Definisi sehat adalah sehat secara fisik maupun secara jiwa, jadi seseorang dapat dinyatakan sehat jika kesehatan mental dan fisiknya baik. Kesehatan mental dan fisik adalah kedua hal yang berkesinambungan dalam membentuk tubuh yang sehat. Keduanya saling mempengaruhi satu sama lain.
Keduanya saling berkesinambungan. Orang yang sakit mental bisa berujung ke sakit fisik dan sebaliknya. Semua sistem fisiologis vital tubuh diprogram melalui penyesuaian ketat untuk mempertahankan kondisi normal yang telah ditentukan sebelumnya. Keseimbangan optimal ini terus-menerus ditantang oleh kekuatan yang merugikan secara intrinsik atau ekstrinsik, nyata atau bahkan dirasakan, dan digambarkan sebagai stres. Dengan demikian, stres didefinisikan sebagai keadaan
ketidakharmonisan, dan dilawan oleh respons fisiologis dan perilaku yang bertujuan untuk mempertahankan/membangun kembali homeostasis yang terancam. Respon stres dimediasi oleh infrastruktur neuroendokrin, seluler dan molekuler yang kompleks dan saling berhubungan yang terdiri dari sistem stres dan terletak di sistem saraf pusat (SSP) dan perifer. Stresor yang sangat kuat dan/atau kronis dapat memiliki efek merugikan pada berbagai fungsi fisiologis, termasuk pertumbuhan, reproduksi, metabolisme dan kompetensi kekebalan, serta pada perilaku dan perkembangan kepribadian.
Contoh kondisi sakit mental yang mengarah ke sakit fisik :
* Somatoform
Somatoform adalah kondisi di mana saat sakit mental termanifestasi ke penyakit fisik, tetapi tidak bisa dijelaskan secara medis dan tes tertentu. Sebagai dokter, biasanya jika seseorang mengeluh sakit tanpa ada bukti penyakit yang berarti dan riwayat stres, maka diagnosanya adalah somatoform.
* Konversi
Konversi memiliki konsep yang sama seperti somatoform, namun lebih mempengaruhi saraf. Sesuai pengalaman saya, konversi ini sering terjadi pada kasus pelecehan/kekerasan. Contohnya seperti anak yang sering dipukul, maka saat mengalami stres atau melihat seseorang yang dipukul, tangannya akan merasa lumpuh. Tidak ada kondisi medis yang bisa menjelaskan, hanya lumpuh melalui pikiran
* Hipokondriasis
Hipokondriasis adalah saat seseorang merasa terganggu dsn terfokus pada penyakit yang sebenarnya tidak ada. Ia akan merasa jantung berdebar-debar sendiri (padahal itu adalahhal yang normal) namun merasa ia sakit jantung.
* Gangguan hormon
Karena sistem tubuh manusia diatur oleh keseimbangan, maka dibentuklah fight or flight. Fight or flight adalah insting manusia untuk melawan atau menghadapi situasi. Hal ini mempegaruhi hormon yang ada di tubuh, sehingga menyebabkan gangguan endokrin
Sebaliknya, contoh sakit fisik yang mengarah ke mental justru semuanya. Sakit fisik yang mengharuskan bedrest yang lama dapat membuat seseorang kesepian dan mengarah ke gangguan cemas. Menurut penelitian, orang dengan penyakit fisik kronis, dua kali lebih mungkin menderita kecemasan atau depresi dibandingkan mereka yang sehat secara fisik — dan untuk kondisi kesehatan tertentu, angkanya bahkan lebih tinggi. Individu yang sakit secara fisik juga dapat mengembangkan gangguan stres pasca-trauma (PTSD).
Sehingga, di sini dapat disimpulkan keduanya sangat penting dan saling bergandengan. Maka dari itu, kita harus menjaga kesehatan baik fisik dan mental kita. Apalagi di era pandemi sekarang, dengan banyaknya virus dan perpanjangan pembatasan, sangat rentan kita sakit secara mental atau fisik. Pastikan selalu aman dengan prokes, minum vitamin dan jangan lupa habiskan waktu bersama keluarga.
Sumber
1. Devi P. 2019. The Effect of Stress of Human Life. Adalya Journal. Vol. 8, no. 9, pg. 792-811
2. https://blackbearrehab.com/mental-health/how-does-chronic-illness-affect-mental-health/
3. https://www.webmd.com/mental-health/somatoform-disorders-symptoms-types-treatment
4. https://www.msdmanuals.com/home/mental-health-disorders/somatic-symptom-and-related-disorders/conversion-disorder
5. Setiawan, IMA. 2012. Hipokondrik : Sebuah Studi Kasus. Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.