Ada dua kata yang perlu diperhatikan, yaitu prostitusi dan online. Prostitusi merupakan "bisnis" yang tidak lekang oleh waktu, sejak jaman dahulu hingga sekarang, "bisnis" prostitusi masih tumbuh, bahkan cenderung meningkat. Mengapa saya menggunakan kata "bisnis", karena secara definisi prostitusi adalah jasa yang diberikan oleh seseorang, dengan cara menjual dirinya, untuk mendapatkan keuntungan finansial.
Prostitusi akan selalu ada karena motivasi seseorang untuk masuk kedalam "bisnis" ini sangat beragam, bahkan bisa dikatakan luas. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa motivasi seseorang masuk kedalam "bisnis" prostitusi antata lain ; karena dipaksa; karena dijerumuskan seseorang; tidak punya pilihan lain; kebutuhan uang yang mendesak; dipecat dari pekerjaan dan tidak mendapat pekerjaan yang baru; ingin keluar dari belenggu kemiskinan; karena "broken home"; karena drop out dari sekolah.
Bahkan motivasi seseorang untuk masuk ke "bisnis" ini pun semakin berkembang. Yang dulunya karena keterbatasan ekonomi (kemiskinan), sekarang lebih ke pemenuhan gaya hidup. Banyak artis, yang jauh dari kondisi miskin, juga masuk kedalam bisnis ini.
Hal ini didukung dengan semakin permisifnya masyarakat kita terkait bisnis ini. Misalnya anggapan prostitusi tidak lebih buruk dari pekerjaan lain, prostitusi diperlukan. jika tidak. banyak pria yang gagal dalam perkawinan akan memperkosa agar terpenuhi kebutuhan seksualnya atau angapan-anggapan lain yang seakan-akan "membenarkan" kegiatan ini. Bahkan untuk kasus-kasus tertentu, prostitusi dapat memberi apa yang tidak pria dapatkan dari istrinya.

Terkait dengan online, dengan adanya kemajuan teknologi, maka channel transaksi yang dulunya hanya bisa dilakukan secara offline, saat ini bisa dilakukan secara online. Beberapa alasan mengapa online menjadi pilihan, mengutip dari beberapa media, adalah sebagai berikut,
"Dengan cara online, privasi yang didapat juga lebih terjaga karena pemesanan dilakukan secara online dan transaksinya dilakukan di tempat-tempat yang umum, misalnya apartemen, dimana apartemen mempunyai parkiran yang tertutup dan lingkungan yang terbilang cuek"
"Prostitusi online kebanyakan juga bersih-bersih dibandingkan sama yang di jalan atau tempat spa,”
"Proses bookingnya lebih santai, kita bisa lihat-lihat dulu, kalau ada yang cocok bisa nanya-nanya dulu, sedangkan kalau tidak cocok, ya tinggal bilang maaf"
Bahkan dari berita yang saya baca, prostitusi online tidak hanya menyediakan jasa prostitusi saja, tetapi bisa juga dengan jasa-jasa lainnya, misalnya pesta narkotika. Hal ini dimungkinkan karena transaksi dilakukan di hotel, apartemen, villa atau bahkan di rumah pribadi. Jasa tambahan itu akan sangat sulit dilakukan kalau menggunakan cara tradisional.
Jadi, prostitusi online pada dasarnya mempunyai "pelayanan" yang jauh lebih bagus dibandingkan prostitusi tradisional, sehingga model prostitusi ini akan semakin marak kedepannya.