Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apakah Diversifikasi Pangan Berhubungan Dengan Pemenuhan Gizi Seimbang?

pangan-dan-gizi|690x362

Diversifikasi pangan merupakan program yang dimaksudkan agar masyarakat tidak terpaku pada satu jenis makanan pokok saja dan juga mendorong mengonsumsi bahan pangan lainnya sebagai pengganti makanan pokok yang selama ini dikonsumsinya. Di Indonesia, diversifikasi pangan dimaksudkan agar masyarakat Indonesia tidak menganggap nasi sebagai satu-satunya makanan pokok yang tidak dapat digantikan oleh bahan pangan yang lain. Indonesia memiliki beragam hasil pertanian yang sebenarnya dapat dijadikan makanan pokok seperti sukun, ubi, talas, dan sebagainya yang dapat menjadi faktor pendukung utama diversifikasi pangan. Diversifikasi pangan juga berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat sehingga nutrisi yang diterima oleh tubuh bervariasi dan seimbang, dikarenakan manusia membutuhkan 45 jenis zat gizi dari makanan yang dikonsumsinya, dan tidak hanya satu bahan pangan yang mampu memenuhi kebutuhan gizi manusia.

Menurut pendapat kalian apakah diversifikasi pangan berhubungan dalam pemenuhan gizi seimbang?

297

Dari yang saya baca tujuan diversifikasi konsumsi pangan lebih ditekankan sebagai usaha untuk menurunkan tingkat konsumsi beras, dan diversifikasi konsumsi pangan hanya diartikan pada penganekaragaman pangan pokok, tidak pada keanekeragaman pangan secara keseluruhan. Menurut saya dalam hal ini tidak terlalu berpengaruh pada pemenuhan gizi seimbang, karena disini konsepnya seperti mengurangi atau mengganti konsumsi pangan pokok yang biasa dikonsumsi sehari-hari (beras) dengan konsumsi pangan pokok lain yang mungkin mempunyai nilai gizi yang setara. Kondisi ini dilakukan agar tidak terjadi ketergantungan pada beras yang ditakutkan dapat menyebabkan memudarnya kondisi pluralisme dalam food habit atau kebiasaan makan, menginggat penduduk Indonesia yang terus bertambah sehingga akan mempengaruhi peningkatan pada kebutuhan konsumsi pangan pokok tersebut.

Menurut saya Diversifikasi pangan berhubungan dengan pemenuhan gizi yang lebih seimbang karena kita sebagai manusia dalam memanfaatkan kekayaan alam yang ada tdk terpaku pada beras sbg makanan pkok, keanekaragaman pangan itu perlu karena msh byk sumber pangan yg blm terjamah manusia, serta perlunya jg edukasi ke masyarakat mengubah pola pikir masyarakat bahwa "bukan orang indonesia klo tdk mkn nasi" menjadi "sumber karbohidrat tdk hanya dr nasi saja" Karena nasi sendiri jg tdk baik jika dikonsumsi dalam jumlah yg besar dan rentan terkena penyakit. Perlunya edukasi kpd warga untuk mengenali umbi-umbi dan ajakan untuk kembali ke alam.
Selebihnya msh perlu pengolahan dan pengawetan lebih lanjut agar mereka mampu menikmati pangan tersebut.

saya setuju dengan pendapat Kak Rere bahwa keanekaragaman pangan sangat diperlukan, mengingat potensi-potensi komoditas lain yang dapat dijadikan alternatif pengganti beras. dengan adanya diversifikasi pangan dapat mengubah pola konsumsi masyarakat agar tidak tergantung pada nasi saja. perlu adanya edukasi kepada masyarakat untuk memahami potensi sumber karbohidrat non beras

[quote="Nadaferika, post:2, topic:145137"]
Menurut saya dalam hal ini tidak terlalu berpengaruh pada pemenuhan gizi seimbang
[/quote]

Menurut saya hal ini sangat berpengaruh karena salah satu pilar utama dalam pemenuhan gizi seimbang adalah mengonsumsi bermacam-macam jenis pangan tidak hanya satu komoditas pangan yang mampu mencukupi kandungan gizi yang lengkap. Peanekaragaman jenis pangan untuk dikonsumsi seharusnya mencakup pangan sumber energi dan zat gizi sehingga mampu memenuhi kebutuhan akan pangan dan gizi yang baik dan bermutu

