Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Benarkah Seseorang Bisa Bahagia Tanpa Pasangan?

image|690x313

Jones (jomblo ngenes) adalah salah satu ejekan yang diberikan untuk seseorang yang tidak memiliki pasangan. Banyak dari kita merasa bahwa hidup tidak akan berarti tanpa kehadiran seseorang pasangan. Bahkan dalam beberapa kasus orang rela mengorbankannya nyawanya karena ditinggal oleh pasangannya.

Menurut Youdics benarkah kehadiran pasangan adalah faktor yang sangat berpengaruh terhadap kebahagiaan seseorang dan bisakah orang akan bahagia tanpa harus memiliki pasangan?

52

saya rasa kebahagiaan yang dimiliki seseorang tak bisa hanya ditentukan oleh status kisah cintanya. baik meraka yang sudah berpasangan atau yang masih jomblo sama-sama bisa bahagia kok. Penelitian yang dilakukan oleh para ahli di University at Buffalo, New York, Amerika Serikat menemukan jika para jomblo sangat memungkinkan memiliki fisik dan psikis yang lebih sehat. Dalam buku yang berjudul In Happy Singlehood: The Rising Acceptance and Celebration of Solo Living oleh Elyakim Kislev, seorang sosiolog di Hebrew University menyebutkan jika seorang yang single atau jomblo punya lebih banyak waktu untuk dirinya sendiri. Inilah yang kemudian membuatnya lebih bisa memahami dirinya sendiri.

[details="Sumber"]
"Reexaming Adaptation and the Set Point Model of Happiness: Reactions to Changes in Marital Status," Richard E. Lucas, Michigan State University, Andrew E. Clark, Departement et Laboratoire d'Economie Theorique et Appliquee, Yannis Georgellis, Brunel University, and Ed Diener, University of Illinois at Urbana-Champaign; Journal of Personality and Social Psychology, Vol. 84, No. 3.
Elyakim Kislev. 2019. Happy Singlehood: The Rising Acceptance and Celebration of Solo Living.
[/details]

Menurut saya, bisa saja. Tergantung prinsip hidup orang tersebut. Kalau orang tersebut merasa independen, tidak memerlukan pasangan, dan ia tetap bahagia, bisa saja.
Dan mungkin menurut sebagian orang tidak bisa. Karena patokan/cara bahagia tiap orang itu berbeda-beda, bukan? Namun kalau menurut saya, bahagia itu bisa kita dapatkan dari berbagai cara. Misalnya dengan melakukan hal yang kita senangi atau hobi kita. Dengan bersyukur atas yang kita miliki juga bisa menjadi sumber kebahagiaan yang sederhana, lho. Juga, masih banyak kok yang single tapi tetap bahagia dengan kehidupannya. Salah satunya saya :rofl:
Lagipula, memiliki pasangan juga tidak menjamin kebahagiaan selalu kok. Mungkin malah menjadi menambah masalah? Karena kita mengharapkan kebahagiaan pada manusia, yang mana tidak sempurna dan kadang mengecewakan.

Menurut saya, mempunyai pasangan tidak bisa dijadikan tolak ukur sebuah kebahagiaan, setiap orang bisa bahagia dengan atau tanpa pasangan. Semua kembali lagi kepada pribadi masing-masing. Tidak sedikit orang yang justru menderita akibat memiliki pasangan, seperti mengalami kekerasan, tidak menjadi diri sendiri, hubungan yang toxic, dll.
Oleh karena itu, kita tidak boleh menggantungkan kebahagian kita kepada orang lain, kita harus bisa dan belajar untuk membahagiakan diri sendiri.

Menurut saya pribadi, memang memiliki pasangan adalah suatu kebahagiaan, namun, tidak memiliki pasangan bukan berarti tidak bahagia dan sebaliknya, memiliki pasangan belum tentu bahagia. Manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas dengan keadaan. Meraka selalu merasa kurang dengan apa yang mereka miliki. Sebenarnya, kebahagiaan dapat kita peroleh dengan cara kita mensyukuri apa yang kita miliki. Jika kita tidak mempunyai pasangan kita juga dapat mendapatkan kebahagiaan, contohnya dengan merayakan pencapaian yang telah kamu peroleh, berpergian dengan teman-teman, dan masih banyak hal lainnya yang dapat memberikan kebahagiaan dalam hidupmu tanpa harus memiliki pasangan, pada intinya untuk dapat merasakan kebahagiaan itu sendiri, dengan cara yang pertama adalah bersyukur terlebih dahulu tentang apa yang kamu miliki atau rassakan pada saat sekarang ini.

Baik, karena ini konteksnya seseorang bisa hidup tanpa pasangan maka jawabannya sederhana, bisa. Pada dasarnya, mereka bahagia atas pilihan hidup masing-masing. Salah satunya memilih hidup untuk sendiri. Hidup tanpa pasangan bukan berarti hidup tanpa manusia, mereka hanya hidup atas pilihan mereka. Mereka tetap bersosialisasi, bekerja, dan memiliki teman. Namun yang membedakan nya adalah mereka tidak ada komitmen berarti terhadap suatu hubungan.

