Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Sosial

Isu sosial, masyarakat, komunitas, hubungan antarmanusia, dan dinamika sosial.

1570
Topics
1
Members
Konten tidak mendidik: kreator atau netizen yang harus dikontrol?

Banyaknya konten tidak mendidik terdapat pada media sosial yang semua orang dari berbagai usia dapat melihatnya. Mulai dari konten drama, sindir-sindi...

Dina Rizki Inten Yanuari · balasan terbaru
Menurut saya yang harus dikontrol ya konten kreatornya. Karena dalam konteks ini adalah masyarakat sebagai konsumennya , dan para konten...
Benarkah Jika Feminisme Berubah Menjadi Toxic Seiring Dengan Perkembangan Zaman?

Feminisme adalah serangkaian gerakan sosial, gerakan politik, dan idelogi yang memiliki tujuan untuk mencapai kesetaraan gender antara pria dan wanita. Gerakan Feminisme sendiri sudah ada sejak abad ke-19 dan terdiri dari tiga gelombang besar. Gelombang pertama feminisme terjadi di Amerika dan Inggris sekitar akhir abad-19 dan awal abad ke-20 yang ditandai dengan perlawanan kaum wanita terhadap chattel marriage (jenis pernikahan yang dimana suami menguasai sang istri dan anak - anaknya sepenuhnya dan mendapatkan pegakuan politik. gelombang kedua terjadi sekitar tahun 1960 - 1980 yang berfokus kepada penolakan wanita terhadap budaya sexist, dan gelombang terakhir yaitu gelombang ketiga terjadi pada tahun 1990 dengan perlawanan terhadap sexual harassment. Gelombang 4 yang terjadi hingga saat ini membuka berbagai jenis aliran feminisme seperti feminisme liberal, feminisme marxist, dan yang paling menyita perhatian adalah toxic feminism. banyak opini - opini yang mengatakan jika feminisme modern telah menyimpang dari jalur yang sebenarnya dan berubah menjadi toxic. misalnya, Lyle (2021) dalam tulisannya yang berjudul " Modern feminism is toxic ", mengatakan jika feminisme modern sekarang lebih cenderung mempromosikan kebencian berlebihan pada kaum pria. Hal itu juga diukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Salzman (2018) yang mengatakan jika Toxic feminism juga menggolongkan kaum pria dalam tiga golongan besar : rapist, sexual harasser, dan juga orang yang berpotensi menjadi rapist dan sexual harasser. selain itu menurut Salzman, feminisme modern juga sangat gencar melakukan promosi terhadap konsep misogami (kebencian terhadap ikatan perkawinan) karena fenomena yang dimana mereka juga terlebih dahulu sudah menerapkan kebencian yang berlebihan kepada kaum pria. ...

Dina Rizki Inten Yanuari · balasan terbaru
Sebenarnya hal ini menjadi ketakutan tersendiri bagiku selama ini, karena menurutku suatu konstruksi sosial yang berkembang, tidak menutup kemungkinan akan...
Apakah Cancel Culture Merupakan Gelombang Baru Dari Bullying?

Jika kita merujuk pada kamus Meriam Webster cancel culture adalah sebuah upaya publik untuk tidak lagi memberikan dukungan terhadap seseorang setelah mereka melakukan atau mengatakan sesuatu yang dianggap tidak menyenangkan. Seperti yang baru-baru ini terjadi di Indonesia, bebasnya Saipul Jamil (SJ) dari lapas menerima berbagai penolakan keras dari publik. Bagaimana tidak, publik cukup geram dengan beberapa stasiun Televisi nasional yang dengan 'tidak merasa bersalahnya' mengundang SJ menjadi bintang tamu di 2 program acara TV sekaligus. Sebelumnya, SJ ditahan karena kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur serta melakukan suap terhadap hakim yang menangani kasusnya. Kemunculan SJ di TV tentu memantik caci maki, citra buruk, dan boikot massal mulai disuarakan publik menerjang kelompok media dan terhadap SJ. Meski SJ sudah selesai menjalani hukuman, tetapi stasiun Televisi dianggap tidak sensitif dan tak berpihak pada trauma korban pelecehan SJ yang saat itu terjadi masih di bawah umur. Kemunculan kembali SJ pelaku pencabulan sesaat setelah menyelesaikan hukumannya di televisi dianggap memberikan indikasi pemakluman terhadap pedofilia. Nah, kasus penolakan terhadap SJ ini merupakan salah satu praktek yang nyaris sempurna dari fenomena cancel culture . Tekanan publik yang masif menghantam dari segala penjuru akhirnya berhasil men- take down SJ dari segala penampilannya dihadapan publik melalui dunia elektronik dan digital....

