Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apakah Diversifikasi Pangan Berhubungan Dengan Pemenuhan Gizi Seimbang?

pangan-dan-gizi|690x362

Diversifikasi pangan merupakan program yang dimaksudkan agar masyarakat tidak terpaku pada satu jenis makanan pokok saja dan juga mendorong mengonsumsi bahan pangan lainnya sebagai pengganti makanan pokok yang selama ini dikonsumsinya. Di Indonesia, diversifikasi pangan dimaksudkan agar masyarakat Indonesia tidak menganggap nasi sebagai satu-satunya makanan pokok yang tidak dapat digantikan oleh bahan pangan yang lain. Indonesia memiliki beragam hasil pertanian yang sebenarnya dapat dijadikan makanan pokok seperti sukun, ubi, talas, dan sebagainya yang dapat menjadi faktor pendukung utama diversifikasi pangan. Diversifikasi pangan juga berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat sehingga nutrisi yang diterima oleh tubuh bervariasi dan seimbang, dikarenakan manusia membutuhkan 45 jenis zat gizi dari makanan yang dikonsumsinya, dan tidak hanya satu bahan pangan yang mampu memenuhi kebutuhan gizi manusia.

Menurut pendapat kalian apakah diversifikasi pangan berhubungan dalam pemenuhan gizi seimbang?

298

Menurut saya dengan adanya diversifikasi pangan dapat membantu pemenuhan gizi seimbang. Karena seperti yang kita ketahui, sumber zat gizi seperti karbohidrat tidak hanya didapatkan dari satu sumber, misal beras. Tetapi, masih banyak bahan pangan yang dapat menjadi sumber karbohidrat, seperti singkong, jagung, ubi, dan lain-lain. Sehingga, keseimbangan gizi akan dapat terpenuhi, malah bisa lebih baik. Selain itu, hal ini akan membuat petani selain petani padi tetap makmur.

menurut saya diversifikasi pangan sangat berhubungan dengan pemenuhan gizi seimbang. Dalam pemenuhan gizi seimbang kita memerlukan beberapa nutrisi seperti protein, serat, mineral, karbohidrat dan lemak. Sumber nutrisi tersebut asalnya sangat beragam. Seperti contohnya protein , protein dapat berasal dari hewani dan nabati. Apabila anda memiliki alergi protein hewani dalam susu biasanya untuk alternatif lain dapat digantikan susu kedelai.
Di Indonesia sendiri terdapat sorgum sebagai pengganti beras. Hal ini sangat menguntungkan untuk melepas sedikit demi sedikit ketergantungan terhadap impor beras.

Diversifikasi pangan diciptakan untuk memperoleh keanekaragaman zat gizi dan tidak ketergantungan dengan satu jenis makanan pokok. Di lain sisi, diversifikasi pangan di Indonesia juga lebih ingin mengunggulkan bahan pangan lokal yang gak kalah penting khasiatnya sebagai sumber energi seperti umbi-umbian.
Jadi tentulah diversifikasi pangan memiliki kaitan dengan gizi seimbang, karena tubuh juga membutuhkan beragam jenis makanan.

Diversifikasi pangan sangat berpengaruh terhadap pemenuhan gizi yang seimbang, karena salah stau tujuan diversifikasi pangan sendiri adalah untuk mencipatakan gizi yang seimbang. Dengan adanya diversifikasi pangan memudahkan manusia untuk memenuhi gizi seimbangnya.

Menurut saya, diversifikasi pangan berhubungan dalam pemenuhan gizi seimbang karena manusia memerlukan nutrisi untuk tubuh. Nutrisi tersebut didapatkan tidak hanya dari satu bahan pangan saja tetapi dari banyak jenis bahan pangan.

menurut saya, diversifikasi pangan tentunya berhubungan dalam pemenuhan gizi seimbang. dengan memvariasikan makanan pokok yang dikonsumsi dan tidak terfokus pada satu jenis komoditas saja, kebutuhan masyarakat akan gizi yang bermacam-macam bisa terpenuhi. hal tersebut dapat diakibatkan setiap pangan memiliki kandungan gizi yang berbeda-beda dan kebutuhan gizi masyarakat tidak dapat terpenuhi hanya dengan mengonsumsi satu jenis komoditas saja. semakin bervariasi pangan yang dikonsumsi, maka semakin terlengkapi kebutuhan gizi masyarakat.

Adanya diversifikasi pangan jelas kaitanya dengan pemenuhan gizi, dan agar masyarakat memiliki perspektif yang luas akan sumber makanan yang bergizi tidak hanya berfokus pada makanan yang biasa dimakan saja.
Dengan mengetahui informasi bahwa banyak referensi kandungan makanan yang dapat dijadikan sumber karbo,protein dll. maka masyarakat juga bisa lebih sadar akan pemenuhan gizi seimbangan yg harus dikonsumsi.

Menurut saya, diversifikasi pangan merupakan merupakan kemampuan untuk meningkatkan gizi pangan yang seimbang, sehingga kebutuhan nutrisi dalam tubuh bisa terpenuhi. Nutrisi yang dibutuhkan antara lain adalah mineral, protein, karbohidrat, vitamin, dan lemak.
Kebutuhan nutrisi pangan tersebut harus dipenuhi, apabila seseorang memiliki ketidakmampuan/ alergi dalam mengkonsumsi makanan.
Apabila kekurangan nutrisi yang seharusnya dibutuhkan dalam tubuh, maka akan terjadi sesuatu yang kurang baik, seperti terkena suatu penyakit atau kelainan dalam tubuh. Maka dari itu masyarakat juga harus mengetahui urgensi dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi pangan.

Menurut saya, dengan diversifikasi pangan tersebut tentu menjadikan pemenuhan gizi lebih seimbang karena dengan memvariasikan jenis pangan yang kita konsumsi tentu memberikan gizi yang lebih seimbang dibanding dengan hanya mengkonsumsi satu jenis pangan saja. Jika mengonsumsi pangan yang beragam maka gizi yang kita dapatkan tentunya juga akan beragam dan lebih seimbang. Misalnya, kita memvariasikan sumber karbohidrat yang biasa kita konsumsi yaitu beras dengan sumber karbohidrat lainnya seperti ubi, singkong, talas, dll. Selain dapat memenuhi gizi yang seimbang, diversifikasi pangan dapat menjadikan kita tidak bergantung pada komoditas beras saja.

Pada dasarnya diversifikasi pangan memiliki tujuan salah satunya yaitu menciptakan pemenuhan gizi seimbang dalam masyarakat. Contohnya, masyarakat Indonesia yang memiliki mindset bahwa beras adalah makanan pokoknya. Hal ini membuat gizi atau nutrisi yang dikonsumsi masyarakat secara luas hanyalah berasal dari beras. Namun sebaliknya, dengan adanya diversifikasi pangan, mindset keberadaan makanan pokok ini sedikit bergeser karena terdapat berbagai macam jenis makanan pokok lain selain beras, seperti singkong, jagung, sorgum dll. Berbagai macam makanan pokok ini memiliki banyak sekali gizi yang berbeda jika dibandingkan. Oleh karena itu, dengan adanya diversifikasi pangan maka pemenuhan gizi atau nutrisi masyarakat akan semakin banyak dan semakin terpenuhi karena konsumsi setiap harinya memiliki kandungan gizi yang saling melengkapi kebutuhan setiap manusia.