Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Perlukah Kita Terbuka Dengan Orang Tua?

image|361x240

Mendidik seorang anak memiliki tantangan sendiri bagi orang tua. Apa lagi anak yang sudah beranjak dewasa (remaja) menimbulkan rasa kecemasan khusus untuk orang tua.

Seorang anak tentu memiliki dunia nya sendiri, apalagi melihat ia yang memiliki banyak kegiatan, pasti timbul permasalahan-permasalahan yang orang tua tidak ketahui. Nah, dari masalah-masalah yang dirasa oleh kita sebagai anak, menurut kamu perlukah kita terbuka dengan orang tua?

78

Kalau menurut saya perlu. Karena kalau kita lebih terbuka kepada orang tua itu akan mengurangi sedikit beban masalah yang sedang kita hadapi. Orang tua kita pasti lebih banyak pengalamannya daripada kita kan. Nah kalau kita menceritakan apa masalah kita dan apa yang membuat kita terganggu. Pastinya orang tua tidak akan diam saja pasti akan memberikan solusi atau nasehat kepada kita untuk menghadapi masalah tersebut. Orang tua yang lebih memahami kita daripada siapapun, mereka yang membesarkan kita pasti tahu apa yang harus dan apa yang tidak boleh lakukan. Dan jika kita tidak terbuka kepada orang tua nantinya juga akan menimbulkan miskom dalam keluarga. Bukannya mengurangi masalah malah menambah masalah.

Menurutku, di dalam suatu keluarga perlu adanya keterbukaan antara orang tua dan anak. Salah satu cara agar orang tua bisa membangun kemistri dengan anak yaitu dengan menjalin komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak. Sebagai orang tua, hendaknya kita bisa menjadi pendengar yang baik, bisa menjadi teman, sahabat, dan tetap menjunjung tinggi attitude terhadap orang tua. Sehingga tidak ada benteng yang menutupi keduanya, justru anak semakin bisa akrab dan transparan terhadap masalah atau cerita kesehariannya kepada ortu. Ketika anak memiliki masalah, tentunya dia hanya memiliki orang tua sebagai "rumah" untuk bisa berkeluh kesah. karena ortu adalah orang yang terdekat dan seharusnya bisa menampung serta mengerti apa yang mereka rasakan. Lalu bagaimana jika hubungan di keluarga tersebut kurang harmonis sehingga anak tidak bisa terbuka tentang masalahnya? pasti anak akan mencari "rumah" lain yang belum tentu baik untuknya dan akan berdampak pada mental si anak ini. Untuk itu, perlu komunikasi dan hubungan yang baik antara ortu dan anak agar tidak canggung dalam menjalani kehidupan di keluarga. Jangan sampai anak malah takut dan lebih memilih berbohong untuk menutupi masalahnya.

Keterbukaan antar anak dengan orang tua ini memang perlu. Tapi banyak yang terjadi dikehidupan sebenarnya bahwa tidak semua orang tua dapat memahami kondisi yang terjadi dari anaknya. Hal tersebut yang membuat seorang anak jadi enggan untuk terbuka kepada orang tua. Kejadian seperti ini yang menjadikan banyak anak menjadi sosok yang pendiam dirumah dan menjadi lebih aktif serta asik di luar rumah atau di lingkungan pertemanannya.

Banyak anak juga yang kurang nyaman untuk terbuka kepada orang tua bukan karena orang tua nya tidak mau tau tentang anaknya, justru orang tua yang terlewat ingin tahu atau terlalu ikut campur terhadap kehidupan si anak. Jadi anak tidak nyaman untuk terbuka kepada orang tuanya.

Terlepas dari persoalan "penerimaan" dari anak atau orang tua. Menurutku, kita sebagai anak memiliki tanggung jawab sendiri untuk menghadapi apa yang sedang terjadi di kehidupan kita, tidak semua persoalan yang kita hadapi ini perlu diketahui oleh orang tua dan tentunya tidak semua hal yang kita alami menjadi tanggung jawab orang tua. Karena kita dengan sadar memilih jalan dan berdiri untuk hidup kita sendiri.