Nurul Hikmah · balasan terbaru
Sebelum berpendapa apakah Cancel Culture merupakan gelombang baru dari Bullying, alangkah baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu makna dari masing-masing...
Mana yang lebih berpengaruh pada pengangguran? Minimnya skill atau minimnya lapangan kerja?

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran per Agustus 2021 ada di angka 9,1 juta orang. Jumlah tersebut tidak bisa dibilang sedikit. S...

Nurul Hikmah · balasan terbaru
Diantara minimnya skill dengan minimnya lapangan kerja, yang lebih berpengaruh terhadap tingginya angka pengangguran di Indonesia adalah minimnya lapangan kerja....
Benarkah scroll Tiktok hanya sekedar wasting time?

sumber : https://www.jpnn.com/news/banyak-yang-memblokir-tiktok-justru-makin-moncer Tiktok menjadi salah satu media social yang paling masif digunakan diseluruh dunia termasuk di Indonesia. Selain menawarkan hiburan yang dapat mengurangi kejenuhan dalam beraktivitas, Konten di Tiktok juga terdapat edukasi ataupun informasi yang update....

Ava Nafiza Wibowo · balasan terbaru
Menghabiskan terlalu banyak waktu di TikTok bisa dianggap sebagai pemborosan waktu karena kegiatan tersebut seringkali bersifat pasif dan tidak memberikan...
Apakah memberikan ponsel kepada anak usia dini mempengaruhi perilaku sosialnya?

Gadget adalah media yang digunakan sebagai alat komunikasi di zaman modern ini. Gadget semakin mempermudah kegiatan komunikasi manusia. Munculnya bany...

Ava Nafiza Wibowo · balasan terbaru
Memberikan ponsel kepada anak usia dini dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku sosial mereka. Ada pro dan kontra terkait...
Benarkah habbit nongkrong di café menjadi suatu keharusan bagi mahasiswa?

Sumber : https://www.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-012364060/tak-sekadar-kongkow-ini-manfaat-sering-nongkrong-di-cafe Menjadi seorang mahasiswa sangat identik dengan kegiatan bersocial dalam berbagai hal. Seperti rapat, nugas bareng, atau sekedar nongkrong biasa untuk bercanda gurau. Dan rata rata kampus disetiap daerah, memiliki kebiasaan nongkrong yang relative sama. Namun dalam hal lain, nongkrong di cafe secara berlebihan dapat menimbulkan sifat hedonism, dan di sisi lain tidak semua mahasiswa mampu untuk nongkrong di café, sehingga timbul kesenjangan social antar mahasiswa antara yang suka ke café dan yang sebaliknya. ...

Ronaldo Rettob · balasan terbaru
Hallo kak, wihhh keren banget nihhh topik nya, kebetulan saya juga seorang mahasiswa sekaligus anak tongkrongan juga sihh hehhehehe, Benarkah...
Setujukah Anda bahwa Penyebab Utama Timbulnya Kasus Pelecehan Seksual adalah Perempuan?

Belakangan ini kembali marak terjadi kasus pelecehan seksual di masyarakat. Kasus yang memang sudah ada sejak lama ini sangat disayangkan menjamur kembali dikala masyarakat masih bergelut dengan pandemi yang belum berakhir. Pelecehan seksual dapat berupa pelecehan verbal (komentar, gurauan, rayuan atau penghinaan bernada seksual) dan non-verbal atau fisik (gerakan seksual yang tidak diinginkan, seperti menyentuh, menepuk, mencubit, sengaja menyentuh tubuh orang lain, memeluk, mencium, menatap atau melirik) sampai pada kasus utama yaitu pemerkosaan. Sebenarnya apa penyebab utama hal ini terjadi? Banyak pihak mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya stimulus dari pihak korban (sebagian besar wanita) yang kemudian memancing terdorongnya perilaku melecehkan. Stimulus yang dimaksudkan adalah penggunaan pakaian yang minim, membentuk tubuh/terlalu ketat, serta perilaku lainnya. Namun, kasus yang baru-baru ini terjadi di Pesantren yang ada di Bandung haruslah menyadarkan kita bahwa selagi ada kesempatan meski tanpa stimulus/dorongan dari korban pun tidak menutup kemungkinan terjadinya kasus pelecehan seksual. ...

