Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Upload Twibbon, Bikin Efektif atau Malesin?

Lazzy|690x350

[details="Sumber Gambar"]
https://www.motherandbaby.co.id/
[/details]

Seperti yang kita tau, twibbon menjadi populer dan akrab sebagai syarat untuk mengikuti suatu kegiatan. Seperti webinar, pelatihan, magang, volunteer sampai ramai difungsikan untuk membuat gerakan campaign, dengan tujuan agar banyak menarik minat orang-orang yang belum mengetahui informasi tersebut supaya ikut bergabung. Namun, tidak jarang juga sebagian orang merasa berat untuk mengupload twibbon terutama yang jarang meng-upload wajah mereka di sosial media.

Menurut Youdisc apakah ketentuan mengupload twibbon malah membuat seseorang menjadi merasa malas? Seperti apa keefektifan twibbon dalam suatu event, misal tidak ada twibbon adakah opsi lain yang lebih membuat nyaman? Yuk berpendapat!

191

Menurut pengalaman saya pribadi saya kurang suka jika disuruh untuk posting twibbon. Ya memang twibbon sendiri memiliki manfaat tersendiri bagi si penyelenggara, memudahkan mereka untuk bisa mengecek identitas dari peserta yang mengikuti acara tersebut. Namun mayoritas anak sekarang sangat enggan untuk disuruh posting twibbon dengan memaparkan muka mereka sendiri. Jadi bisa dibilnag efektif untuk penyelenggara / panitia nya, namun tidak untuk pesertanya.

Jika saya diposisikan menjadi peserta acara yang diwajibkan untuk mengupload twibbon saya merasa malas, karena jika saya mengikuti acara atau perlombaan saya cenderung tidak ingin diketahui oleh oran lain, jadi misalkan disuruh upload twibbon saya akan merasa keberatan dan akhirnya malah tidak menjadi ikut acara tersebut. Namun jika saya diposisikan menjadi penyelenggara acara tersebut, saya akan meraa upload twibbon ini merupakan cara yang cukup efektif, karena tidak perlu repot-repot acara arau program yang kita buat sudah tersebar sendiri oleh para peserta yang ingin ikut. Sekaligus menjadi cara saya untuk branding acara tanpa mengeluarkan dana.

Saya sendiri belum pernah upload twibbon ketika menjadi peserta suatu acara atau kegiatan, namun sepertinya berdasarkan pandangan saya twibbon ini kurang efektif. Banyak orang yang langsung skip ketika melihat twibbon di timelinenya. Seperti pendapat teman-teman di atas bahwa twibbon cukup efektif dalam mempromosikan acara atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Beberapa kali saya menemukan strategi yang kurang efektif mengenai twibbon, misalnya adanya kegiatan atau acara internal namun dipromosikan melalui twibbon di media sosial dan dilihat banyak orang, padahal acara tersebut hanya untuk orang-orang internal saja. Menurut saya hal seperti ini yang mungkin membuat twibbon sebagai bentuk promosi terlihat kurang sesuai dengan target sasaran.

Sebagai seseorang yang males banget untuk upload sesuatu ke sosial media meskipun cuma story, upload Twibbon adalah hal yang kurang saya suka. Tapi, kalau dibilang efektif gak nya ya mungkin cukup efektif untuk menginformasikan suatu acara. Orang-orang yang gak tau kalau ada suatu acara, jadi tau lewat twibbon yang lewat di beranda sosial media. Yaa... meskipun kebanyakan orang cuma scroll-scroll aja tanpa bener-bener baca.

Twibbon merupakan gambar digital yang bisa kamu tambahkan di atas foto tertentu (biasanya profil atau gambar diri). Disini saya akan memberikan opini saya mengenai twibbon dari sudut pandang saya sebagai penyelenggara (twibbon) dan pengunggah twibbon di sosial media.

Ketika saya menjadi salah satu penyelenggara acara, mewajibkan setiap peserta untuk mengunggah twibbon pada media sosial mereka agar masyarakat luas mengetahui acara yang sedang mereka ikuti atau sebagai bentuk antusiasme peserta. Tentu twibbon efektif digunakan sebagai media untuk memeriahkan acara atau mendukung sebuah gerakan (twibbon anti kekerasan misalnya).

