Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana kalau kamu menyukai sahabatmu? haruskah jujur atau memendam demi menjaga hubungan?

AN Annisa Shalihah 5 years ago

image|690x363

Pernahkah kamu mempunyai sahabat lawan jenis, saking dekatnya kadang muncul benih-benih cinta. Kita jadi memiliki “perasaan lebih” pada sahabat kita sendiri, tapi dia sepertinya tak menyadari perasaan kita. Situasi seperti ini kadang memang bikin dilema sendiri. Apabila menyatakan perasaannya kepadanya, takutnya dia malah menjauh. Kalau dipendam pasti nantinya kita akan menyesal.

Saat dalam ikatan persahabatan, muncul perasaan cinta, seharusnya apa yang kita lakukan? Lebih baik jujur mengatakan kalau kita memang ada perasaan cinta padanya. Atau sebaiknya tetap dipendam saja demi menjaga persahabatan yang tetap utuh?

52

Menurut pandangan saya terkadang memang susah untuk tidak menimbulkan perasaan cinta terhadap sahabat lawan jenis yang sudah dekat dengan kita. Namun perlu diidentifikasi terlebih dahulu apakah perasaan tersebut benar benar cinta ataukah hanya sayang sebagai sahabat, dikarenakan dua hal ini memiliki perbedaan yang tipis. Apabila kita confess akan perasaan kita maka kita juga harus siap dengan konsekuensi yang akan terjadi.

Karena pada dasarnya saya tidak bisa memendam perasaan saya, maka pilihan saya adalah mengakui perasaan tersebut karena nggak semua perasaan yang kita miliki akhirnya menjurus kepada pacaran. Saya mengakui ya karena saya tidak ingin ada beban dalam diri saya, daripada kepikiran terus… walaupun nggak ada jaminan sih setelah menyatakan perasaan, nggak bakal kepikiran hahaha. Tapi kalau dirasa tidak pelu diungkapkan ya mending nggak usah sih, kalau nyatanya nanti malah menimbulkan hal-hal yang tidak seperti bakal jadi canggung setelahnya, atau malah makin menjauh. Sebenernya memang tidak semua rasa tidah harus diungkapkan. Seperti mencintai tidak harus memiliki, kan ?

Saya tipe orang yang lebih suka menyukai orang secara diam-diam. Rasanya jauh lebih nyaman jika seperti itu apalagi jika suka kepada sahabat sendiri. Karena takut jika nanti menyatakan perasaan dan mendapat penolakan, maka saya pikir hubungan pertemanan kita nanti tidak akan seperti dulu lagi. Sulit memang. Tapi, tidak ada salahnya juga jika ingin mengutarakan perasaan. Daripada berdiam diri dan menyesal karena tidak pernah mengatakannya. Soal penolakan, bisa dipikirkan belakangan, yang penting kita sudah jujur. Namun, kembali lagi, ika menurut saya pribadi saya lebih suka memendamnya saja. Atau mungkin kita bisa menunjukkan tanda-tanda jika menyukai dia tanpa mengutarakan perasaan secara gamblang. Dengan begitu, kalau dia peka pasti dia akan merespon entah itu dengan menerima atau bahkan menolak secara tidak langsung atau bahkan secara langsung. Tapi kalau dia tidak peka, ya mungkin mengutarakan secara langsung adalah jalan yang paling tepat.

Kalo saya #timsecretadmirer hehe, walopun dia sahabat saya hmmm mending nggak saya ungkapin deh. fix nanti bakalan jadi canggung soalnya kalo malah diungkapin. perasaan suka itu nggak harus dibalas dengan perasaan suka kok, tergantung tujuan kamu menyukai/mencintai seseorang. Ada orang yang mencintai dan mengharapkan perasaan yang sama dari orang yang dicintai. Ada orang yang mencintai tanpa adanya balasan. Walaupun ada konsekuensi sakit hati melihat dia ternyata mencintai orang lain xixixi. Tapi kalau saya mah, cukup gini aja. Menyukai dia sebatas sahabat. kalopun ada perasaan suka pada lawan jenis, saya tahan dulu deh sampai saya memang sudah mampu untuk menikah hehe karena memang sudah prinsip saya begitu nggak bakal menjalin hubungan asmara dengan lawan jenis selain pernikahan yang suci

Ini menarik banget. Keduanya menyebabkan kondisi yang serba salah. Pasti dilema banget kalau ada di posisi itu. Aku setuju sama statement kak @ArivahBalqis

[quote="ArivahBalqis, post:15, topic:160216"]
Kita perlu membaca keadaan terlebih dahulu sih sebelum memutuskan apakah akan jujur atau memendamnya saja. Dan tentu ini memerlukan pertimbangan yang matang.
[/quote]

Memang sangat perlu untuk memperhatikan keadaan, kita juga harus memperhatikan sikap dan respon sahabat kita ke kita. Menyatakan dan memendam sama-sama memiliki resikonya masing-masing. Terlepas dari tujuan kita menyatakan itu hanya untuk sekedar menyatakan saja supaya terasa lega atau menyatakan dengan tujuan mengharapkan suatu balasan yang lebih, jika kita memilih untuk jujur, tentu akan ada ‘gap’ atau jarak dan timbul perasaan canggung satu sama lain dan hubungan pertemanan tidak akan berjalan seperti biasanya. Selain itu, ketika sudah dalam hubungan asmara seperti pacaran namun pada akhirnya hubungan tersebut tidak berlangsung lama, resiko itu bakal terus ada karena kita jadi kehilangan sahabat dan juga orang yang kita sayangi. Jika belum siap dengan resiko tersebut, diam mungkin akan jadi pilihan terbaik. Sakit sih pasti tertekan juga karena harus act like nothing happens kalo lagi komunikasi sama sahabat kita.

