Berbagai penelititian telah membuktikan bahwa beberapa permainan dengan level kekerasan yang tinggi contohnya Call of Duty dapat menyebabkan stress. Namun penelitian yang lebih baru menemukan bahwa tidak semua stress yang disebabkan oleh video games berbahaya.
Penelitian pada tahun 2019 oleh Departemen Ilmu Psikologi Universitas North Carolina di Charlotte mengkonfirmasi genre permainan yang berbeda dapat memberikan level stress yang berbeda-beda juga. Contohnya, permainan seperti Call of Duty atau Mortal Kombat dapat menyebabkan tingkat stress yang lebih tinggi daripada Tetris atau Candy Crush. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa tanda stress dialami oleh partisipan seperti contohnya perubahan detak jantung dan respon emosional dari sebelum dan setelah melakukan dua jenis permainan itu, namun tidak ada peningkatan tekanan darah yang digunakan sebagai indikator tubuh mengalami ancaman. Maka dari itu, video games memang akan menyebabkan dampak psikologis yang menunjukkan tanda stress tapi tidak sampai mengancam diri.
Penelitian lain yang dilakukan oleh Comfy Sacks pada lebih dari 1000 games menunjukkan 60% partisipan menyatakan bahwa Permainan tembak-tembakan dengan tipe orang pertama (first-person shooters games) merupakan tipe game yang lebih menyebabkan stress. Namun dalam penelitian yang sama 54% partisipan yang sebagian besar adalah gamer yang bermain game setiap hari, mengakui bahwa memainkan permainan yang lebih mudah dapat mengurangi level stress.
Kalau dari saya pribadi, bermain games dapat menyebabkan stress yang cukup tinggi kalau permainannya membuat tegang seperti tipe horror, thirller, maupun yang butuh konsentrasi tinggi. Namun stress itu baru akan terasa apabila terlalu lama bermain game contohnya apabila lebih dari 6 jam, bahkan 10 jam.
[details="Sumber"]
* https://www.fombag.com/do-video-games-cause-stress.html
[/details]