Sudut pandang saya sebagai peserta dari sebuah acara yang mewajibkan pengunggahan twibbon, saya terkadang merasa antusias namun lebih sering untuk tidak ingin mengunggah twibbon. Alasan saya jarang untuk mengunggah twibbon karena saya merasa bahwa acara tersebut sudah banyak diketahui oleh orang banyak. Sebagai bentuk antusiasme, terkadang di samping itu juga saya merasa pengunggahan twibbon sebagai bentuk "formalitas" dari saya sebagai peserta atau anggota sebuah organisasi.

Jika melihat dari sudut pandang sebagai panitia event tertentu, Twibbon memang merupakan salah satu cara promosi yang cukup efektif. Terlebih lagi jika twibbon tersebut memiliki keunikan dari segi desainnya. Dengan adanya twibbon yang kreatif dan unik tersebut sebagian besar followers di sosial media akan merasa tertarik untuk mencari tau lebih lanjut mengenai kegiatan tersebut.

Namun sebaliknya dari perspektif sebagai orang yang diharuskan mengunggah twibbon. Hal ini memang dirasa hanya buang-buang waktu. Terlebih lagi untuk orang-orang yang memang jarang mengunggah foto pribadi di sosial media. Jadi mungkin saran saya lebih baik dirumuskan metode lain sebagai ajang promosi suatu kegiatan, khususnya yang tidak mengganggu ranah pribadi setiap orang.

menurut saya tidak efektif jika upload twibbon menjadi salah satu syarat untuk mengikuti suatu acara/lomba, karena ada yang enggan untuk memposting foto sendiri dengan twibbon, dan ada juga yang ingin mengikuti suatu acara/lomba agar tidak banyak orang yang tahu jadi enggan untuk mengupload twibbon.
Sedangkan untuk penyelenggara menjadi efektif karena dengan peserta mengupload twibbon dari acara/lomba yang mereka selenggarakan menjadi mudah tersebar karena twibbon tersebut, jadi mereka tidak perlu terlalu repot untuk menyebar informasi acara/lomba yang mereka selenggarakan.

Menurut saya adanya twibbon merupakan salah satu usaha dari suatu event untuk promosi event tersebut, sebagai wadah perkenalan dan sebagai suatu ajang kebanggaan peserta yang mengikuti event tersebut. Semakin menarik twibbon yang dibuat maka akan semakin menarik orang – orang untuk menggunakannya. Sehingga promosi yang disertakan pada twibbon dapat tersebar luas dengan mudah. Dengan adanya twibbon juga sebenarnya tidak akan merugikan si peserta, mungkin saja dengan mengupload twibbon peserta akan tampak lebih aktif dan berprestasi. Menurut saya twibbon merupakan cara unik dibandingkan harus meng upload poster acara. Tetapi setiap orang mempunyai sudut pandangnya yang berbeda sehingga timbul kata 'Malas' untuk menguploadnya.

Kalau bagi saya pribadi upload twibbon bukan masalah yang besar, jadi kalau memang ada ketentuan untuk upload twibbon saya ayo ayo saja. Selain itu saya jadi tau temen-teman saya yang juga ikutan dalam acara yang saya ikuti.

Seperti twibbon untuk PKKM atau orientasi mahasiswa baru, biasanya mahasiswa baru masih belum punya kenalan jadi dengan melihat postingan peserta dengan jurusan atau fakultas yang sama justru memudahkan kita untuk berkenalan atau bertanya satu sama lain.

Menurut opini pribadi saya, kurang setuju. kenapa?

Twibbon menurut merupakan salah satu bentuk strategi marketing dari organisasi/perusahaan untuk menyebarluaskan kegiatan dan project yang mereka lakukan, dalam artian meningkatkan awareness kita terhadap brand mereka.

Akan tetapi hal ini malah membuat kita malas untuk menguploadnya, butuh aplikasi edit untuk menempelkan foto kita pada twibbon, alhasil orang yang belum punya aplikasi edit/tidak tahu cara mengedit foto harus mendownload aplikasi. Ditambah lagi beberapa organisasi mengharuskan kita

"Share ke 5 grup pada media sosial (whatsapp, line, dll), instagram story dan feeds, kemudian upload bukti keakftifan pada form yang tersedia".

"tag ig akun @______ pada instagram feeds dan story, akun pendaftar tidak boleh diprivat."

Untuk open recruitment yang mengharuskan kita untuk mengupload twibbon saya kira kurang efektif dan tidak efisien dalam waktunya. Saran saya jika memang ada open recruitment, dapat dilakukan pendaftarannya dengan form google seperti biasa, kemudian share poster atau inforgrafis lainnya pada media sosial seperti instagram, tidak perlu twibbon.