Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Rasa Bosan dalam Sebuah Hubungan, Wajar atau Tidak?

RO Roro Fitri 5 years ago

image|690x350

Dalam sebuah hubungan antara seorang laki-laki dan perempuan, yang didasari oleh rasa sayang dan cinta nyatanya tidak selalu mulus di dalam perjalanannya, tak jarang beberapa pasang kekasih dan bahkan suami istri, akhirnya berselisih paham atau bahkan sampai mengakhiri hubungan akibat rasa bosan yang mulai menghampiri hubungannya. Oleh karena itu, menurut kalian, apakah sebenarnya rasa ‘bosan’ itu wajar dan seharusnya dibiarkan saja karena akan ada masa usainya, atau malah rasa ‘bosan’ adalah hal yang tidak wajar sehingga hubungan tersebut harus di akhiri.

110

Rasa bosan yang timbul dalam sebuah hubungan itu menurutku sangat wajar, namun tidak boleh kita biarkan saja karena membutuhkan cara untuk mengatasinya agar tidak sampai berujung ke pertengkaran atau bahkan perpisahan. Hubungan yang dijalani dengan orang yang sama dan dalam waktu yang lama akan lebih rawan menimbulkan rasa bosan, terutama hubungan dalam pernikahan yang dapat berjalan selama puluhan tahun.

Menurut Lars Svendsen pada bukunya “A Philosophy of Boredom” dalam Rochman (2012), dikemukakan bahwa konsep “menarik” (interesting) muncul kurang lebih saat yang bersamaan dengan berkembangnya konsep “individualisme”. Manusia mulai memilah-milah dan mencari apa yang menarik, menyenangkan, dan enak bagi mereka. Dengan konsep yang seperti ini, mereka memperjuangkan hak memperoleh kebahagiaan dan hak untuk terus dipenuhi kebutuhannya. Berdasarkan konsep tersebut, kebosanan pun terjadi ketika hal-hal yang ada tidak lagi memuaskan mereka.

Rasa bosan pada sebuah hubungan itu menurutku dapat dianggap wajar karena pada dasarnya memang tidak ada manusia yang sempurna, termasuk kita dan pasangan kita. Rasa bosan dapat timbul dari berbagai penyebab, seperti rutinitas yang selalu diulang-ulang yang diperparah dengan sedikitnya variasi, adanya penetapan standar dan harapan yang terlalu tinggi pada pasangan kita, adanya ketidakpuasan seksual dan emosional, adanya faktor pemicu eksternal, rendahnya komitmen, dan masih banyak lagi.

Jadi kesimpulannya, setiap orang yang telah menjalin hubungan pasti pernah merasakan bosan dengan pasangannya terutama bagi orang yang sudah menikah. Menurutku, solusi kebosanan yang paling tepat adalah menjaga komitmen cinta yang telah kita ambil sejak akan menjalin hubungan. Dengan cinta yang tulus, masing-masing pribadi akan mampu selalu memberikan yang terbaik bagi pasangannya. Cinta merupakan pekerjaan hati yang perlu terus dipupuk dan dirawat agar tetap hidup. Merawat cinta harus ada keinginan dari dua pihak sehingga dibutuhkan komitmen yang sama antara pihak laki-laki dan perempuan.

[details="Sumber"]
Rochman, K. L. (2012). Mengemas Kebosanan dalam Rumah Tangga. Komunika, 6(1), 1-12.
[/details]

Yap tentu saja ada dan itu wajar. Mungkin aku dirasa kurang berpengalaman dalam bidang ini namun aku pingin coba berpendapat. Dalam suatu hubungan percintaan, menurutku yang namanya perubahan itu pasti ada, baik itu dilihat dari segi hubungan pasangan ataupun perubahan dari individu. Perubahan yang terjadi tentunya tidak bisa dikontrol. Perubahan bisa dibagi menjadi dua yaitu perubahan ke arah positif dan perubahan ke arah negatif. Nah kemudian beberapa perubahan-perubahan yang terjadi ini tentunya mulai menimbulkan "gesekan" yang tidak terlihat diantara pasangan tersebut dan respon yang ditimbulkan bisa bermacam-macam. Ada yang semakin mempererat hubungan dan ada yang semakin merenggangkan hubungan. Dari kebosanan yang dialami suatu pasangan akan melahirkan konsep "yang baru selalu lebih menarik" dan berujung pada seringnya salah paham, bertengkar, perselingkuhan, hingga bisa berujung pada perpisahan. Disinilah peran penting dari tiap-tiap pasangan untuk memikirkan bagaimana cara "memperbaharui" hubungannya, contoh mulai sering memberikan kejutan untuk pasangan, mulai sering deep talk dengan pasangan, mulai memberikan perhatian yang lebih, dan lain-lain. Intinya adalah dengan melakukan hal yang baru pada hubungannya agar bisa menghilangkan kebosanan dalam hubungan mereka.

