Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Upload Twibbon, Bikin Efektif atau Malesin?

Lazzy|690x350

[details="Sumber Gambar"]
https://www.motherandbaby.co.id/
[/details]

Seperti yang kita tau, twibbon menjadi populer dan akrab sebagai syarat untuk mengikuti suatu kegiatan. Seperti webinar, pelatihan, magang, volunteer sampai ramai difungsikan untuk membuat gerakan campaign, dengan tujuan agar banyak menarik minat orang-orang yang belum mengetahui informasi tersebut supaya ikut bergabung. Namun, tidak jarang juga sebagian orang merasa berat untuk mengupload twibbon terutama yang jarang meng-upload wajah mereka di sosial media.

Menurut Youdisc apakah ketentuan mengupload twibbon malah membuat seseorang menjadi merasa malas? Seperti apa keefektifan twibbon dalam suatu event, misal tidak ada twibbon adakah opsi lain yang lebih membuat nyaman? Yuk berpendapat!

187

Memang bikin malas untuk aku pribadi, tapi aku bisa lihat manfaatnya, sih. Nggak bisa dipungkiri, kalau ada lomba atau event yang mengharuskan unggah twibbon, kadang aku langsung lewatin alias nggak jadi ikut. Tapi kalau dipikir-pikir, dengan adanya twibbon, itu bisa membantu menaikkan self esteem kita, lho. Memang terasa memalukan, bikin insecure , dan lain-lain—tapi memang itu efektif untuk membiasakan diri kita menjadi percaya diri. Tapi kembali lagi, aku sendiri memang malas dengan twibbon, tapi nggak bisa tutup mata juga kalau twibbon efektif untuk melatih kepercayaan diri.

Menurut saya twbbon sangat efektif. Orang-orang dapat mendukung kampanye Anda dengan menambahkan Twibbon – ikon kecil merek Anda yang ditambahkan ke gambar profil mereka di Facebook dan Twitter. Twibbon adalah salah satu dukungan paling abadi, visual, dan pribadi yang dapat diberikan seseorang, dan selalu terlihat oleh teman dan pengikut setiap pendukung.

Sebetulnya aku paham maksud pihak penyelenggara untuk mewajibkan peserta mengupload twibbon, pasti dalam rangka branding acara, tapi, sayangnya, hal ini justru malah bikin peserta males (seperti aku ini wkwk) karena yaa kenapa sih harus post twibbon, kenapa ngga di ganti ke tugas lain aja, misalnya bikin video singkat di instagram stories atau reels, durasinya singkat aja gapapa, itu udah cukup nambah skill peserta.
Kecuali, twibbon untuk ospek, nah aku masih sepakat dengan syarat ospek yang satu ini, sebab dari pengalamanku sendiri, aku bisa join grup angkatan & ospekku, karena aku cari melalui hastag sesuai prodiku, dan aku menemukan salah satu temanku melalui twibbon yang ia posting.
Inilah mengapa aku diawal mengatakan bahwa sedikit efektif, karena tujuannya tercapai. Berbeda kasus dengan acara2 lainnya, justru bikin peserta males, akhirnya mereka posting ke second account, dan tujuan branding pihak penyelenggarapun tidak tercapai, sama saja.

Menurutku pribadi mengupload twibbon entah untuk kegiatan lomba, pendaftaran magang, pendaftaran volunteer, dan sebagainya, itu merupakan bagian dari strategi marketing karena lembaga tersebut akan mendapat exposure berupa "ads" gratis dengan cara twibbon di feed Instagram maupun lewat story. Aakan tetapi, memang tidak semua orang yang memiliki social media suka upload foto. Sebagian besar hanya digunakan untuk mendapatkan informasi dan hiburan sehingga banyak dari kita sudah malas duluan untuk upload foto twibbon apalagi jika foto tersebut harus pakai foto diri sendiri. Namun, di sisi lain ada juga yang upload twibbon di second account-nya, hal ini sebenarnya tidak efektif bagi lembaga/brand tersebut karena yang melihat konten tersebut pasti sedikit karena tidak tereskpos banyak orang.

Jadi, untuk pertanyaan di atas sebenarnya bisa disimpulkan twibbon efektif hanya untuk lembaga/brand yang dimaksud dan "malesin" bagi para peserta.