Menurut saya perlu. Dengan adanya gap usia yang begitu besar, akan ada banyak perbedaan pendapat dan pandangan yang terjadi. Dengan berusaha terbuka dan bercerita ke orang tua akan membuat mereka mengerti, ‘oh begini ya jaman sekarang’ sehingga meminimalisir adanya konflik. Pembuatan keputusan pun akan jadi lebih mudah karena bisa sama-sama untuk saling mengerti.

menurut saya sangat perlu untuk terbuka dengan orang tua. Seperti yang kita tahu umur orang tua sangat jauh dengan kita tentu pengalaman mereka lebih banyak dari mereka. jika kita ada masalah dan bercerita ke orang tua pasti orang tua akan memberikan solusi yang terbaik untuk kamu. Dan juga sebaik-baiknya temanmu menjaga rahasiamu, masih lebih baik orang tuamu. jadi kalau kamu ada masalah ceritalah ke orang tuamu, mau seburuk atau sebesar apapun masalahmu mereka pasti akan membantumu dengan ikhlas.

perlu dan sangat perlu karena dari rumah lah semuanya dimulai. dengan keterbukaan yang tercipta, hubungan harmonis akan berjalan dengan lancar. tapi sangat jarang ditemui sehingga kebanyak anak memilih untuk bungkam kepada orang tuanya. orang tua yang posesif akan membuat anak tidak ingin terbuka kepada mereka. posesif bisa mengurangi gerak anak, mengurangi pergaulan sehingga mereka memilih tertutup dari orang tua untuk menikmati masa muda.
wajar jika orang tua posesif atas bentuk kasih sayang dan tanggung jawab terhadap anaknya. tapi, sang anak sering salah menanggapinya sehingga menjadi tertutup.juga banyaknya kasus kenakanan remaja yang bertentangan dengan prinsip yang sudah dibangun oleh orang tua yang membuat orang tua menjadi posesif atau dikenal dengan istilah strict parent dengan membuat aturan ketat kepada anaknya seperti tidak boleh pacaran, tidak boleh pulang malam, berteman hanya sesama jenis dan lainnya.
itulah mengapa pentingnya ilmu parenting agar mudah memahami anak dan juga mengahadapi kenakalan yang terjadi sehingga keterbukaan itu timbul antar anggota keluarga.

Saya setuju dengan hal dibawah ini

[quote="Sherlyeza, post:7, topic:160839"]
orang tua yang posesif akan membuat anak tidak ingin terbuka kepada mereka. posesif bisa mengurangi gerak anak, mengurangi pergaulan sehingga mereka memilih tertutup dari orang tua untuk menikmati masa muda.
[/quote]

Ada kalimat yang menjelaskan anak harus menghormati, mengerti dan memahami kondisi orang tua mereka. Tapi apakah orang tua juga melakukan hal yang sebaliknya? atau justru keharus an tersebut hanya bersifat 1 arah saja? sehingga sang anak tidak pernah merasakan rasanya dimengerti, rasanya dipahami kondisinya.

Dengan dalih "orang tua sudah banyak pengalaman, jadi nurut saja". Ketika anak mulai terbuka dengan orang tua, orang tua selalu menyanggah, menyangkal dengan dalih seperti itu. Bukankah harusnya orang tua juga seharusnya yang lebih bisa memposisikan dia berdasarkan sudut pandang dari anaknya yang memang sedang membutuhkan suatu kejelasan?

Orang tua pun juga sama, mereka juga harusnya belajar karena mereka juga pertama kali menjadi orang tua. Pertama kali memiliki anak, pertama kali mengasuh anak di usia yang berbeda-beda. Jadi baiknya memang anak harus terbuka dengan orang tua, begitu juga sebaliknya. Sehingga hubungan di dalam keluarga bisa berjalan dengan harmonis. Pun jika terjadi hal bertentangan, bukan kah masih ada pilihan untuk musyawarah bersama mencari jalan keluar?

