Bentuk perasaan disini kan banyak macamnya, ada perasaan nyaman, perasaan ketertarikam, perasaan sayang sebagai sahabat, atau bahkan menyimpan perasaan sayang lebih dari sebagai sahabat. Jadi menurutku tidak bisa dipungkiri, bahwa perasaan-perasaan tersebut kemungkinan besar akan muncul baik dari salah satu pihak atau keduanya. Termasuk aku pribadi, pernah mengalami hal itu. Mungkin pada awalnya memang kita yakin bahwa perasaan lebih untuk sahabat lawan jenis itu tidak akan muncul, namun siapa sangka bahwa ternyata perasaan itu seringkali tidak bisa kita hindari. Sehingga, tidak jarang pula banyak orang yang memendamnya dengan alasan takut persahabatan yang mereka jalani sejak lama itu berakhir. Sebab mereka tahu bahwa jika status mereka berubah menjadi pasangan, maka kemungkinan besar terjadinya resiko putus hubungan akan terjadi. Sehingga sebagian besar orang memilih untuk menetap sebagai sahabat, atau bahkan berhasil menjalin hubungan lebih hingga pada akhirnya menikah.
Berbagai perasaan yang muncul antar sahabat terjadi karena kita telah terbiasa megutarakan perasaan atau curhat, menghabiskan banyak waktu bersama sehingga mengetahui sisi buruk dan baik dari kedua belah pihak, selalu ada di saat kita membutuhkannya, dan banyak hal lainnya. Maka dari itu, wajar jika perasaan nyaman atau sayang itu muncul. Namun, hal itu bisa kita hindari dengan cara memiliki ‘batasan’. Batasan tersebut seperti, memperlakukannya dengan sewajarnya layaknya seperti teman, tidak terlalu intens untuk chatting atau telfon, dan tidak selalu bergantung padanya. Adapun strategi menurut Dewi dan Minza (2016), mengatakan bahwa strategi mempertahankan hubungan dalam pertemanan lawan jenis dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap hubungan yang dijalaninya. Pasangan yang melihat hubungannya sebagai pertemanan platonic membicarakan hubungan romantis kepada sahabatnya, tidak memikirkan pandangan pihak eksternal mengenai pertemanannya, dan mengalihkan pembicaraan jika menghadapi situasi romantis.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa hubungan persahabatan lawan jenis kemungkinan besar sulit untuk tidak melibatkan perasaan, namun dapat dihindari.
[details="Sumber"]
Dewi, Safira Tiara. Minza, Wenty Marina. 2016. Strategi Mempertahankan Hubungan Pertemanan Lawan Jenis pada Dewasa Muda. 2(3). 192-295
[/details]