Pesimis merupakan suatu bentuk perasaan tidak yakin terhadap dirinya sendiri akan suatu hal tertentu. Sementara berdasarkan KBBI, pesimis adalah orang yang bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik dan orang yang mudah putus harapan. Menurut Sari, et al., (2019), individu yang memiliki pola pemikiran pesemis cenderung tidak memiliki kemampuan untuk bertahan dalam situasi sulit dan penuh tekanan. Sehingga tidak jarang, banyak sekali orang yang pesimis hingga mengalami depresi. Pernyataan tersebut sesuai menurut Saam & Wahyuni (2012) dalam Sari, et al., (2019), bahwa pikiran pesimis dapat menimbulkan perasaan depresi seseorang. Sehingga individu cenderung akan menyalahkan diri, orang lain, dan lingkungan.
Aku yakin bahwa setiap orang pasti pernah merasakan hal tersebut. Sebab seringkali kita merasa memiliki banyak sekali keterbatasan dalam melakukan banyak hal, sehingga munculah perasaan pesimis. Sebetulnya merasa pesimis terhadap diri sendiri merupakan hal yang wajar, namun jika hal ini dibiarkan terus menerus maka akan berdampak buruk seperti kecemasan yang berlebihan.
Perasaan pesimis dapat muncul pada siapapun karena beberapa hal seperti rasa kurang percaya diri. Seseorang yang merasa kurang percaya diri cenderung mengklaim dirinya kurang mampu untuk menghadap persoalan mereka, sehingga hal ini akan menghambat seseorang untuk sukses. Kemudian, perasaan pesimis juga dapat terjadi karena kurangnya hubungan sosial dengan orang lain sehingga seseorang akan cenderung kurang antusias untuk membangun hubungan dengan orang lain. Selain itu, seseorang yang sering pesimis juga dapat terjadi karena kurang memiliki jiwa kompetisi dalam dirinya.
[details="Sumber"]
Sari, Dera Lukita. Widiani, Esti. Trishinta, Sirli Mardianna. 2019. Hubungan Pola Pikir Pesimisme Dengan Resiko Depresi Pada Remaja. 4(1)
https://www.idntimes.com/life/inspiration/dewinner93/penyebab-seseorang-merasa-pesimis-dalam-menjalani-hidup-c1c2/5
[/details]