Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Kesehatan Mental Vs. Kesehatan Fisik, Mana Yang Lebih Penting?

Untitled-27|690x350

Kesehetan mental memiliki pengertian yaitu sebuah kondisi dimana seseorang terbebas dari segala bentuk gejala-gejala gangguan mental, yakni yang bersangkutan dengan pikiran, emosional, dan spiritual, serta yang didalamnya seseorang mampu untuk mengelola stress kehidupan dengan wajar, dapat bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta berperan di komunitasnya. Gangguan mental bukanlah hanya dapat diperoleh dari garis keturunan, tetapi tuntutan hidup yang berdampak stress berlebih mampu berdampak pada kesehatan mental seseorang.

Sedangkan kesehatan fisik memiliki pengertian yaitu sebuah kondisi dimana organ tubuh seseorang dapat berfungsi dengan baik dan normal tanpa merasakan keluhan dan rasa sakit.

Kesehatan keduanya sama-sama penting, dan saling berhubungan. Namun menurut Youdics, manakah yang lebih penting, kesehatan fisik atau kesehatan mental?

[details="Image Source"]
https://unsplash.com/photos/Av_NirIguEc
[/details]

[details="Referensi"]
Putri, WIbhawa,dan Gutama. 2015. Kesehatan Mental Masyarakat indonesia (Pengetahuan, dan Keterbukaan Masyarakat terhadap Gangguan Kesehatan Mental). Prosiding Ks: Riset & PKM.Vol. 2, No. 2.
https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/319/3/094211028_Bab2.pdf
[/details]

93

menurut saya mengenai kesehatan mental dan kesehatan fisik, keduanya memiliki peran yang cukup penting pada tubuh manusia. namun, kesehatan mental lebih memiliki kemampuan lebih, karena kesehatan mental dapat mempengaruhi kesehatan fisik menurut penelitian, dengan adanya emosi dalam kesehatan mental, emosi inilah yang mempengaruhi kesehatan fisik. contohnya, jika kita memiliki emosi positif, maka itu akan mempengaruhi kesehatan fisik kita dan akan membuat kita semakin sehat dalam keadaan fisik, namun sebaliknya, jika emosi kita negatif seperti stress, maka itu juga akan mengganggu kesehatan fisik. namun, tidak bisa dipungkiri bahwa keduanya sama-sama penting

Menurut saya, tidak ada yang lebih penting karena kesehatan fisik dan kesehatan mental sama pentingnya. Keterkaitan antara kesehatan fisik dengan kesehatan mental adalah saling mempengaruhi. Sesuai pernyataan dari artikel https://www.halodoc.com/artikel/kesehatan-mental-bisa-memengaruhi-kesehatan-fisik bahwa kesehatan fisik yang buruk dapat meningkatkan risiko timbulnya masalah kesehatan mental. Demikian pula, kesehatan mental yang buruk dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik. Mungkin, masyarakat telah banyak mengetahui cara menjaga kesehatan fisik seperti olahraga, menjaga pola tidur dan pola makan serta upaya lainnya. Namun, perlu diimbangi pula dengan kesehatan mental agar bisa terus produktif setiap harinya. Kesehatan mental dapat dilakukan dengan cara menjaga hubungan baik dengan orang lain, berperilaku positif serta melakukan hal yang menyenangkan lainnya. Apalagi, di situasi pandemi seperti ini menjaga kesehatan fisik dan mental akan meningkatkan imunitas sehingga tidak mudah terserang penyakit.

Betul sekali. Saya setuju bahwa situasi pandemi ini sangat mempengaruhi baik fisik maupun mental kita semua. Dari fisik bisa saja kita terkena virus, jika kurang fit bisa melemahkan imun kita sehingga kita harus banyak banyak minum vitamin beristirahat dan taati protokol kesehatan. Di saat orang orang berbondong-bondong ramai membicarakan kesehatan fisik, sebenarnya kesehatan mental juga cukup penting. PPKM dari pemerintah dan penurunan ekonomi menyebabkan banyak orang depresi dan stress di era Pandemi ini. Jadi bisa kita lihat bahwa di era ini keduanya sama sama penting dan tidak boleh diremehkan salah satunya.