Menurut saya sendiri penggunaan twibon memiliki alasan yang baik yaitu memperkenalkan siswa baru kepada senior lainnya. Hal ini bisa menjadi sarana juga untuk senior mereka agar mereka dapat mengetahui siapa saja orang-orang baru yang masuk ke rana sekolah/kuliah mereka, tetapi di sisi lainnya untuk manfaatnya sendiri kurang menarik karena terkadang cenderung memaksakan orang untuk mengupload twibon yang di sosial media seperti instagram. Mereka akan cenderung tidak ingin mengupload gambar mereka dikarenakan

Twibbon merupakan yang dipakai untuk menggambarkan suatu bingkai foto/gambar yang didesain dengan sedekimian rupa dengan menggunakan elemen, gradasi, tulisan dan lain sebagainya. Twibbon ini bertujuan untuk mempromosikan suatu kegiatan/acara yang akan dilaksanakan. Menurut saya, dengan mengaploud twibbon ini bikin efektif karena dapat dilihat oleh seseorang dalam media sosial salah satunya Instagram. Dan twibbon ini media promosi yang bersifat sebagai pendukung dari suatu kegiatan/acara. Nah, lebih efektif lagi apabila twibbon di aploud pada salah satu media sosial yang banyak diminati seperti tik tok dan reels pada instagram. Karena akan membuat acara tersebut yang dipromosikan menggunakan twibbon ini akan terkenal dan banyak peminatnya untuk mengikuti acara tersebut.

[details="Referensi"]
Mashudi, Arif. 2021. Apa aitu Twibbon? Apa Manfaat dan Bagaimana Cara Membuatnya?. Diakses pada tanggal 14 September 2021 pada link https://www.diadona.id/d-stories/apa-itu-twibbon-apa-manfaat-dan-bagaimana-cara-membuatnya-210709b.html
[/details]

[quote="andinalarasati, post:4, topic:161675"]
Menurut aku, jika tujuannya adalah untuk membantu kegiatan promosi acara, lebih baik peserta diminta untuk membuat konten video singkat di story atau reels karena selain mengasah kreativitas, engagement -nya juga pasti lebih meningkat daripada hanya meng- upload twibbon di feeds .
[/quote]
Saya setuju dengan ini Karena peserta akan lebih produktif dan memiliki minat yang tinggi untuk mengikuti Acara tersebut, selain membuat untuk acara tersebut para peserta dapat menunjukan keterampilan mereka. mungkin supaya bisa menarik banyak orang penyelenggara acara bisa memberikan feedback atau semacamnya. Menurut saya mengupload Twibbon sebenarnya lumayan efektif karena caranya hampir mirip dengan promosi lewat mulut ke mulut. Selain itu media sosial dinilai lebih cepat menyebar untuk menyampai sebuah informasi.

Namun sayangnya yang membuatnya tidak efektif kembali lagi kepada orang yang menguploadnya, banyak orang yang malas bahkan tidak nyaman untuk mengupload foto mereka sehingga kebanyakan mereka akan menggunakan fake account. Hal itu menyebabkan kurang efektifnya penyebaran informasi terkait acara itu.

Sebagai orang yang tidak begitu aktif bermain media sosial, aturan untuk memasang twibbon membuat saya tdak terlalu tertarik dan tidak efektif. Contohnya, ada beberapa beasiswa yang salah satunya menggunakan rules bagi para applicantsnya, untuk mengupload foto dengan menggunakan twibbon di social media. Saat membaca aturannya saja sudah membuat saya berpikir ulang kembali untuk ikut ataukah tidak, karena rasa malasnya menggunakan twibbon tersebut. Sebenarnya, rules yang dibuat ini pun berguna untuk menarik banya applcants/peserta yang sekiranya masih belum mengetahui informasi ini, tetap tidak dapat dipungkiri bahwa cukup banyak juga yang tidak suka dengan rules ini. Sebagai gantinya, mungkin bisa dengan hanya meng-upload dalam bentuk instagram story tanpa harus memasukkan foto kita di dalamnya.

Menurut saya, upload twibbon bisa dikatakan efektif ataupun tidak. Pada dasarnya, twibbon dibuat oleh panitia acara untuk menunjukkan kepada masyarakat luas dan mempromosikan acaranya agar mereka tertarik juga untuk berpartisipasi dalam acara tersebut. Semakin menarik twibbon yang dibuat maka akan semakin menarik orang-orang untuk menggunakannya. Dengan demikian, twibbon dirasa cukup efektif bagi penyelenggara acara atau panitia.
Namun, beberapa orang justru menganggap hal tersebut tidak efektif atau membuat mereka enggan untuk mengikuti acara atau event. Karena tidak semua orang suka untuk memposting foto atau dirinya sendiri di media sosial, sehingga persyaratan adanya twibbon dianggap terlalu ribet dan menurunkan motivasi peserta untuk mendaftar. Mereka cenderung mendaftar ke beberapa event yang tidak mewajibkan untuk upload twibbon.

Twibbon biasanya digunakan oleh panitia untuk memeriahkan event atau project tertentu serta untuk promosi event apalagi ditengah masa pandemi seperti ini. Tetapi, dari perspektif peserta hal ini kurang menarik bahkan bisa menjadi alasan kuat seseorang tidak ingin maupun tidak tertarik dengan event karena hal tersebut. Mengapa? karena melibatkan akun pribadi bahkan foto pribadi. Hal tersebut merupakan privasi. Dari pengalaman saya sebagai penyelenggara project pun, hal ini tidak efektif.