Pembangunan pangan dan perbaikan gizi masyarakat yang bertumpu pada swasembada pangan yang dinamis disertai dengan keseimbangan mutu dan pola konsumsi pangan yang memenuhi pedoman umum gizi seimbang merupakan upaya mendasar untuk mempertahankan kelangsungan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Pembangunan pangan diarahkan untuk mengembangkan sistem pangan nasional yang andal, mencakup rangkaian kegiatan yang saling terkait mulai kegiatan produksi, pengolahan, distribusi, dan pema¬saran pangan sampai tingkat rumah tangga untuk mencapai ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat. Dalam dua tahun pertama Repelita VI pembangunan pangan telah meningkatkan ketersediaan pangan yang cukup dalam jumlah, mutu gizi maupun keragamannya dengan harga yang terkendali dan terjangkau oleh daya bell masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan nyata petani sehingga tetap terdorong untuk meningkatkan produksi.
Perkembangan produksi pertanian telah meningkatkan penye¬diaan beberapa komoditas penting pangan per kapita per tahun seperti beras, jagung, daging, telur, susu dan ikan. Kenaikan terbesar terjadi pada jagung dan susu, yaitu masing-masing sebesar 15,6 persen dan 46,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan produksi tersebut berhasil meningkatkan persediaan energi dan protein rata-rata per kapita per hari, masing-masing menjadi 3.055 kilokalori dan 69,2 gram, dari 2.856 kilokalori dan 66,0 gram. Bersamaan dengan peningkatan produksi beberapa komoditas tersebut meningkat pula diversifikasi pangan yang tersedia untuk dikonsumsi, yaitu seperti ditunjukkan pada pola pangan harapan (PPH) tahun kedua Repelita VI yang sudah mencapai 72,0.
Upaya perbaikan gizi dipusatkan pada penanggulangan masalah gizi-kurang di kalangan masyarakat miskin terutama di desa-desa IDT. Dalam Repe1ita VI dirintis program pemberian makanan tambahan anak sekolah (PMT-AS) yang pada tahun kedua Repelita VI dilaksanakan di 460 SD di 20 propinsi. Demikian pula telah disusun dan diterbitkan pedoman umum gizi seimbang (PUGS) sebagai dasar penyuluhan gizi masyarakat perkotaan dan perdesaan. Dengan PUGS diupayakan menangani konsumsi pangan rakyat secara seimbang sesuai persyaratan gizi. PUGS tidak saja penting untuk mencegah kekurangan gizi tetapi juga mencegah kecenderungan masalah gizi¬lebih di kalangan masyarakat tertentu. Upaya penanggulangan kekurangan iodium (GAKI) ditingkatkan dengan program iodisasi garam