Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Lebih Mudah Mana? Mendengarkan Atau Berbicara?

d40cfed0ed2e92ffe78f3e95a55dadfa|600x300

Kadang kalo kita lagi sharing sama temen, suka sebel ya kalo lagi cerita terus dipotong. Kadang kalo lawan bicara kita terlalu lama bercerita, kita juga bingung harus merespon seperti apa karena malah ga paham sama ceritanya. Lantas kalau menurut kalian lebih mudah mendengarkan atau berbicara?

98

Menurutku lebih mudah berbicara dari pada mendengar, bicara berjam-jam menurutku sangat mudah tapi ketika mendengarkan berjam-jam akan sangat susah dan pasti melelahkan serta dapat menurunkan konsentrasi bahkan dapat menyiksa diri karena kita seakan-akan tidak diberi kesempatan untuk berbicara. Mendengarkan bukan hanya sekedar mendengar, namun terdapat proses intelektual dan emosional didalamnya. Terdapat beberapa cara untuk dapat mendengarkan dengan baik sehingga dapat berlangsung secara efektif, yaitu:
1. Perhatikan dengan baik siapa yang berbicara, mulai dari kontak mata, gerakan, nada, serta ekspresinya sehingga dapat membantu pemahaman kita
2. Berikan feedback atau umpan balik
3. Bersabar karena mendengarkan juga membutuhkan waktu

Tapi aku setuju kalo keduanya harus seimbang sehingga kita dapat menyuarakan pendapat kita tapi kita juga bisa mendengarkan pendapat atau perspektif lainnya.

[details="Referensi"]
https://kumparan.com/tambara-boyak/banyak-orang-pintar-berbicara-tapi-mari-belajar-mendengarkan-1uGJEgtMSmD/4
[/details]

Kalau menurut saya jauh lebih mudah mendengarkan, walaupun keduanya sama-sama penting. Ketika berbicara, kita harus melakukan persiapan agar apa yang kita bicarakan dapat tersampaikan dengan baik kepada pendengar kita. Sementara ketika mendengar, kita hanya perlu memberikan perhatian lebih saja untuk menyimak, tidak perlu melakukan banyak persiapan. Walaupun terkadang, ketika mendengar rasa jenuh mungkin saja menghampiri kita.

mendengarkan, mengapa? karena aku sendiri tipe orang yang senang kalau merespon cerita dari orang lain, meskipun aku juga suka berbicara namun bicaraku terkadang hanya ke lingkungan dekatku saja, jika dengan lingkungan baru perlu waktu untuk aku beradaptasi dengan lingkungan itu.

Menurutku, kebiasaan untuk berbicara lebih mudah dilakukan daripada mendengarkan. Mendengarkan adalah sebuah kegiatan yang lebih sulit untuk dilakukan karena mendengarkan perlu memiliki konsentrasi lebih serta harus bisa menahan keinginan untuk berbicara ketika ada pembahasan yang sependapat dengan lawan bicara kita.

Serta menjadi pendengar yang baik harus bisa menahan respon yang dapat merusak momen saat bercerita. Dengan Mendengarkan secara konsentrasi terlebih dulu sebelum bicara, akan melatih kita untuk berpikir kritis, membuat pertanyaan, serta menggali informasi lebih dalam. Dengan begitu, percakapan bisa berjalan dengan baik dan “nyambung”.

Ada beberapa orang yang mudah untuk mendengarkan dan berbicara. Namun menurut saya pribadi lebih mudah untuk berbicara dibanding mendengarkan tetapi tidak berarti bahwa mendengarkan juga tidak mudah, tergantung dari apa yang kita dengarkan dan jika kita tertarik dan siap untuk mendengarkan seseorang berbicara tentunya pasti akan lebih mudah kita mendengarkan.

Menurut saya lebih mudah berbicara karena kita dapat langsung mengutarakan apa yang ingin sampaikan dan juga kadang jika kita tidak siap atau fokus untuk mendengarkan pastinya kita tidak dapat memahami apa yang dimaksud atau apa yang ingin disampaikan oleh orang yang berbicara kepada kita.

Menurut saya keduanya sama-sama menyenangkan, namun bagi saya lebih mudah untuk mendengarkan orang lain berbicara, karena saya tidak cukup pandai dalam membuka suatu obrolan, dan lebih suka untuk mendengarkan orang lain bercerita.

Menurut saya lebih mudah mendengarkan, karena terkadang orang curhat atau menyampaikan pendapat hanyalah ingin didengar orang atau dimengerti orang, dan hal ini sangat mudah. Berbeda dengan berbicara, berbicara mempunyai peluang untuk salah, entah kata-kata kita yang kurang sopan atau pun karena tidak memahai permasalahan. Sehingga mendengar topik yang sedang dibicarakan sangat penting. Dengan begitu kita pun akan nyambung untuk diajak bicara jika kita mendengar dengan baik, dan selanjutnya pembicaraan kita juga akan membaik karena telah mendengar topik yang kita pahami.

Menurutku pribadi, bagi saat ini yang lebih susah adalah mendengarkan. Mengapa? Karena mendengarkan juga membutuhkan kesabaran dan tidak mengedepankan ego agar lawan bicara yang kita dengarkan merasa dihargai dan dihormati. Dengan mendengarkan orang lain, kita harus bisa membuat orang lain bisa nyaman bisa berbicara dengan kita. Jangan menyepelekan dalam mendengarkan orang lain karena bisa saja mereka sakit hati atau tersinggung karena merasa tidak didengarkan.

Namun, berbicara tentunya juga tidaklah mudah. Kita bisa berbicara mulai dari poin A sampai Z tapi juga percuma jika tidak berbobot. Orang yang mendengarkan juga akan malas dan merasa tidak tertarik. Kita juga tentunya harus menjaga kaidah-kaidah ataupun batasan tertentu agar tidak menyinggung orang lain karena pembicaraan yang kita buat. Jadi, menurutku masih lebih mudah berbicara daripada mendengarkan.

menurut saya menjadi pendengar lebih sulit daripada berbicara. dikarenakan ketika kita menjadi pendengar kita harus memahami perasaan serta kondisi lawan bicara kita yang mana tentunya tidak mudah. kita juga harus berhati-hati dalam memberikan respon serta saran sesuai dengan kondisi lawan bicara kita.

Bagi saya lebih mudah untuk mendengarkan dibanding berbicara. Ketika berbicara, tentunya kita perlu untuk memikirkan pemilihan kata dan juga rangkaian yang akan diucapkan agar tertata dengan baik serta dapat dimengerti dengan mudah. Ada banyak pertimbangan yang harus dilakukan ketika berbicara, yang mana untuk saya pribadi cukup memakan tenaga lebih banyak. Dengan mendengarkan, saya hanya perlu untuk memfokuskan diri pada topik yang sedang dibicarakan. Biasanya ketika saya bertanya pada teman yang ingin bercerita, maka jawaban mereka adalah hanya ingin didengarkan. Beberapa juga menjawab dengan ingin mengetahui respon saya atau tanggapan dari sudut pandang saya. Dan hal tersebut yang membuat saya merasa lebih mudah menjadi seorang pendengar.