Menurut saya diversifikasi pangan sangat berhubungan dengan pemenuhan gizi seimbang. Melalui diversifikasi maka akan menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap beras. Jika masyarakat mulai tidak tergantung dengan beras, maka otomatis akan mendorong ketersediaan dan konsumsi pangan lokal yang beragam dan bergizi seimbang, seperti ubi-ubian, jagung, sorgum, kacang-kacangan, sagu, kentang, dan lainnya. Dengan melakukan diversifikasi pangan akan mengantisipasi bila terjadi kelangkaan beras yang akan memberikan
dampak besar terhadap pemenuhan kebutuhan konsumsi pangan bagi rumah
tangga, terutama kebutuhan energi dan protein. Sebagai contoh, daerah NTT memiliki kondisi lahan yang paling baik untuk tumbuh Sorgum berarti Sorgum bisa menjadi jawaban mengatasi malnutrisi di NTT. Diversifikasi pangan nantinya akan berdampak pada UMKM di sektor pangan di masing-masing daerah agar bisa berkembang. Dampak jangka panjangnya akan mempengaruhi ekonomi masyarakat yang bisa diwujudkan melalui hasil pertanian lokal yang berkualitas, yang membuat kita dapat mengantisipasi krisis pangan global disaat dunia tidak stabil seperti ini atau dengan kata lain ketahanan pangan Indonesia tetap kokoh.

menurut saya disversifikasi pangan sangat berhubungan dengab pemenuhan gizi seimbang hal ini dikarenakan tubuh manusia membutuhkan beragam nutrisi yang diperoleh dari berbagai jenis makanan. Contohnya saja makanan pokok berupa karbohidrat selama ini kita diindonesia menjadikan nasi sebagai makanan pokok padahal ada jenis makanan pokok lain yang dapar dikonsumsi secara berselanh seling seperti jagung,ubi, singkong, maupun talas. Meskipun nasi dengan makanan sumber karbohidrat lainnya memiliki unsur penyusun terbesar yang sama tetapi dari setiap bahan pangan ini tentunya memiliki unsur seperti mineral yang berbeda yang menjadi kelebihan dari masing-masing bahan pokok tersebut. Maka dari itu disversifikasi pangan daapt mempengaruhi pemenuhan gizi seimbang.

Ya... Diversifikasi pangan berhubungan erat dengan pemenuhan gizi seimbang karena tubuh memerlukan banyak jenis gizi yang bersumber dari berbagai jenis bahan pangan pula. Selain itu, misalnya 1 zat gizi bisa didapatkan dari beberapa bahan pangan misalnya ketika kita ingin mendapatkan asupan vitamin A, kita tidak harus hanya mengkonsumsi wortel saja tetapi juga bisa mendapatkan asupan vitamin A dengan mengkonsumsi hati ayam, keju, telur rebus dan berbagai bahan pangan yang memiliki kandungan vitamin A.

Tidak ada satu komoditas pangan tunggalpun yang memiliki kandungan gizi yang lengkap dan mencukupi. Oleh karena itu diversifikasi pangan diperlukan guna membantu pemenuhan gizi masyarakat. Di samping itu, setiap bahan pangan memiliki zat gizi yang berbeda beda. Dengan diversifikasi pangan kita dapat memperoleh zat gizi yang tidak ada dalam pangan tertentu. Selain itu, jika konsumsi dalam negeri untuk pangan pokok alternatif seperti jagung, ubi, singkong meningkat, kita juga membantu kemakmuran petani pangan lokal.

Saya sependapat dengan jawaban kak Ines, bahwa kita tidak bisa hanya mengandalkan satu komoditas pangan. Kita harus bisa mengonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, ikan, dan susu untuk pemenuhan gizi kita. Dengan tidak fokus dengan mengonsumsi satu bahan pangan yaitu nasi, kita juga bisa meningkatkan bahan pangan alternatif jika terjadi peningkatan konsumsi dalam negeri.

