Dari an-Nawwâs bin Sam’ân al-Anshari, ia berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebajikan dan dosa, maka beliau menjawab, “Kebajikan adalah akhlak yang baik dan dosa adalah apa yang membuat bimbang (ragu) hatimu dan engkau tidak suka dilihat (diketahui) oleh manusia.” [HR. Muslim]
Dalam hadits di atas, disebutkan dua karakteristik utama dari dosa. Pertama, perbuatan yang menimbulkan dosa akan membuat hati bimbang atau ragu, dan kedua, orang cenderung ingin menyembunyikan perbuatan tersebut.
Tapi rasanya di era saat ini, kedua karakteristik tadi tidak lagi seutuhnya mendeskripsikan dosa, karena daftar perbuatan-perbuatan terlarang yang ada di kitab suci dan hadits nabi sudah dilakukan dengan bebas. Buktinya bisa kita lihat bertebaran di media sosial. Orang sudah tidak lagi menyembunyikan perbuatannya yang melanggar syari'at atau hukum baik itu dosa kecil maupun dosa besar. Banyak orang yang malah bangga memperlihatkan ke publik kalau dia manusia biasa yang berbuat dosa dan tidak munafik. Katanya orang yang menyembunyikan dosanya itulah yang munafik. Perbuatan yang tidak sesuai syari'at sepertinya sudah sangat normal dilakukan.
Kalau menurutmu, bagaimana relevansi dari hadits tadi dengan realitas kehidupan sosial saat ini?