Kegembiraan hakiki dari pandangan orang yang beriman akan terilustrasi ketika ia melangkahkan kaki lebih dekat ke arah Tuhannya. Namun, karena di dalam dirinya, manusia memiliki fitrah mencari variasi, maka ia bisa memanfaatkan kenikmatan-kenikmatan dunia yang diperbolehkan, dan bergembira karenanya. Kegembiraan ini bisa juga meningkatkan kegembiraan maknawi dan spiritual orang-orang yang beriman.
Dari sisi lain, harus diketahui bahwa sebagian dari kegembiraan sangatlah dangkal dan hanya lahiriah saja, dimana ketika ini muncul dari perilaku-perilaku tak logis dan tak etis, maka tidak akan diterima dan ditolak oleh Islam.
Harus diperhatikan juga bahwa prinsip rasional yang telah diterima ini terdapat pada seluruh sistem peradaban, dimana seseorang tidak boleh terlibat dengan perilaku apapun yang tak diperbolehkan hanya karena dalih untuk mencari kegembiraan, dengan perbedaan bahwa mungkin batasan perilaku yang diperbolehkan dan yang dilarang memiliki beberapa perbedaan.