Child-free bukanlah merupakan fenomena baru. Di masa lalu, child-free sering kali disebabkan oleh kemiskinan, penyakit, ketidaksuburan, gizi buruk, dan tingkat perkawinan rendah yang disebabkan oleh perang. Tren saat ini yaitu child-free melibatkan wanita sehat, berpendidikan, aktif secara seksual, dan sering berpasangan dalam masyarakat Barat yang makmur, mungkin merupakan varian baru dari tema tersebut. Menurut data CDC, pada tahun 2015, 7,4 persen wanita berusia 15-44 tahun secara sukarela memilih child-free (Psychology Today, 2019).
Motif untuk memilih child-free bervariasi. Tetapi dalam kebanyakan kasus, melibatkan interaksi antara kekuatan makro-sosial—seperti ketersediaan alat kontrasepsi, penurunan angka perkawinan, dan peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan—dan pertimbangan tingkat mikro, termasuk keinginan untuk mendapatkan kesempatan yang lebih besar, kebebasan pribadi, pemenuhan diri sendiri, dan mobilitas (Psychology Today, 2019).
[details="Sumber"]
Psychology Today. (2019, December 29). Why So Many Are Satisfied Being Childless by Choice | Psychology Today . https://www.psychologytoday.com/us/blog/insight-therapy/201912/why-so-many-are-satisfied-being-childless-choice
[/details]