Ini menarik banget. Keduanya menyebabkan kondisi yang serba salah. Pasti dilema banget kalau ada di posisi itu. Aku setuju sama statement kak @ArivahBalqis
[quote="ArivahBalqis, post:15, topic:160216"]
Kita perlu membaca keadaan terlebih dahulu sih sebelum memutuskan apakah akan jujur atau memendamnya saja. Dan tentu ini memerlukan pertimbangan yang matang.
[/quote]
Memang sangat perlu untuk memperhatikan keadaan, kita juga harus memperhatikan sikap dan respon sahabat kita ke kita. Menyatakan dan memendam sama-sama memiliki resikonya masing-masing. Terlepas dari tujuan kita menyatakan itu hanya untuk sekedar menyatakan saja supaya terasa lega atau menyatakan dengan tujuan mengharapkan suatu balasan yang lebih, jika kita memilih untuk jujur, tentu akan ada ‘gap’ atau jarak dan timbul perasaan canggung satu sama lain dan hubungan pertemanan tidak akan berjalan seperti biasanya. Selain itu, ketika sudah dalam hubungan asmara seperti pacaran namun pada akhirnya hubungan tersebut tidak berlangsung lama, resiko itu bakal terus ada karena kita jadi kehilangan sahabat dan juga orang yang kita sayangi. Jika belum siap dengan resiko tersebut, diam mungkin akan jadi pilihan terbaik. Sakit sih pasti tertekan juga karena harus act like nothing happens kalo lagi komunikasi sama sahabat kita.
Aku pernah ada di posisi seperti ini dulu. haha. Tapi, aku memegang prinsip kalau perasaan suka ke sahabat itu hanya akan timbul sesaat saja dan tidak akan berlangsung lama jadi aku memilih untuk tetap diam dan memendam karena aku percaya itu bakal hilang dengan sendirinya. jujur aku sendiri juga memang lebih mementingkan hubungan pertemanan. Jadi aku pikir kalau untuk menyatakan itu cuma akan menciptakan jarak diantara kita yang memiliki hubungan pertemanan.