka, bukan?. Saya rasa statement tersebut tidak masuk akal karena ya, balik lagi. Masuk neraka atau surga, itu merupakan kehendak dan kuasa Tuhan yang ditinjau dari amal serta ibadah kita semasa hidup. Tidak ada kaitan miskin dan kaya dalam hal masuk surga atau neraka.

Sangat tidak setuju. Kita bukan siapa-siapa untuk bisa menentukan apakah orang kaya susah untuk masuk surga. Lagipula, kedua hal tersebut sama sekali tidak ada hubungannya. Mau kaya ataupun miskin sama-sama memiliki kesempatan untuk masuk surga dengan beriman dan berbuat baik selama hidup di dunia. Jika dilihat kenyataannya, saat ini justru semakin banyak orang yang sangat berkecukupan tersebut turun langsung untuk membantu banyak orang lainnya, mereka menyisihkan sebagian hartanya untuk orang yang lebih membutuhkan. Banyak juga dari mereka yang membuka donasi dan mengajak orang lain untuk berbuat baik. Menurut aku pertanyaan tersebut tidak bisa dianggap benar.

Menurut saya, orang masuk neraka tidak ada hubungannya dengan kaya-miskin. Orang kaya secara umum dipandang sebagai orang yang memiliki banyak harta benda. Walaupun tidak ada ukuran yang pasti tentang kekayaan, namun seseorang akan disebut kaya bila kebutuhan primer dan sekunder tidak lagi menjadi masalah dalam memenuhinya. Tidak dapat di pungkiri bahwa setiap orang ingin menjadi kaya secara materi, tidak akan ada orang yang menolak jika kekayaan menghampiri kehidupannya. Itu sebabnya banyak orang bekerja keras siang dan malam untuk mengumpulkan rupiah supaya kelak menjadi orang kaya. Namun ada juga orang yang tidak sabar menjadi kaya, dia tidak mengikuti proses yang benar untuk menjadi orang kaya. Dia mengambil jalan pintas menuju kekayaan dengan cara korupsi, menipu atau dengan banyak cara haram lainnya.

Menjawab pernyataan diatas menurut saya benar adanya pernyataan bahwa orang kaya susah atau sulit masuk surga. Karena dalam Matius 19:23-26 tertuliskan bahwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”

Coba kita perhatikan pada kalimat “ orang kaya sukar masuk kerajaan Sorga” , kemudian perhatikan juga “ Bagi manusia tidak mungkin, bagi Allah mungkin”. Kalau melihat kedua pernyataan itu, maka sebenarnya sebagai manusia kaya atau miskin tidak mungkin masuk kerajaan Sorga. Hanya Allahlah yang memungkinkan, bukan seberapa miskin kita.

Maksud dari pernyataan diatas bahwa orang yang kaya biasanya akan lebih sukar untuk datang kepada Tuhan dan ia tidak memerlukan Tuhan lagi karena merasa dirinya mampu hidup tanpa Tuhan atau merasa tercukupi sedangkan orang miskin biasanya didorong oleh keadaan atau situasi yang membuat mereka datang kepada Tuhan, karena tidak ada lagi tempat untuk mereka pergi dan datang kepada Tuhan merupakan jalan keluar yang baik. Menurut saya hal tersebut lebih baik.

Kemudahan seseorang masuk kerajaan Sorga tidak tergantung pada seberapa tipis dompet kita, tetapi sangat bergantung pada kemauan kita menerima pemberian Tuhan, menuruti segala perintah-Nya sebanyak apa kita bergantung pada Tuhan dan bukan orang lain.