Menurutku kesehatan fisik itu lebih penting, karena untuk bisa beraktivitas dan melakukan kegiatan sehari-hari tentunya butuh fisik yang sehat dan fit. Untuk bisa menjaga kesehatan fisik, effort yang perlu dilakukan cukup berat, seperti berolahraga, menjaga keseimbangan nutrisi seperti karbohidrat, vitamin, protein, mineral, dll, minum air putih yang cukup, istirahat yang cukup, dan lain-lain. Sedangkan untuk bisa menjaga kesehatan mental adalah dengan melatih dan mengelola stres, saling bertukar pikiran dengan orang lain, menetapkan tujuan hidup, dan sebagainya. Dengan memiliki imun dan kesehatan yang kuat, kita bisa saling berinteraksi satu sama lain sehingga bisa saling menjaga kesehatan mental dan sosial.

Menurutku kesehatan mental maupun kesehatan fisik adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya sama-sama penting dan memiliki ikatan yang erat. Meskipun kesehatan mental biasanya hanya ada dalam benak atau pikiran saja, tetapi nyatanya pikiran yang mengganggu itu dapat mempengaruhi fungsi-fungsi tubuh lainnya yang akhirnya dapat rentan mengalami gangguan kesehatan fisik. Sebagai contoh, ketika mengalami stress kronis dan tidak kunjung diobati maka hal tersebut akan mampu melemahkan tubuh. Selain itu, ketika emosi negatif muncul seperti kemarahan yang dapat memicu serangan jantung. Setuju dengan pendapat teman-teman diatas dan berdasarkan referensi yang aku baca juga, terdapat beberapa gaya hidup sehat untuk tetap dapat menjaga kesehatan mental maupun fisik yaitu dengan berolahraga, mengatur pola makan, tidak merokok, dan lain lainnya.

Sejatinya, kedua hal tersebut saling mempengaruhi. Namun, bila diharuskan memilih, kesehatan mental harus “sedikit” diperhatikan ketimbang yang satunya. Menurut Charles Goodstein, MD, seorang profesor psikiater klinis dari New York University’s Langone School of Medicine, otak kita berhubungan erat dengan sistem endokrin yang bekerja melepaskan hormon. Hormon ini berpengaruh pada kesehatan mental kita. Nah, pikiran dan perasaan kita dapat mempengaruhi hormon yang dilepaskan dari sistem endokrin yang kemudian akan mempengaruhi sistem kerja organ tubuh kita. Dr. Goodstein juga mengatakan bahwa seringkali pasien yang datang ke dokter dengan keluhan pusing, letih, gangguan di perut ternyata penyebabnya adalah depresi, walau si pasien tidak secara terang-terangan merasa mengalami depresi. Ini menunjukkan, kesehatan mental yang terganggu akan mempengaruhi kesehatan secara fisik. Contoh lain yang dapat menjadikan bukti bahwa mental mempengaruhi fisik, depresi. Depresi dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung, stroke, diabetes dan kanker. Kemungkinannya adalah karena depresi akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan kebiasaan-kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan depresi juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit. Misalnya, kurang aktivitas fisik dan menurunnya nafsu makan. Orang yang mengalami gangguan kesehatan mental atau sudah didiagnosa mengalami depresi biasanya mengalami susah tidur, merasa mudah letih, konstipasi, tidak nafsu makan. Hal-hal ini tentunya akan memberi dampak pada kesehatan fisik lainnya. Kemudian ada orang yang mengalami kecemasan, atau anxiety, berisiko mengalami gangguan fisik yang berkaitan dengan tekanan darah. Umumnya adalah tekanan darah tinggi. Namun bisa juga pada bagian lain seperti naiknya asam lambung. Ada pepatah mengatakan, “Mens sana in corpore sano” yang artinya “di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat”. Jadi, jaga kesehatan mental kalian, niscaya kesehatan fisik akan ikut terjaga

Dalam hemat saya , antara kesehatan mental dengan kesehatan fisik dua hal tersebut sama-sama memiliki korelasi. Sehingga , dalam hal ini tidak bisa pastikan bahwa antara kedua ini manakah yang lebih penting.