Terbuka terhadap orang tua menurut saya perlu. Adanya kedekatan dengan orang tua mampu menciptakan ikatan yang baik sehingga keluarga menjadi lebih harmonis. Terbuka mulai dari obrolan ringan, pencapaian, maupun sebuah permasalahan akan membuat orang tua merasa dipercaya sebagai pendengar dan penyedia solusi terbaik. Mereka pun sudah mengalami lika liku kehidupan yang jauh lebih panjang, merawat kita sejak kecil, sehingga dimungkinkan selalu berusaha dalam memberikan komentar terbaik untuk anaknya. Di balik itu semua mereka pun jadi percaya terhadap anaknya. Inilah pentingnya ilmu parenting. Namun, tidak semua hal bisa diceritakan kepada orang tua. Semakin hari seseorang bertambah dewasa, perbedaan usia juga terkadang menimbulkan perbedaan sudut pandang sehingga beberapa hal perlu diselesaikan sendiri untuk menjadi mandiri. Apalagi jika berada jauh dari orang tua karena bekerja maupun kuliah, menceritakan hal-hal buruk hanya akan membuat mereka khawatir. Boleh bercerita tapi sebaiknya mencoba menyelesaikan sendiri terlebih dahulu atau mencari solusi dari orang yang bisa dipercaya. Jadi, berkomunikasi dengan orang tua itu sangat diperlukan dengan catatan bisa memilah sendiri mana yang sebaiknya diungkapkan. Biar bagaimanapun mereka yang selalu berusaha ada untuk anaknya dalam kondisi apapun.

Opini saya terkait " Perlukah Kita Terbuka Dengan Orang Tua?"

Seiring pertumbuhan dan perkembangan, anak mengalami banyak perubahan. Salah satunya, saat balita si kecil tentu tidak berhenti bicara dan menanyakan berbagai hal yang menarik minatnya.

Memasuki usia praremaja dan remaja, beberapa anak mulai jarang berbicara. Bisa karena mengalami masalah atau karena kepribadian anak yang introvert . Berbicara dengan orang tua mungkin hal terakhir dalam pikiran anak.Namun, orang tua tetap bisa menjalin percakapan dengan anak. Dengan mendekati dan memintanya lebih terbuka, orang tua bisa mengetahui dan memahami apa yang tengah dialami buah hati. Alasan kuat mengapa kamu harus banyak terbuka dengan orangtua adalah karena penting banget untuk mempererat hubungan. Yang mana komunikasi antara kamu dan mereka jadi lebih baik, bisa saling berbagi cerita yang bikin ikatan hati semakin terjalin kuat. Hal ini bukan sesuatu yang remeh.

Menurut saya saya setuju dengan pendapat teman-teman diatas, orangtua/keluarga adalah tempat kita berkeluh kesah. jadi tidak ada salahnya jika kita terbuka pada mereka untuk hal-hal yang memang harus diceritakan pada mereka, namun kalian juga perlu memiliki privasi yang memang tidak dapat diceritakan kepada orangtua, namun jika memang dapat diceritakan itu baik saja.

Kalau aku sendiri sih dari kecil udah dibiasakan apa apa harus bilang dan tidak ada ketertutupan antara aku dan orang tua, terlebih aku hanya 1 alias anak tunggal huah.

Tapi ada kasus, temenku paling anti bicara/curhat ke mamahnya, kenapa? Karena dari pihak org tua dia kurang open minded, kurang bisa memberikan motivasi ataupun jalan keluar masalah masalah sepele, jd dia kurang bisa leluasa untuk cerita.

Bisa ditarik kesimpulan sih, gak semuanya anak enggan bisa untuk bersikap terbuka kepada org tuanya, dari pihak org tua pun harus bisa memposisikan diri sebagai teman sekaligus org tua. Dan terbuka itu penting.