Ini diskusi menarik, karena menurut saya memang tidak ada rumus baku untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Bagi saya pribadi, saya lebih mementingkan hasil. Tapi kalau mementingkan hasil sampai menghalalkan segala cara, ya jelas Big No lah. Bukan itu alasan saya mengapa hasil menjadi lebih penting dibandingkan proses.
Alasan utamanya adalah hasil merupakan evaluasi yang paling jujur dari proses yang kita lakukan. Daripada kita memikirkan proses yang kita lakkan sudah baik atau tidak, lebih baik kita lihat hasil yang kita dapat. Kalau kita dapat nilai jelak, kita bisa melakukan evaluasi terhadap proses yang sudah kita lakukan.
Kalau kita cenderung pada proses, dampak negatifnya adalah kita selalu merasa bahwa kita sudah melakukan segala sesuatunya dengan baik. Apabila hasilnya buruk, maka itu adalah Takdir. Agak risih aja dengernya, seakan-akan kita menyalahkan Allah atas kegagalan kita. Kita lho belum tau kalau yang kita dapatkan itu memang benar-benar karena Takdir atau memang karena kesalahan kita.
Percakapan berikut bisa kita jadikan renungan terkait dengan proses atau hasil,
A : Umat Islam sekarang sedang dalam keadaan terpuruk, bagaimana caranya ya agar umat Islam kita bisa bangkit ?
*B : Gini lho mas, keterpurukan umat Islam itu sudah ditakdirkan sebagai tanda-tanda akhir zaman. Peradaban juga selalu berpindah-pindah, dari Romawi, Persia, Islam, Eropa, Amerika dst. *
A : Lalu bagaimana ?
B : Ya kita terima saja kondisi ini. Kita harus yakin kalau suatu saat nanti umat Islam akan mengalami kebangkitan kembali.
Bagaimana pendapatmu mendengar percakapan diatas? Apakah kita harus menerima dengan kondisi yang ada ?
Kalau saya ngga. Karena hasilnya yang buruk (umat Islam terpuruk), maka pasti ada yang salah dengan umat Islam itu sendiri. Saat ini umat Islam identik dengan kobodohan dan kemiskinan, maka jelas saja (Sunatullah) kalau mengalami keterpurukan. Belum lagi kasus perpecahan dan pertengkaran antar umat Islam sendiri, ya jelas aja kalau umat Islam menjadi rapuh (Sunatullah).
Nah karena hasilnya seperti itu, maka kita harus mau merubah proses yang ada saat ini. Intinya, kalau mengacu pada kasus ini, proses yang dilakukan butuh perbaikan, dan perbaikan terhadap proses dipicu oleh hasil yang buruk.
[quote="Aryadita, post:4, topic:158745"]
Kalau saya sederhana saja, kalau hasilnya baik , maka itu adalah Takdir, tapi kalau hasilnya buruk , maka itu kesalahan kita sendiri. Minimal dengan prinsip seperti itu, kita menjadi tidak terlalu mudah berburuk sangka dengan Allah dan kita selalu berusaha untuk menjadi lebih baik lagi.
[/quote]
Terimakasih banyak @Aryadita, pernyataan ini mampu menjelaskan kebingungan saya tentang penting mana, proses atau hasil. Kapan saya harus fokus pada hasil dan kapan saya harus fokus pada proses sudah terjawab atas pernyataan tersebut.