[quote="Salahuddin_Hamka, post:1, topic:159523"]
Coba bayangkan kalau kamu berada dalam posisi mengetahui suatu kebenaran yang menyangkut seseorang dan kamu tau kalau kamu mengatakan hal itu, ada kemungkinan kebenaran tersebut dapat menyakitinya.
[/quote]
Dilema ketika harus dihadapkan dengan kondisi tersebut. Saya sendiri juga pernah mengalami hal tersebut. Ketika kita sebagai sahabat dekat yang benar-benar mengenal seseorang dan mengakibatkan kita merasa mampu untuk mengambil keputusan bagi dirinya, salah satunya dengan tidak memberitahukan kebenaran yang sebenarnya miliki orang lain. Nah, saya melihat kondisi ketika mengetahui kebenaran yang menyangkut orang lain dan membuat dirinya harus menyimpan kebenaran tersebut merupakan salah satu langkah pengambilan keputusan seseorang.
Pada pengambilan keputusan menurut ahli manajemen George Robert Terry pengambilan keputusan salah satunya didasari oleh intuisi yaitu berdasarkan perasaan yang subjektif. Ketika seseorang memutuskan untuk menyimpang kebenaran karena kemungkinan kebenaran tersebut dapat menyakiti perasaan orang lain maka diri kita sendiri secara subjektif telah menentukan hal tersebut. Kita dengan pengalaman, pengetahuan, dan ditambah kedekatan emosional dengan orang yang bersangkutan bisa menimbulkan bias untuk mengambil sebuah keputusan.
Hal tersebut sebenarnya tidak salah, ketika kita memang merasa bahwa kita sedang menyimpan kebenaran yang tidak baik untuk disampaikan kepada orang lain maka harus selalu diingat bahwa terdapat alasan faktual yang dapat mendasarinya. Manusia terlahir dengan kemampuan penalaran logika jadi selama terdapat penjelasan secara logis dari segala tindakan yang kita ambil maka akan lebih mudah untuk dipahami oleh individu lain daripada, ‘ah ya tidak ada alasannya, hanya ingin menyimpan kebenaran ini saja untukmu karena aku tahu kamu’. Alasan yang tidak mendasar kan?
[details="Referensi"]
Terry, R George. 1972. Principles of Management an Integrated Approach. New jersey: Prentice Hall Inc
[/details]