Masih sering kita jumpai bahkan pada pasangan suami istri yang sudah lama menjalin hubunganpun bisa merasakan kebosanan ini. Hal ini tentunya merupakan masalah bersama dari pasangan yang harus didiskusikan untuk bisa dipecahkan bersama-sama. Mereka harus mulai bisa memperjuangkan komitmen mereka yang sudah ditetapkan sejak awal memulai hubungan. Untuk apa kita menjalin hubungan? Apa tujuan bersama kita? Karena memang kodratnya adalah "Mempertahankan itu lebih sulit daripada memperjuangkan/merebut"

Menurut saya wajar, karena dalam sebuah hubungan diperlukan sebuah rutinitas yang tidak monoton sehingga membuat hubungan itu sendiri tidak seperti jalan di tempat. Namun, itu semua tergantung pada individu yang menjalani hubungan itu sendiri, karena setiap hubungan pasti memiliki aturan dan cara pandang sendiri tergantung pada orang yang menjalani dan tergantung pada rutinitas apa yang dilakukan oleh pasangan secara personal. Maka dari itu, diperlukan sebuah komunikasi internal antara dua orang individu yang menjalani hubungan tersebut. Kemudian daripada itu persepsi antara individu harus menjadi acuan yang mana harus didengar oleh masing-masing individu yang menjalani. Selain dari komunikasi, diperlukan juga negosiasi untuk lebih memperkuat hubungan itu sendiri.

Rasa bosan dalam sebuah hubungan adalah hal yang sangat wajar. Saat hubunganmu sudah stabil, tak ada pertikaian, hingga sudah sama-sama nyaman, saat itulah akan muncul rasa bosan. Disisi lain, rasa bosan jangan dijadikan alasan untuk menyelesaikan hubungan begitu saja. Sebagai pihak yang menjalani hubungan, kita harus meminimalisir rasa bosan yang muncul dalam hubungan kita. Misalnya, mereplikasi momen momen indah saat bersama, mencari hal hal baru bersama, meluangkan waktu untuk diri sendiri, dll. Cari suasana baru agar tidak monoton dan itu itu saja. Intinya, jenuh dengan pasangan bukanlah pertanda sebuah hubungan sudah tidak sehat, apalagi harus cepat-cepat diakhiri apabila memang masih tulus mencintainya. Rasa jenuh dengan hubungan hanyalah sebuah batu sandungan kecil dari perjalanan yang perlu di lewati.

Setiap sepasang kekasih pasti menginginkan hubungan yang dijalaninya bahagia dan tak ada drama. Namun, mereka lupa, bahwa menjalin hubungan cinta itu bukan hanya tentang senang semata, tapi ada duka dan kecewanya juga. Salah satu hal yang sering terjadi dalam hubungan asmara adalah perasaan bosan yang ada manakala hubungan tersebut telah berjalan lebih dari enam bulan.

Rasa bosan dalam sebuah hubungan adalah hal yang wajar. Namun, tak berarti rasa bosan bisa menjadi alasan untuk menyelesaikan hubungan begitu saja. Ada begitu banyak orang yang ketika merasa bosan dalam hubungan mereka malah mencari pelarian pada orang lain yang mana hal tersebut bisa disebut selingkuh.

Ketika hubungan kita sedang dalam fase bosan sebaiknya kita mencari tahu apa yang menyebabkan kita bosan dalam hubungan tersebut, jika hanya karena hubungan tersebut berjalan baik-baik saja, lebih baik kita memikirkan bagaimana kita membangun hubungan tersebut hingga bisa bertahan sampai kini, dan mungkin jika masih merasa bosan lebih baik jika kita memberi jarak atau dalam kata lain break sejenak dalam hubungan.

Sangat normal untuk menjadi bosan di beberapa titik dalam hubungan Anda dan itu bukan salah Anda. Sebagian besar dari kita tidak pernah diajari bagaimana mempertahankan suatu hubungan dan kita juga tidak memiliki panutan yang hebat untuk menunjukkan bagaimana menjaga romansa dan gairah tetap hidup.