Arya Prima putra · balasan terbaru
Topik hangat ini semakin marak diperbincangan musabab akhir akhir ini kasus semacam semakin sering terjadi dan muncul dipermukaan. Yang saya...
Apakah healing kerap kali dimaknai sebagai kata lain untuk lari dari tanggung jawab?

Sumber Foto : https://intisari.grid.id/read/03209705/foto-ingin-me-refresh-otak-yang-penat-coba-lihat-10-pemandangan-alam-nan-menakjubkan-ini?page=all Istilah healing semakin marak kita dengarkan di masa kini, terlebih di berbagai media social. Healing secara bahasa artinya adalah penyembuhan, namun para pemuda memaknai healing sebagai kegiatan refreshing dari sebuah rutinitas ....

Furqon Al Maarif · balasan terbaru
Wah, topik yang menarik untuk anak zaman now. Wkwk Dari sebuah buku yang saya baca dengan judul " Self Healing...
Saling menyinggung di sosial media apakah menjadi jalan keluar terbaik untuk menyelesaikan masalah?

Source: Liputan6.com Perlu kita ketahui bersama sosial media adalah media yang digunakan oleh setiap masyarakat dalam melalukan hubungan sosial baik itu seperti bertukar informasi, dan bertukar opini dengan pengguna lain di seluruh dunia. Namun akhir-akhir ini generasi muda Indonesia lagi marak dengan kegiatan saling menyinggung dan saling memfitnah serta saling menjatuhkan satu sama di media sosial yang mereka gunakan yang dimana kita ketahui bersama bahwa kegiatan seperti saling memfitnah dan saling menjatuhkan bukan merupakan tujuan utama di buatnya sosial media....

Nurul Hikmah · balasan terbaru
Menurut saya, kita harus transparansi terlebih dahulu terhadap isu yang mereka permasalahan. Kita tidak bisa sekilas mata memandang rendah terhadap...
Apakah mental health kerap menjadi alibi bagi kaum kaum sensitive?

Mental health secara definisi umum yaitu segala yang mencakup emosional, psikologis, dan sosial miliki kita, dan hal itu yang mempengaruhi cara kita berpikir, merasa, dan bertindak. namun di masa kini istilah mental health kerap di indetikan dengan segala bentuk respon perasaan kita terhadap apa yang terjadi....

Ava Nafiza Wibowo · balasan terbaru
Tidak, menganggap mental health sebagai alibi bagi orang-orang yang sensitif adalah pandangan yang tidak memahami kompleksitas masalah kesehatan mental. Kesehatan...
Apakah miras sudah bukan menjadi hal yang tabu saat in di Indonesiai?

Minuman keras saat ini terutama bagi para pemuda sudah menjadi suatu kebiasaan bahkan budaya dalam suatu alasan tertentu seperti contoh saat berkumpul atau dalam keadaan mental yang tertekan . dan secara hukum yang legal di Indonesia , Miras memiliki izin dalam produksi dan pendistribusiannya, sesuai yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang salah satunya diatur mengenai investasi minuman beralkohol atau minuman keras. dan ditinjau dari segi moral dan spiritual ada larangan larangan tertentu dalam mengonsumsi minuman beralkohol, yang padahal dampak buruk nya berpengaruh kepada masalah sosial seperti pemerkosaan, dan beberapa tindakan kriminal....

