Beruntungnya saya tidak pernah berada di posisi ini hehe. Puji Tuhan teman-teman saya memiliki etika tentang bagaimana cara menghubungi seseorang jika memiliki keperluan mendesak. Misalnya dengan memanggil nama terlebih dahulu atau biasanya langsung to the point ingin bermaksud apa, ya meskipun akan banyak sekali bubble chat yang dikirimkan karena ingin saya cepat membalasnya.
[quote="Deden_ImamBuchori, post:1, topic:163703"]
Pernahkah kalian sedang santuy dan menikmati hari, tiba-tiba muncul pesan P.
[/quote]
Mungkin jika saya berada di posisi ini, saya akan membiarkannya saja sih wkwk. Pertama, mereka tidak jelas maksudnya apa, kecuali jika pesan P tersebut dilanjutkan dengan pesan tujuannya ingin apa. Kedua, parahnya jika sampai me-spam chat, pastinya akan menganggu saya dengan bunyi notifikasi dan ketika saya buka, isinya hanyalah pesan P yang berurutan, zonk! buang-buang waktu.
Ternyata setelah saya ingat-ingat lagi, saya pernah mendapatkan pesan P ini dan berakhir tidak saya balas sampai saya ini bahkan tidak saya buka sama sekali pesan tersebut. Ternyata dia tidak semembutuhkan itu, buktinya sampai sekarang tidak ada pesan lanjutan dari pesannya yang pertama.
Kadang saya ikut bingung, apa susahnya menuliskan nama panggilan seseorang yang bahkan saat dilafalkan pun hanya membutuhkan 1 kosa kata saja. Misalkan nama saya, hanya perlu mengetikan "mel" untuk memulai obrolan atau cukup dengan sapaan "hei/halo". Saya akan dengan senang hati membalas " iya gimana?". Semudah itu. Sorry, P isn't my name.