Aku pernah ada di posisi seperti ini dulu. haha. Tapi, aku memegang prinsip kalau perasaan suka ke sahabat itu hanya akan timbul sesaat saja dan tidak akan berlangsung lama jadi aku memilih untuk tetap diam dan memendam karena aku percaya itu bakal hilang dengan sendirinya. jujur aku sendiri juga memang lebih mementingkan hubungan pertemanan. Jadi aku pikir kalau untuk menyatakan itu cuma akan menciptakan jarak diantara kita yang memiliki hubungan pertemanan.

Kebetulan saya belum pernah ngalamin, sih. Mungkin kalau kejadian begini, lihat kondisinya dulu gimana. Kalau saya tahu sahabat saya punya perasaan dengan orang lain, yah tentu perasaan saya harus dipendam dan diusahain hilang kalau bisa.

Terus juga tergantung karakter si sahabat. Kalau sahabat saya adalah orang yang terbuka dan 'easy going', mungkin saya akan berani jujur dan buat pengakuan. Kalau dia justru adalah orang yang sensitif atau suka ga enakan (gampang kepikiran), saya pilih pendam aja perasaan saya. Bener emang ga baik memendam-mendam sesuatu, tapi saya pikir cukup egois kalau kita buat pernyataan yang malah bikin sahabat kita jadi 'ga enak hati', ibaratnya kita bakal lega tapi orang lain justru terbebani. Pun, risiko persahabatan bakal berubah 'aura'nya lebih besar dibanding kita pendam aja perasaan suka itu.

"Jatuh cinta" adalah apa yang mendorong romansa yang kita baca atau tonton di acara dan film favorit kita. Tapi apa sebenarnya artinya jatuh cinta dengan seseorang? Jatuh cinta terjadi ketika Anda memiliki perasaan kekaguman dan ketertarikan yang kuat kepada seseorang yang Anda sayangi. Sangat mudah, ketika Anda baru dalam suatu hubungan, atau baru dalam perasaan ini, untuk melihat yang terbaik tentang seseorang dengan mudah. Anda mungkin memprioritaskan waktu yang Anda habiskan bersama, dan berbagi banyak waktu, hadiah, dan kasih sayang dengan mereka. Jatuh cinta sering kali menyenangkan, dan itu bisa menjadi bagian dari apa yang mengarahkan Anda kepada orang yang tepat untuk Anda. Tetapi penting untuk tidak mengandalkan perasaan keterikatan yang kuat sendirian ketika membuat keputusan tentang kencan dan pernikahan. Anda ingin memastikan, jika Anda merasa jatuh cinta dengan seseorang, bahwa Anda memiliki keyakinan yang sama tentang kehidupan, tentang prioritas, dan tentang hal-hal spiritual. Anda ingin berkomitmen pada seseorang hanya jika mereka menghormati Anda, kebutuhan Anda, dan batasan Anda. Dan jika Anda merasa “kehilangan cinta”, itu mungkin bukan pertanda berakhirnya hubungan Anda. Tergantung pada alasan Anda putus cinta, Anda mungkin bisa menyalakan kembali perasaan hangat dengan mendapatkan dukungan dan membicarakan hubungan Anda. Tidak apa-apa memiliki perasaan cinta karena kepercayaan yang Anda bagikan dengan sahabat Anda, tetapi itu tidak berarti Anda sedang jatuh cinta. Tapi itu berarti Anda memiliki bahan untuk mengembangkan cinta yang luar biasa yang bisa berubah menjadi pernikahan yang hebat. Seseorang pernah berkata bahwa teman yang hebat akan menjadi kekasih yang hebat. Semakin lama Anda berteman, semakin stabil hubungan Anda nantinya.

Jujur saja deh daripada menyesal di kemudian hari ketika melihat teman yang kita sayang bersama orang lain. Siapa tahu dia juga memiliki perasaan yang sama namun malu untuk mengungkapkannya. Namun harus siap dengan konsekuensinya, dan juga pendapat dia harus diterima dengan lapang dada jika ditolak dan sudah memiliki pasangan, harus bisa merelakan. Konsekuensi lainnya bisa saja pandangan dan perlakuan sahabat kita menjadi berubah seperti mengurangi kontak dengan kita maupun berusaha menjauh, pada saat itu harus mencari cara supaya pertemanan tidak makin putus.

Sangat dilema memang ketika berada dalam situasi seperti ini. Jika mengungkapkannya, akan ada "jarak" dalam hubungan persahabatan seperti menjadi canggung dan selalu tidak enakan. Di sisi lain, akan sangat menyakitkan jika hanya memendamnya saja. Kalau menurut saya, lebih baik dipendam saja walaupun harus sakit hati daripada harus menerima konsekuensi berupa adanya jarak dengan sahabat kita itu. Walaupun butuh waktu untuk menerima kenyataan, saya rasa itu lebih baik daripada harus jujur kepada seorang sahabat yang bisa saja merusak hubungan kita dengannya.