Kesehatan mental mengacu pada kesejahteraan seseorang pada tingkat emosional, sosial dan psikologis. Kondisi kesehatan mental seseorang sangat mempengaruhi cara mereka bertindak, memproses emosi dan membuat keputusan. Seseorang yang memiliki kesehatan mental yang baik dapat menjaga hubungan yang sehat, mengekspresikan berbagai emosi dan mengelola permasalahan. Seseorang yang sehat secara mental mampu menyadari kesanggupannya, menangani stres dalam kehidupan sehari-hari, bekerja dengan produktif, serta dapat berkontribusi untuk sekitarnya.

Sedangkan , kesehatan fisik adalah kemampuan tubuh untuk menyesuaikan fungsi alat-alat tubuhnya dalam batas fisiologi terhadap keadaan lingkungan dan atau kerja fisik yang cukup efisien tanpa lelah secara berlebihan.

Mental dan juga fisik merupakan komponen yang berbeda namun mereka merupakan komponen penyusun manusia yang saling mempengaruhi. Seorang profesor psikiater klinis dari New York University’s Langone School of Medicine bernama Charles Goodstein, MD menyatakan bahwa otak manusia berhubungan erat dengan sistem endokrin yang bekerja melepaskan hormon. Hormon ini memiliki pengaruh terhadap kesehatan mental kita. Begitu pula pikiran dan perasaan kita yang dapat memengaruhi hormon yang kemudian akan mengganggu sistem kerja organ tubuh kita. Beliau juga menyampaikan bahwa seringkali pasien yang datang ke dokter dengan keluhan pusing, letih, hingga gangguan di perut ternyata disebabkan oleh depresi.

Contoh dari adanya hubungan antara kesehatan fisik dan juga kesehatan mental yaitu depresi dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung, stroke, diabetes dan kanker karena mental ilness ini memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Kebiasaan-kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan depresi juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit, seperti kurang aktivitas fisik dan menurunnya nafsu makan.

image|500x375

Hubungan kesehatan mental dan kesehatan fisik memang sangat erat. Dimana kita harus tetap menjaga keduanya secara seimbang. Maka dari itu, penting bagi kita semua untuk terus menjaga keduanya.

Menurut saya, keduanya sama-sama penting. Kesehatan adalah hal yang sangat penting bagi mental maupun fisik seseorang. Kesehatan mental adalah kesehatan yang berhubungan dengan pikiran, emosi dan jati diri seseorang. Jika kita mempunyai masalah mental, kita harus menyelesaikan dengan kepala dingin tanpa adanya emosi yang muncul. Mental juga berhubungan dengan kinerja otak. Bila kita lelah pikiran, sebaiknya kita harus menyempatkan untuk beristirahat agar pikiran kita menjadi fresh kembali. Kesehatan fisik adalah kesehatahn yang berhubungan dengan fisik kita baik bagian dalam dan luar. Bila kita mimiliki riwayat penyakit lebih baik memeriksakannya ke dokter.
Pada intinya keduanya sangat penting dilain sisi kita harus menjaga keseehatan fisik, di lain sisi lagi kita juga mempunyai kesehatan mental yang juga penting untuk membangun mood kita.

Tidak ada yang lebih penting maupun kurang penting mengenai kesehatan. Berbagai penelitian memberikan hasil bahwa adanya hubungan antara kesehatan fisik dan mental seseorang, dimana pada individu yang menderita sakit secara fisik menunjukkan adanya masalah psikis hingga gangguan mental. Begitu pula sebaliknya. Namun, apabila diambil dari cara bagaimana fisik dengan mental bisa disembuhkan, aku rasa kesehatan mental harus diutamakan di sini. Menurutku, kesehatan mental tidak bisa hanya disembuhkan dengan obat dan istirahat, perlu juga dukungan keluarga terdekat yang positif dan menghindari pikiran-pikiran yang negatif. Sementara itu kesehatan fisik perlahan-lahan akan sembuh dengan obat dan istirahat yang cukup.