Ava Nafiza Wibowo · balasan terbaru
Tidak, miras masih dianggap sebagai hal yang tabu di Indonesia. Meskipun ada beberapa perubahan dalam pandangan masyarakat terhadap minuman keras,...
Apakah Benar Lulusan Luar Negeri Memiliki Peluang Kerja Lebih Besar Daripada Lulusan Dalam Negeri

Mobilitas pelajar selama menempuh studi ternyata berpengaruh terhadap pengembangan skill dan pencarian kerja. Berdasarkan hasil investigasi oleh salah satu institusi pendidikan tinggi di Eropa, lulusan yang pernah kuliah di luar negeri lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan....

Ava Nafiza Wibowo · balasan terbaru
Pertanyaan ini melibatkan sejumlah faktor yang kompleks, dan jawabannya dapat bervariasi tergantung pada bidang studi, industri, dan kondisi pasar kerja....
Kerap di Maknai Sebuah Candaan : Benarkah Body Shaming Merusak Mental Seseorang?

Semenjak ada kata " Baper " segala bentuk cacian dan hinaan dikatakan sebagai candaan, "jangan baper yaaa ". Kerap sekali seseorang melakukan Body Shaming kepada orang lain, tanpa ia sadari sebenarnya telah merusak mental orang tersebut, bahkan menurunkan rasa percaya diri, dan lebih parahnya beresiko mengakhiri hidup seseorang. " eh kok sekarang kamu gendutan ya " "jerawat kamu makin banyak deh " " kok gak gemuk gemuk ya dari dulu "..... Sebenarnya apa yang ada di dalam pikiran orang tersebut? kalau iya orang yang terkena Body Shaming memiliki mental yang kuat? kalau ternyata mental nya lemah mungkin akan menjadi sebuah beban untuk orang yang merasa jadi korban. Padahal dasanya tidak ada manusia yang terlahir sempurna. Semua pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing....

Ava Nafiza Wibowo · balasan terbaru
Body shaming, atau menghina bentuk fisik seseorang, dapat merusak mental seseorang secara serius. Pertama-tama, itu menciptakan standar kecantikan yang tidak...
Fenomena Bunuh Diri : Bagaimana solusinya?

Perkenalkan, namanya Sunawi, umur 31 tahun, dan sudah menikah. Sunawi dikenal baik dan perhatian oleh orang-orang sekitar, diantaranya adik ipar sendiri. Hidup Sunawi berjalan dengan damai, dia ceria dan selalu membantu orang yang membutuhkan. Bersama istrinya dia tinggal di sebuah rumah bagian Jagakarsa. Sekilas tak ada yang janggal, hidup Sunawi memang tidak mencurigakan, itu pikir orang terdekat yaitu istri dan adik ipar. Pada hari yang cerah, Sunawi mengantarkan istrinya ke rumah mertua, menyuruhnya menginap di sana sementara Sunawi mengurus sesuatu yang penting. Sikap Sunawi benar-benar perhatian, dia tidak mau merepotkan istrinya, makanya sang istri diajak berkunjung ke rumah mertua, barangkali sudah rindu. Sunawi pulang ke rumah mereka, mengurus sesuatu yang penting. Kala itu adik ipar baru pulang kerja, ditelpon oleh Sunawi untuk menjemput istrinya, sebab Sunawi lelah dan ingin beristirahat. Namun, adik ipar yang sudah di depan rumah Sunawi untuk mengambil sesuatu lantas merasakan kejanggalan. Lampu padam, pintu tak terkunci. Ah, mungkin Sunawi lupa saking sibuknya mengurus sesuatu. Adik ipar pun masuk, menyalakan lampu, dan seluruh isi rumah bisa terlihat, terutama sosok yang menggantung diri. ...

Ava Nafiza Wibowo · balasan terbaru
Fenomena bunuh diri merupakan isu yang kompleks dan sangat serius, terutama saat dilihat dari sudut psikologi. Banyak faktor yang dapat...
Cyberbullying, Salah Siapa?

Belakangan, semarak media memberitakan kasus - kasus terkait pembullyan, intimidasi, bahkan pelecehan. Apakah mungkin semakin kesini manusia semakin kehilangan akal dan rasa simpati nya? Mengapa demikian, apakah setelah membully seseorang akan menghasilkan rasa puas? Bagaimana jika malah menumbuhkan rasa ketakutan atau malah membunuh mental seseorang yang merasa ter bully? Sebenarnya salah siapa? Pembully yang merasa dirinya benar atau bahkan si korban yang telah membuat kesalahan sehingga mendapat bullyan? atau Apakah saat ini semakin banyak generasi hilang ke-etisannya?...

