Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Spiritualisme

Spiritualitas, pengembangan diri, tradisi spiritual, filsafat hidup, dan pengalaman batin.

415
Topics
1
Members
Apa makna serakah menurut ajaran Islam

Keserakahan manusia tidak akan pernah hilang kecuali setelah kematian menjemputnya. Dalam bahasa Arab, serakah disebut tamak yang artinya sikap tak pernah merasa puas dengan yang sudah dicapai. Karena ketidakpuasannya itu, segala cara pun ditempuh. Serakah adalah salah satu dari penyakit hati. Mereka selalu menginginkan lebih banyak, tidak peduli apakah cara yang ditempuh itu dibenarkan oleh syariah atau tidak. Tak berpikir apakah harus mengorbankan kehormatan orang lain atau tidak. Yang penting, apa yang menjadi kebutuhan nafsu syahwatnya terpenuhi. Bila tidak segera dibersihkan, penyakit sosial ini dapat menimbulkan malapetaka. Orang yang serakah, akan membuat mata hati dan pendengarannya menjadi tuli....

Usaha, Keberuntungan, Kesialan, dan Kesempatan: Penjelasan dari Sudut Pandang Budaya Romawi

“Fortunam trahit quisquis contendit, sed labem poscit quisquis nil agit” adalah sebuah kalimat dalam bahasa Latin yang saya ciptakan sendiri; cenderung singkat, tetapi cukup sarat makna. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kalimat ini kurang lebih memiliki arti demikian: “Siapapun yang berjuang dan berusaha [untuk meraih mimpinya], ia menarik hati keberuntungan; tetapi siapapun yang tidak melakukan apa-apa [untuk meraih mimpinya], ia mengundang kesialan.”...

PERSISTEN : Kunci sebuah konsistensi menggapai mimpi!

Persisten – Kata ini merupakan sebuah tolok seberapa daya juang kita untuk menggapai impian. Bagaimanapun juga, untuk menggapai sebuah tujuan tak lepas dari tantangan dan rintangan. Tuhan memberikannya bukan untuk mempersulit kita, namun menempa kita agar menjadi orang yang layak menerima impian itu. Persisten memiliki dua atribut yang butuh dipenuhi yakni berhenti mengeluh dan mulai bertindak!. Mengeluh hanya akan memberi dampak destruktif pada diri kita, mengasihani diri kita sehingga membatasi diri kita atas ketidakmampuan dalam mengatasi masalah. Bertindak tidak serta merta melakukan aksi, namun menyadari proses. Manusia kian ditempa kian berkembang, jika pribadinya memiliki kesadaran dalam berproses maupun kesadaran dalam belajar. Kita hidup memang memiliki tujuan. Namun Tuhan memberikan kita wewenang hanya dalam hal usaha, bukan hasil. Ingat, Proses bukanlah progres. Kita terlalu sering lupa untuk hal itu. Progres memiliki orientasi terhadap hasil, sementara proses memiliki orientasi pada usaha. Persisten tidak berdiri sendiri, dia memiliki lawan aksinya ialah permisif. Sikap ini membuat kita lebih menerima segala keadaan, realistis dalam berpikir serta meruntuhkan segala idealisme dalam diri. Hal tersebut memunculkan perilaku destruktif pada diri kita. Dampaknya membuat kita merasa berdamai dengan keadaan dalam tanda kutip menyerah pada keadaan. Kita perlu memahami bahwasannya manusia diberi kemampuan akal untuk terus berkembang menerjang batas, Jatuh? Bangkit lagi! Gagal? Coba lagi!. Jika menyerah pada semuanya, mau sampai kapan menajdi pecundang?....

Antara Kaki yang Lemah dan Mimpi yang Kuat

Berapa pun usia seseorang, masih berhak baginya untuk melukis mimpi. Entah itu tua atau muda, tak ada salahnya untuk menciptakan yang namanya mimpi. Usia bukanlah halangan bagi semua orang untuk terus bermimpi, dan mewjudkannya. Bagi sebagian orang, hambatan terbesarnya dalam merealisasikan mimpi-mimpi mereka adalah caci makian dari pihak luar. Baik itu diremehkan, direndahkan, dianggap gagal & tak mungkin berhasil, dan sebagainya. Atau, hambatan terbesarnya adalah dirinya sendiri? Ya, bisa jadi....

Sebuah Harapan dan Usaha

Jangan hanya mengandalkan harapan, untuk menjadi sukses. Tapi harus ada usaha, yang dilakukan untuk mewujudkannya. Semua kesuksesan tidak datang secara instan.Selalu ada ujian di dalamnya.Ujian yang dilalui tidaklah mudah, jatuh bangun menghampiri hingga kerap membuat putus asa. Rasanya ingin berhenti dan memilih untuk berharap sesuatu yang indah akan datang dengan sendirinya....

