Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Pemburu Sertifikat Webinar VS Pemburu Ilmu Webinar, Kamu tipe yang mana?

maxresdefault|690x350

Sejak pandemi Covid-19 ini melanda seluruh penjuru dunia, hampir seluruh kegiatan yang biasa dilakukan secara tatap muka, sekarang harus dilaksanakan secra online atau akrab disebut daring. mulai dari pembelajaran formal, bekerja, kegiatan organisasi, volunteer dan kegiatan lainnya dilakukan secara daring. begitu pula dengan seminar yang biasa dilakukan di aula besar, tatap muka dengan pembicara, mendapatkan snack, juga marchandise eksklusif dari penyelenggara harus dilakukan secara daring.

Dari kegiatan daring inilah muncul orang-orang yang hanya ingin mendapatkan bukti mengikuti kegiatan tanpa harus mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir atau biasa dikenal dengan pemburu sertifikat, yang biasanya selalu meramaikan fitur chatbox dengan kalimat "link absennya mana ya,ka?" atau "budi dari bandung hadir" atau mereka biasanya meminta rekaman dari kegiatan tersebut dengan alasan untuk di review. di sisi yang berbeda, ada juga sekelompok orang yang benar-benar ingin mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari kegiatan daring ini sehingga memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, bertanya hal yang masih belum dimengerti.

dari kedua tipe peserta webinar diatas, kamu tipe yang mana? bagaimana pandanganmu akan fenomena yang sudah tidak asing ini?

103

Illmu dari seminar penting tapi mengumpulkan sertifikat untuk syarat kelulusan juga sama pentingnya, kalau seminar sesuai dari minat dan passion kita, kita bisa ambil dari seminar tersebut. Seminar yang menarik dan cara membawa topik yang enak membuat peserta menyukai dan dapat mengambil illmu dari seminar tersebut.

[date=2021-09-08 time=10:50:00 timezone="Asia/Jakarta"]
KK Sosmed Podcast - Elisabeth Maranatha

Baik pemburu sertifikat maupun pemburu ilmu menurutku keduanya sama saja benar dan penting, alias ya sudah gapapa. Sertifikat banyak diperlukan untuk keperluan mendaftar magang, mendaftar sidang skripsi, ataupun menambah daftar di CV (untuk pelatihan/workshop). Ilmupun penting untuk menambah skill, menambah pengetahuan, atau memperkuat ilmu yang sudah dimiliki. Setauku atau sepengalamanku, para pemburu sertifikat masih mengikuti alur kegiatan webinar walaupun mungkin hanya sebentar, karena bagaimanapun juga saat dia memlih webinar tersebut untuk diikuti pasti setidaknya ada ketertarikan dalam topik maupun pembicara. Pemburu ilmupun tidak semerta-merta ingin 'pulang' dengan tangan kosong dan pastinya tetap menginginkan dapat sertifikat.

dalam pengalaman saya sebagai panitia seminar nasional, beberapa kampus di Indonesia terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan pendaftaran sidang skripsi salah satunya adalah sertifikat seminar.

Oleh karena hal tersebut menurut saya wajar saja peserta seminar atau saat ini yang ramai adalah webinar mengharapkan dan meminta adanya sertifikat tersebut. selain itu, dengan adanya sertifikat juga menjadi salah satu daya tarik agar orang ingin turut serta dalam acara yang diselenggarakan tersebut.

kalau saya lebih suka mencari webinar atau seminar yang sesuai dengan minat saya, dan dengan senang hati apabila terdapat sertifikat setelah mengikuti kegiatan tersebut. karena apabila tidak sesuai dengan minat saya atau sekedar mencari sertifikat saja, saya jadi malas untuk mendengarkan seminarnya jadi seperti percuma ikut kegiatan tersebut.

selain itu, dengan adanya sertifikat saya juga jadi ingat pernah mendapatkan ilmu tentang hal tersebut dan mencoba untuk mencari catatan yang biasanya saya buat saat menghadiri seminar-seminar tersebut agar bisa mengingat kembali materinya.

Fenomena ini sudah tidak asing bagi saya.
Jika memilih diantara dua kategori ini, pastinya saya merupakan orang yang lebih fokus ke ilmunya daripada sertifikatnya, toh sertifikat hasil webinar sendiri tidak terlalu berpengaruh dalam resume/CV kita. Kecuali kita sebagai moderator ataupun pembicara dalam webinarnya. Sertifikat yang berpengaruh terhadap resume kita antara lain sertifikat menang lomba, sertifikat keorganisasian, sertifikat pelatihan profesional dan sebagainya.