Seperti yang sudah dijelaskan tadi bahwa makna dari diversifikasi pangan menurut Riyadi (2003) adalah suatu proses pemilihan pangan yang tidak tergantung pada satu jenis bahan pangan, akan tetapi memiliki berbagai macam pilihan (alternatif) terhadapan bahan pagan tersebut. Dan diverfikasi pangan ini juga berhubungan dengan pemenuhan gizi yang seimbang. Seperti yang kita ketahui bahwa makanan pokok masyarakat Indonesia adalah nasi, tapi di wilayah lain atau bahkan di negara lain yang makanan pokoknya bukan nasi tapi pemunuham gizi mereka tetap seimbang. Mengapa demikian? Walaupun makanan pokok kita berbeda, numun jika kandungan gizi yang terdapat dalam makanan tersebut sesuai atau memenuhi gizi kita maka kita tidak perlu khawatir kebutuhan gizi menjadi tidak seimbang. Dengan catatan bahwa kita tahu gizi dan zat yang terkandung dala makanan pokok kita apakah sudah sesuai atau belum.
Contohnya masyarakat yang sedang menjalani gaya hidup vegetarian, mereka bisa mendaptkan gizi (karbohidrat) yang ada dalam nasi dengan memakan kentang yang memang juga memiliki kandungan karbohidrat di dalamnya atau juga bisa mengkonsumsi buah pisang. Contoh lain adalah sagu, yang merupakan makanan pokok masyarakat yang berada di wilayah Malulu dan Papua. Biasanya sagu ini mereka olah menjadi papeda, kandungan karbihidrat dalam sagu juga sangatlah tinggi. Tetapi mengkonsumsi sagu sama halnya dengan kita mengkomsumsi nasi beserta lauk pauknya.

menurut saya, diversifikasi dan gizi seimbang saling berhubungan. dari yang dipaparkan di atas, dikatakan bahwa salah satu peran diversifikasi pangan sebagai pemenuhan gizi seimbang dalam masyarakat. dengan adanya diversifikasi pangan, masyarakat lebih mengenal lebih banyak jenis makanan. makanan yang berbeda pasti gizi yang terdapat di dalamnya pun berbeda, meskipun misalnya sama-sama karbohidrat atau tanaman pangan. adanya diversifikasi pangan membuat makanan yang dikonsumsi akan bervariasi. masyarakat juga tidak akan bergantung pada satu jenis makanan pokok beras saja, melainkan tanaman pangan lain, yang dapat menjadi alternatif dan sumber karbohidrat yang sama-sama bergizi.

Diversifikasi pangan merupakan upaya untuk mendorong masyarakat agar makanan pokok lebih bervariasi untuk dikonsumsi sehingga tidak terfokus pada satu jenis saja.
Karena makanan pokok di Indonesia adalah dari beras hal ini diartikan sebagai pengurangan konsumsi beras yang dikompensasi oleh penambahan konsumsi bahan pangan non beras.
Diverifikasi pangan juga bermanfaat untuk memperoleh nutrisi dari sumber gizi yang lebih beragam dan seimbang.Pangan alternatif, seperti jenis umbi-umbian, yakni talas, gandum dan jagung, yang semuanya bisa dijadikan makanan pengganti beras sehingga gizi juga lebih beragam sehingga seimbang.
Dalam hal diversifikasi pangan perlu juga diperhatikan konsep kedaulatan pangan yaitu konsep pemenuhan hak atas pangan yang berkualitas gizi baik dan sesuai secara budaya, diproduksi dengan sistem pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.Ini juga cukup membuktikan bahwa diversifikasi pangan erat kaitannya dengan pemenuhan gizi seimbang.

Menurut saya Diversifikasi pangan tidaklah memiliki hubungan antara pemenuhan gizi seimbang. Gizi seimbang hanyalah diharapkan untuk pemenuhan nutrien yang diperlukan untuk tubuh saja, Diversifikasi pangan bertujuan agar ketika melakukan pemenuhan makanan bergizi seimbang tidak merasa jenuh karena mendapatkan atau mengonsumsi sumber pangan yang ada.

Apabila kita melakukan diversifikasi pangan maka tiap harinya kita mendapatkan gizi seimbang dari persentase berbagai nutrisi yang didapatkan dari kegiatan makan. Perubahan kebiasaan makanan pokok yang selalu dimakan bisa dialihkan untuk mengatasi apabila terjadi krisis/gagal panen pada makanan pokok tersebut.

menurut saya, diversifikasi pangan berkaitan dengan pemenuhan keseimbangan gizi manusia. kebutuhan zat gizi manusia per harinya harus terpenuhi agar tidak terjadi suatu penyakit kekurangan gizi atau malnutrisi, zat gizi yang dimaksud adalah seperti karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin. banyak sumber makanan yang ada di Indonesia yang mengandung zat gizi tersebut. Namun, seperti yang kita tahu bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia menganggap padi/beras sebagai makanan pokok yang tidak bisa ditinggalkan. hal ini sedikit mengkhawatirkan karena dapat memicu kelangkaan padi sebab permintaan konsumen yang semakin tinggi per tahunnya. padahal Indonesia memiliki banyak sumber karbohidrat lain yang dapat menjadi alternatif untuk memenuhi zat gizi harian kita, seperti singkong, sorgum, talas, ubi, dan kentang