Ketika hubungan Anda menjadi basi, Anda mungkin merasa solusinya adalah menemukan yang baru yang lebih menarik, yang merupakan cara mudah, tetapi itu hanya perbaikan sementara.

Jika Anda melanjutkan pola yang sama dalam hubungan baru Anda, Anda pasti akan berakhir dalam kesulitan yang sama berbulan-bulan atau bertahun-tahun kemudian.

Sementara hubungan membutuhkan usaha, mereka sangat bermanfaat ketika Anda berada dalam hubungan yang baik. Inovasi dalam hubungan adalah kunci untuk menghindari kebosanan, dan memastikan bahwa Anda memiliki hubungan yang akan bertahan lama dan bertahan seumur hidup.

Menurut ku rasa bosan dalam suatu hubungan adalah sesuatu yang wajar, terlebih jika kita memang sudah lama bersama dia atau mungkin hubungan yang dimiliki dirasa terlalu datar, tidak ada masa naik dan turunnya. Rasa bosan sebaiknya dibiarkan saja karena memang nantinya akan berakhir. Saya pribadi kurang setuju kalau rasa 'bosan' dalam suatu hubungan merupakan sebuah hal yang tidak wajar hingga akhirnya membuat hubungan tersebut berakhir karena setiap manusia pasti ada saatnya memiliki masa jenuh atau bosan tak terkecuali terhadap pasangan ataupun hubungan yang dimiliki. Jadi jangan sampai hanya karena bosan, kalian langsung memutus hubungan begitu saja :sweat_smile:

Perasaan bosan bisa dirasakan pada siapa saja tanpa terkecuali pada pasangan. Di dalam sebuah hubungan, perasaaan bosan ini tentu saja hal yang sangat wajar. Adanya rutinitas yang selama ini dilakukan bersama dan itu-itu saja tentu saja akan menimbulkan kebosanan. Untuk itu, setiap pasangan, pada kedua pihaknya harus sama-sama mengerti jika mulai adanya bosan dan bahkan bisa saja berujung jenuh. Mengatasi hal ini, bisa dilakukan dengan membuat aktivitas baru yang sebelumnya tidak pernah dilakukan. Atau bisa juga, untuk saling mengintropeksi diri dan memfokuskan diri pada hobi masing-masing.

Dikutip dari Bustle, menurut para ahli, psikolog, dan terapis mengatakan bahwa, merasa bosan dalam hubungan cinta adalah sesuatu hal yang wajar. Rasa bosan sangat wajar terjadi pada dua orang yang menjalani sebuah hubungan ekslusif, terlebih jika sudah menjalaninya dalam waktu lama. Rachel A. Sussman, L.C.S.W., menyatakan bahwa otak secara otomatis terprogram untuk mencari hal-hal baru dan menarik. Oleh karenanya, seseorang bisa merasa bosan dengan sesuatu yang itu-itu saja dan telah lama dilakukan — termasuk menjalani hubungan asmara.

Kesimpulannya, jenuh dengan pasangan bukanlah tanda hubungan sudah tidak sehat, apalagi harus cepat-cepat diakhiri apabila memang benar masih tulus mencintainya. Rasa jenuh dengan hubungan hanyalah sebuah batu sandungan kecil dari perjalanan yang perlu dilewati.

Salah satu penyebab perpecahan dalam sebuah hubungan adalah rasa bosan atau jenuh. Saat hubunganmu sudah stabil, tak ada pertikaian, hingga sudah sama-sama nyaman, saat itulah Anda akan merasa bosan.

Lalu apakah rasa bosan dalam sebuah itu wajar? Sesuai dengan pendapat teman-teman di atas, memang rasa bosan dalam sebuah hubungan itu wajar dan aku juga setuju. Hal itu bisa terjadi karena hubungan yang monoton dan tidak ada perkembangan atau tidak ada hal-hal menarik yang membuat hubungan semakin menyenangkan.

Namun dengan adanya rasa bosan itu, bukan dengan gampangnya dijadikan alasan untuk mengakhiri sebuah hubungan, Justru rasa bosan itulah yang membuat sebuah hubungan kembali menjadi lebih sehat.

Hal yang bisa dilakukan dalam hubungan jika mulai timbul rasa bosan adalah :

  • Belajar hal baru bersama.
  • Meluangkan waktu untuk me time.
  • Merencanakan liburan atau melakukan kegiatan yang menyenangkan bersama.
  • Lebih mengapresiasi satu sama lain.
  • Lebih saling terbuka.