Seminar yang menyediakan sertifikat akan lebih banyak menarik perhatian masyarakat dibandingkan dengan seminar yang tidak menyediakan sertifikat. Pada dasarnya, sertifikat digunakan sebagai bukti telah mengikuti kegiatan seminar dan menambah poin plus ketika melamar kerja nanti.

Saya sebagai mahasiswa juga merasakan pentingnya sertifikat seminar sebagai tambahan Angka Kredit Mahasiswa (AKM). Karena sebagian kampus, ada yang menjadikan syarat untuk mengikuti seminar sebagai pengajuan skripsi dan tugas akhir. Selain itu, sebagai pelamar kerja nantinya, sertifikat dari seminar bisa ditambahkan sebagai daftar Curriculum Vitae (CV) yang pernah diikuti.

Namun, perilaku pemburu sertifikat terkadang membuat miris karena hanya ingin mendapatkan sertifikat tersebut tanpa memahami ilmu yang telah diberikan di seminar. Padahal, seminar biasanya diselenggarakan oleh intuisi dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dan profesional. Jangan sampai, seminar yang telah kita ikuti terbuang sia-sia ilmunya karena hanya mengincar sertifikat saja.

Kalau saya pribadi mengikuti webinar untuk mengambil ilmunya, terkadang jika tidak mendapat sertifikatpun tidak masalah, karena yang menarik bagi saya isi dari webinarnya.

Ya, Fenomena ini sudah sangat tidak asing, banyak saya jumpai ketika mengikuti webinar, acara baru dimulai sudah ada saja yang meminta link absen, namun kembali lagi "pemburu sertifikat" ini pasti mempunyai tujuan tersendiri, bisa jadi mereka benar-benar ingin mengejar ilmunya dan mengumpulkan sertifikatnya untuk hal-hal tertentu, misal: syarat sidang atau kelulusan harus mempunyai 10 sertifikat, sedangkan ada seseorang yang dari dulunya tidak tertarik atau tidak mempunyai waktu untuk mengikuti seminar/webinar maka sudah dijamin dia akan menjadi si "pemburu sertifikat".

Pada awalnya saya lebih berfokus kepada sertifikatnya, namun setelah mengikuti webinarnya, saya justru tertarik mendengarkan ilmu yang ada dalam setiap webinar yang saya ikuti, sehingga sampai sekarang jika sayamengikuti webinar, saya lebih tertarik kepada ilmunya, tapi juga sertifikatnya wkwk

Pemburu sertifikat webinar dengan pemburu ilmu webinar menurut saya keduanya sangat penting. Seperti yang kita ketahui, di kampus sertifkat seperti webinar, gitu-gitu ada yang menjadi salah satu persyaratan untuk bisa lulus dari kampus, seperti kampus saya. Lalu, ilmu webinar juga sangat penting untuk masa depan kita.

Sepengalaman saya sendiri, mengikuti kegiatan web seminar atau webinar merupakan selingan kegiatan selain kegiatan utama sehari-hari. Biasanya saya mengikuti seminar jika memang tema yang diangkat sesuai dengan minat saya, sehingga dengan ini alasan saya mengikuti tidak melulu tertuju pada e-sertifikat melainkan dengan pembahasan yang dibawakan. Meskipun tidak salah juga jika ada yang mengikuti webinar dengan tujuan mendapatkan e-sertifikat, karena beberapa kampus mempunyai persyaratan kepemilikan SKPI dengan jumlah tertentu sebagai syarat kelulusan.

Awalnya saya adalah hanya seorang pemburu sertifikat webinar karena untuk sidang skripsi saya harus mengumpulkan beberapa sertifikat untuk dikonversikan menjadi poin.

Namun sekarang ini saya mulai mempunyai minat pada beberapa hal, dan itu membuat saya mencari-cari webinar yang sesuai dengan minat saya. Entah webinar tersebut mendapat e-sertif atau tidak, entah berbayar atau free.

Karena kadang ilmu atau pandangan dari pembicara dari webinar tersebut lebih menberikan insight baru dan cara berpikir baru yang tentunya lebih berharga daripada hanya sebuah sertifikat.