
Kita semua mungkin sudah paham kalau manusia pada dasarnya merupakan makhluk sosial. Dengan begitu, sebagai makhluk sosial pasti kita bakal saling membutuhkan sekalipun cuma sekedar berinteraksi sama orang lain. Mulai dengan keluarga, pertemanan, rekan kerja, maupun pasangan sendiri.
Dalam menjalani sebuah hubungan tersebut, sudah sewajarnya kita membutuhkan hubungan yang sehat. Yang tentunya bersifat dua arah, membantu buat saling berkembang, saling memberikan rasa sayang dan percaya, serta saling menghargai atas perbedaan yang ada.
Alih-alih mendapatkan hubungan yang sehat, masih banyak orang yang justru malah mendapatkan emosi negatif saat ia menjalankan hubungan dengan orang lain. Emosi negatif tersebut bisa berupa hubungan yang bersifat satu arah, perasaan tidak aman, merasa terkekang, atau sering berantem. Akhirnya, itu yang membuat kita dan orang lain tersebut tidak berkembang ke arah yang baik.
Coba saja bayangkan misalnya diri kita merasakan emosi negatif tersebut. Rasanya mungkin jadi tidak nyaman sekali buat menjalani kegiatan sehari-hari. Karena mungkin kita merasa terbebani dengan hal tersebut. Alhasil, mungkin kita jadi menutup diri dari lingkungan luar.
Kalau sudah begitu, berarti kita sedang berada dalam suatu hubungan yang toxic relationship yang sewaktu-waktu dapat membuat diri kita mengalami mental terpuruk jika tetap berada dalam circle seperti itu. Namun, beberapa orang justru tetap bertahan dalam situasi seperti itu dan meyakini bahwa orang-orang yang ditemuinya punya kesempatan untuk berubah lebih baik lagi.
Nah, menurut kalian gimana sih jika berada disebuah circle seperti ini?