[details="Referensi"]
Putri, Adisty Wismani , Budhi Wibhawa dan Arie Surya Gutama. 2015. KESEHATAN MENTAL MASYARAKAT INDONESIA (PENGETAHUAN, DAN KETERBUKAAN MASYARAKAT TERHADAP GANGGUAN KESEHATAN MENTAL). Vol 2, No 2. Prosiding KS Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM)
[/details]

Sebenarnya kesehatan fisik dan juga kesehatan mental keduanya sama-sama saling berpengaruh satu sama lain. Kesehatan fisik yang buruk dapat meningkatkan resiko tumbulnya masalah kesehatan mental. Begitu juga jika kesehatan mental yang buruk, maka dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik. Pikiran yang mengganggu dapat memengaruhi fungsi-fungsi tubuh yang lainnya dan berakibat rentan mengalami berbagai kondisi medis tertentu.

Emosi positif berkorelasi dengan keadaan mental seseorang, begitupun dengan emosi negatif juga dapat berkorelasi dengan keadaan mental seseorang. Stress adalah salah satu contoh paling umum. Lalu emosi negatif seperti kemarahan juga bisa memicu serangan jantung dan masalah fisik lainnya.

Orang yang mengidap skizofrenia sering dikaitkan dengan resiko kematina akibat penyakit jantung dan resiko kematian akibat penyakit pernapasan sebanyak tiga kali lipat. Hal ni terjadi karena pasien sedang berada di kondisi kesehatan mental yang cenderung tidak menerima perawatan kesehatan fisik yang berhak di terima. Pasien juga cenderung tidak di tawari bantuan untuk berhenti merokok, mengurangi mengonsumsi alkohol, dan mengubah pola makan menjadi lebih sehat.

WHO atau World Health Organization mendefinisikan bahwa tubuh yang sehat merupakan sehat secara fsik, mental, dan sosial. Namun, menurut data World Federation or Mental Health atau WFMH yang dilansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 1 dari 4 orang engalami kesehatan jiwa setidaknya sekali dalam hidupnya. Selama ini tidak sedikit orang yang fokus menjaga kesehatan tubuh hanya secara fisik saja dan melupakan cara merawat kesehatan mentalnya. Pada keduanya saling terkait dan sama pentingnya.

Untuk saya keduanya sangatlahh penting, seperti yang dijelaskan dalam artikel halo.doc sebagai berikut:

Kesehatan fisik yang buruk dapat meningkatkan risiko timbulnya masalah kesehatan mental. Demikian pula, kesehatan mental yang buruk dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik. Walaupun kelihatannya pikiran hanya ada dalam benak saja, nyatanya pikiran yang mengganggu bisa memengaruhi fungsi-fungsi tubuh yang lainnya.

Emosi positif ternyata berkorelasi dengan keadaan mental seseorang, begitu pula sebaliknya. Stres adalah contoh yang paling umum. Menurut American Psychological Association (APA), seseorang yang mengalami stres seringkali mengalami sakit perut. Lantas, bagaimana jadinya kalau seseorang mengalami stres kronis? Stres kronis yang tidak kunjung diobati mampu melemahkan tubuh dari waktu ke waktu.

Emosi negatif seperti kemarahan ternyata juga bisa memicu serangan jantung dan masalah fisik lainnya. Melansir dari Mental Health Foundation, o rang dengan tingkat kesusahan tertinggi punya peluang 32 persen meninggal karena kanker. Sedangkan seseorang yang mengalami depresi, diketahui mengalami peningkatan risiko penyakit jantung koroner.

https://www.halodoc.com/artikel/kesehatan-mental-bisa-memengaruhi-kesehatan-fisik