[quote="jimmywijanto, post:5, topic:161462"]
Jika kita tidak mempunyai pasangan kita juga dapat mendapatkan kebahagiaan
[/quote]

Aku setuju dengan pernyataan Jimmy. Disini berarti kebahagiaan tidak hanya dalam bentuk pasangan, kebahagiaan itu bermacam macam dan multidimensi dalam segala aspek kehidupan.

Tentu saja bisa. Justru kebahagiaan terlebih dahulu harus datang dari diri kita sendiri. Kita tidak bisa menggantungkan kebahagiaan pada orang lain. Kebahagiaan adalah tentang bersikap baik pada diri kita sendiri, mendengarkan kata hati kita, dan merangkul diri kita. Jika kita melibatkan orang lain dalam kebahagiaan, kita tidak akan pernah tau kapan kita akan kecewa dan akhirnya hal tersebut hanya akan melukai diri kita sendiri.

Banyak bukti yang menunjukkan bahwa kita bisa hidup bahagia tanpa pasangan. Bahkan Paul Dolan yang merupakan profesor ilmu perilaku di London School of Economics, mengatakan bahwa perempuan cenderung lebih bahagia tanpa anak atau pasangan. Selain itu, ada juga penelitian yang membuktikan bahwa orang yang *single* lebih bahagia karena mereka merasa bebas.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang *single* seumur hidup lebih peduli tentang *personal growth*. Mereka berpendapat bahwa hidup adalah proses pembelajaran, perubahan, dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Sehingga mereka menikmati waktunya dengan kebahagiaan yang datang dari diri mereka sendiri. Menurut aku hanya ada satu orang yang membuat kita bahagia seutuhnya, dan orang tersebut adalah diri kita sendiri. Jadi tentu saja kita bisa bahagia tanpa adanya pasangan.

[details="Referensi"]
https://www.psychologytoday.com/us/blog/living-single/201810/are-single-people-happy-because-they-are-free
https://www.theguardian.com/lifeandstyle/2019/may/25/women-happier-without-children-or-a-spouse-happiness-expert
[/details]

Kalau dari definisi nya bahagia itu adalah rasa senang, puas, dan rasa syukur. Dan ini bisa berbeda-beda definisi bagi tiap orang, tergantung apa yang membuatnya senang atau bahagia. Karena ada beberapa jalan yang bisa membuat kita bahagia, dan mempunyai pasangan adalah salah satunya.

Jadi kalau ditanya apakah mempunyai pasangan bisa membuat bahagia? iya bisa, tapi bukan utama karena masih ada cara lain untuk bahagia. Jadi tanpa memiliki pasangan seharusnya bisa juga membuat kita bahagia, tinggal kita cari saja apa yang bisa membuat kita senang. Bisa dengan hobby, atau hunting, jalan-jalan, dll.

[details="Summary"]

[/details]

Menjawab pernyataan diatas, menurut saya pasangan itu tidak selalu dapat dijadikan acuan dari kebahagiaan, masing-masing individu pasti memiliki konsep dalam hidup mereka, bisa jadi ia merencanakan hal-hal dihidupnya yang membuat dia bahagia tanpa harus memiliki pasangan, atau bisa juga bagaimana kalau seseorang dengan pasangan hanya membuat ia merasa menderita karena hubungan yang tidak sehat.

Tentu saja bisa, yaitu dengan rajin melakukan kegiatan kegiatan yang positif dan kita senangi agar kita terbebas dari pikiran bahwa kita sebenarnya sendiri dan terkadang di suatu momen kita perlu pasangan. Bahkan, bagi sebagian orang merasa lebih bahagia dan damai dalam menjalani hidup sendiri tanpa adanya pasangan. Karena bagi mereka, memiliki pasangan malah membuat hidup menjadi ribet, penuh keributan, cekcok, pengkhianatan, sakit hati, dll. Tanpa pasangan pun juga bisa membuat keuangan menjadi lebih sehat, pengeluaran lebih hemat dan dapat dinikmati untuk diri sendiri dengan bebas.
Oke, itu tadi kalau tidak ada pasangan. Nah, kalau tidak punya teman dekat? Bisa juga kok, toh kita masih bisa belajar, bekerja, liburan, dan travelling sendirian walaupun memang tidak akan seseru bersama teman teman. Ada juga yang merasa bahwa melakukan segala kegiatan sendiri membuatnya menjadi lebih bebas, tidak terkekang oleh kemauan orang lain sehingga lebih nyaman sendiri saja. Intinya, semua itu bisa saja dilakukan kok, yang terpenting kita mau bersyukur dan tidak perlu merasa sendiri, karena masih ada Allah yang senantiasa bersama dengan kita

Tentu saja bisa, karena kebahagiaan tidak berpatok pada orang lain, kita bisa menciptakan bahagia kita sendiri dengan cara kita sendiri pula, menurut saya sebelum bisa berbahagia dengan orang lain atau konteks nya disini "pasangan" kita harus bisa bahagiain diri kita sendiri.