Seorang Sufi Sejati

Di bawah pandangan ruh kemanusiaan (al-Ruh al-Insaniyyah) Sa’di Syirazi mengatakan : أَنَّ الْعَارِفَ اَوْ الصُّوفِى هُوَ الَّذِى يَخْدُمُ النَّاسَ, لاَ الَّذِى يَخْتَار الْعُزْلَةَ وَالْاِعْتِكَافَ. وَاَنَّهُ لَا بُدَّ لَهُ اَنْ يَتَزَوَّدَ بِالْعِلْمِ. وَيَطْلُبُ مِنْ كُلِّ النَّاسِ حَتَّى الْحُكَّامِ اَنْ يَتَخَلَّقُوا بِأَخْلاَقِ الدَّرْوِيشِ. ...

Jalan Bertemu Allah Dan Bidadari

Satu keluarga yang hampir saban hari hadir di masjid dan tampil bak orang baik hati, saleh dan religius, akhirnya meledakkan bom bunuh diri di depan rumah ibadah umat Kristiani di Surabaya. 13.05.2018. Tubuh mereka hancur lebur berantakan. Konon aksi itu disebut oleh para pengagumnya sebagai "Istisyhad", ingin menjadi "Syahid" (pahlawan, martir). Mereka menolak sebutan "Intihar" (bunuh diri). Karena mereka tahu Intihar itu dosa besar dan masuk neraka. Sedangkan Istisyhad dijamin masuk sorga langsung tanpa melalui proses pemeriksaan amal (bi Ghair hisab). Keluarga itu tampaknya sangat yakin bahwa "Istisyhad" itulah cara tercepat dan terbaik untuk masuk sorga dan kelak akan berada di samping Tuhan. Mereka juga yakin mati dengan cara itu kelak akan mengantarkannya bertemu dan berkumpul dengan para bidadari dan "bidadara-bidadara" yang ganteng-ganteng dan perkasa-perkasa....

Warisan Terbaik adalah Pengetahuan tentang Ketuhanan

لم يكن الموت هو الذى يقلقنى . لاننى لم اكن اعتبره نهاية . بل ما كان يقلقنى هو ان أموت من دون ان أخلّف تراثا. أريد ان انقل المعارف التى توصلت اليها الى شخص آخر . سوآء كان أستاذا ام تلميذا. ...

Sesungguhnya, Segala Sesuatu Selain Allah Pasti Akan Hilang Lenyap

Labid bin Rabi'ah, adalah penyair besar Arabia yang hidup sebelum dan sesudah kenabian Muhammad Saw. Dia dipandang sebagai penyair terbesar di antara para penyair besar Arab : Imri al-Qais, Hasan bin Tsabit, Zuhair bin Abi Sulma, Nabighah al-Dzibyani dan lain-lain. Labid (atau Lubaid) adalah seorang musyrik, kafir pagan, sebelum akhirnya masuk Islam dan menjadi penyair muslim yang baik. Saat masih musyrik ia menggubah puisi-puisi yang indah. Puisi-puisinya ini memeroleh inspirasi dari ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dipelajarinya secara tekun. Ada salah satu puisinya yang sangat terkenal yang dibacakan di hadapan Nabi Saw, dan beliau memujinya. Inilah puisi yang indah dan menggetarkan kalbu pendengarnya itu :...

Mencari Kata-kata Indah

Sudah berhari-hari, suasana jiwa dan pikiran bangsa ini tampak begitu lelah dan berat. Karena harus terus melayani celoteh kebencian mereka yang tak berpikir dan hanya mengumbar hasrat egoisme yang tak pernah terpuaskan. Dalam suasana kejiwaan bangsa seperti itu, aku menemukan kembali kata-kata indah Ali bin Abi Thalib, sepupu dan menantu Nabi. Ia memberi nasehat penting. Katanya :...

Jangan Cemaskan Esok

Seorang teman datang untuk curhat. Wajahnya tampak lesu seperti menyimpan gelisah. Lalu bercerita dengan suara lirih dan tersendat-sendat, tentang hari esok yang tak pasti, terutama rizkinya. Ada sejumlah orang di rumah yang saban hari menunggunya: isteri dan anak-anaknya. Aku hanya bilang : keadaan psikologi cemas akan esok itu dialami banyak sekali orang di bumi ini, termasuk aku. Bukan hanya untuk alasan rizki, tetapi juga untuk alasan akan hilangnya kenikmatan hidup, ditinggal kekasih, pensiun, tua dan kematian....