Ava Nafiza Wibowo · balasan terbaru
Pertanyaan mengenai siapa yang dipersalahkan atas terjadinya cyberbullying melibatkan sejumlah faktor kompleks yang berkaitan dengan perilaku individu, lingkungan online, pendidikan,...
Setujukah Kalian Jika Indonesia Menerapkan Hukum " Zero Food Waste " Seperti Prancis?

Pada tahun 2016 silam, Prancis menjadi negara pertama di dunia yang memberlakukan sebuah hukum yang isinya melarang supermarket yang ada di negara tersebut membuang setiap makanan yang masih memiliki kualitas baik sebelum masa expired. Supermarket - supermarket besar disana harus menandatangani kontrak donasi untuk amal. Jika tidak mau, mereka akan dikenakan denda sebesar 3.750 euro (Ivanova, 2020). Semenjak peraturan ini dicanangkan, kini banyak makanan - makanan kaleng dan makanan fresh yang disumbangkan oleh supermarket di Prancis yang tentunya banyak membantu orang - orang kurang mampu yang ada di Prancis. Hukum ini sendiri juga merupakan bagian dari proyek ambisius Prancis untuk menekankan gerakan " zero food waste " dan dengan hukum yang sudah dijelaskan di atas tadi, jumlah food waste dapat ditekan. Hal ini menjadikan Prancis sebagai pionir dan pemimpin terdepan dalam Revolusi Food Waste yang juga menjadikan Prancis berada di peringkat pertama dalam Food Sustainability Index....

Nurul Azizah · balasan terbaru
Melihat kondisi ekonomi di Indonesia yang sangat tidak merata dan masih banyak masyarakat yang berada dalam kemiskinan sepertinya Indonesia perlu...
Bagaimana Pendapat Kalian Dengan Fenomena Istilah " Simp " yang di Alamatkan ke Kaum Pria?

SIMP : " Suckers Idolizing Mediocre Puy " Mungkin beberapa dari kita sudah mendengar istilah " simp " yang merupakan bahasa slang yang tengah menjadi trending selama beberapa tahun terakhir di internet. Istilah ini mengacu kepada seseorang (utamanya pria) yang dianggap terlalu perhatian, obsesif, dan tunduk kepada wanita yang menjadi idola mereka yang biasanya wanita yang dimaksud tidak memiliki perasaan yang sama dengan yang mengidolakannya. ...

Nicholaus Bisma Setra · balasan terbaru
To simp or not to simp, that is the question. Menjadi simp atau tidak sebenarnya dikembalikan ke pilihan masing-masing pribadi....
Benarkah Anak Dari Orang Tua yang Sibuk Cenderung Bermasalah?

Masa remaja memang merupakan masa transisi dalam perkembangan seseorang sebelum mencapai usia dewasa. Di masa ini, remaja mencari jati dirinya dengan menjajal banyak hal, baik yang positif maupun yang negatif. Sayangnya banyak juga remaja yang akhirnya terjerumus dalam hal-hal yang dinilai tidak sesuai dengan norma dan hukum, seperti mengonsumsi narkoba, alkohol, free sex, mencuri, tawuran, dan lain sebagainya. Fenomena kenakalan remaja ini menjadi suatu fenomena sosial yang banyak dikaji, terutama oleh para psikologi dan pendidik. Dalam salah satu penelitian disebutkan bahwa kenakalan remaja disebabkan oleh ketidakmampuan remaja dalam melakukan tugas perkembangannya secara adaptif. Tugas perkembangan remaja sendiri adalah mencapai kemampuan sosial atau social skill untuk melakukan penyesuaian dengan kehidupan sehari-hari. Dari banyak faktor, menurutku faktor terbesar dari hal ini adalah kurangnya pendampingan dan perhatian dari keluarga. Terutama bagi remaja yang kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaan. ...

Nuryamah · balasan terbaru
Sifat anak memang menurun dari bagaimana sikap orang yang ada disekitarnya. apabila orang tua dirumah sering mengajarkan kebaikan, maka anak...