Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana dengan penerapan cashless di masa pandemi saat Ini? Memudahkan atau malah menyulitkan?

image|690x340

Masyarakat sudah mulai beralih dari pembayaran yang menggunakan uang cash menjadi cashless seperti menggunakan kartu, OVO, Gopay dan lain sebagainya. Ditambah lagi pada masa pandemi seperti sekarang, semua masyarakat dianjurkan untuk mengurangi kontak secara langsung dengan orang lain untuk mencegah penyebaran Covid-19, maka dari itu sudah ada beberapa tempat makan atau tempat tranksasi jual beli yang tidak lagi menerima uang cash.

Menurut kamu bagaimana dengan penerapan cashless di masa pandemi saat Ini? Memudahkan atau malah menyulitkan?

41

Dengan adanya pandemi ini, fitur cashless mulai naik daun di kalangan masyarakat awam. Fitur cashless dinilai bisa memudahkan tiap individu untuk melakukan pembayaran, karena fitur cashless membuat orang-orang tidak perlu membawa uang tunai, sehingga lebih nyaman dan aman dari pencurian. Dengan fitur cashless kita juga lebih hemat waktu dan memudahkan penjual untuk tidak perlu memberikan pembelian. Dengan segala kemudahan ini, sebagian besar para penjual yang menyediakan fitur cashless pada dagangannya akan memanfaatkannya dengan memberikan promo & diskon untuk menarik calon pembeli. Sehingga, kita sebagai konsumen akan cenderung untuk membeli dan membeli pada penjual tersebut dengan menggunakan fitur cashless. Kemudian fitur cashless ini juga saya pikir sedikit rentan dengan pencurian digital (hack dan sebagainya).

Jadi, menurut saya fitur cashless ini sangatlah memberikan kemudahan bagi sebagian orang yang mau belajar dan mengerti dengan teknologi. Fitur cashless juga harus disokong dengan perangkat yang mumpuni pula. Disisi lain, bagi orang yang masih belum mengerti dengan cara kerja dan lain sebagainya, lebih baik menggunakan pembayaran konvensional saja. Karena ibu saya memiliki pengalaman pada saat berbelanja di supermarket, kemudian beliau menemui seseorang yang sedang melakukan pembayaran dengan fitur cashless. Namun, yang terjadi malah membuat antrean semakin panjang karena terkendala macetnya perangkat orang tersebut.

Menurutku penerapan cashless di masa pandemi sekarang ini sangat membantu, selain untuk memperkecil risiko penyebaran virus Covid-19 juga mengurangi risiko hilang/dicuri. Lalu, dengan sistem pembayaran digital menjadi lebih praktis dan hemat waktu karena dalam transaksi uang yang dibayarkan akan pas tidak perlu lagi untuk memberikan uang kembalian.

Namun, perlu diingat juga untuk menjaga keamanan uang digital kita dengan baik karena banyak sekali bentuk-bentuk kejahatan dalam dunia maya yang dapat dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab.

Buat aku ini sangat memudahkan karena aku juga emang udah biasa pakai metode *cashless* dari sebelum pandemi. Terlebih saat ini kia sebisa mungkin juga harus meminimalkan kontak langsung dengan orang lain. Penggunaan metode *cashless* juga sudah didukung dengan fitur-fitur yang sangat cepat dan mudah, jadi dari berbagai kalangan usia menurut aku saat ini pasti bisa menggunakannya kalau mau belajar. Aplikasi pembayarana *cashless* juga banyak yang menyediakan tawaran unik seperti potongan harga dan *cashback*, jadi bukan hanya memudahkan, metode ini juga banyak membawa keuntungan untuk kita.

Kalau bagiku ini sangat-sangat memudahkan karena dimasa pandemi saat ini, dimana kita harus menjaga kontak erat dengan sesama dan membatasi kegiatan diluar rumah ini adanya cashless sangat membantu. selain itu cashless juga sangat praktis dan cukup aman karena hanya dengan menggunakan gadget saja sudah bisa melakukan transaksi sebesar apapun dan terdapat verfikasi sebelum melakukan transaksi sehingga cukup aman. Tak jarang transaksi melalui e-wallet juga banyak menawarkan potongan harga dan promo sehingga sangat menarik untuk digunakan.

Namun, dalam penggunaannya tetap harus bijak karena dengan adanya kemudahan tersebut bukan berarti kita harus menggunakannya setiap saat karena akan berdampak pada kegiatan konsumtif sehingga dapat merugikan diri sendiri. selain itu, meskipun cukup aman tetap harus berhati-hati karena kejahatan dunia maya seperti penipuan sampai sekarang masih ada.

Seperti banyak nya tanggapan yang ada, aku setuju kalo cashless itu memudahkan transaksi dan juga sebagai bentuk perlindungan diri dari penyebaran Covid-19. Karena Covid-19 sendiri bisa tertular melalui berbagai hal, antara lain droplets atau tetesan cairan ketika batuk dan bersin, kontak pribadi seperti bersentuhan dan berjabat tangan, kontaminasi tinja, serta menyentuh benda bervirus dan tidak mencuci tangan. Khusus cara penyebaran terakhir, dilansir New York Post, Minggu (8/3/2020), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, ada kemungkinan infeksi penyakit Covid-19 terjadi melalui uang tunai.

Menurut saya penerapan cashless di masa pandemi saat ini dapat memudahkan dan dapat pula menyulitkan orang-orang. Cashless dapat memudahkan orang-orang ketika ingin melakukan transaksi atau membeli sesuatu dalam masa pembatasan kegiatan sosial seperti saat ini. Tetapi cashless juga sedikit menyulitkan karena tidak semua kebutuhan orang dapat dipenuhi dengan cashless, contohnya masih banyak toko-toko yang tidak bisa menggunakan virtual payment. Dan tidak semua orang juga dapat menggunakan cashless dengan mudah, contohnya orang-orang tua yang tidak begitu mengerti teknologi, akan menyusahkan mereka karena mereka bisa jadi tidak memiliki gadget yang memadai dan tidak paham bagaimana cara menggunakannya.

Penerapan cashless di masa pandemi saat ini menurut aku ada mudah dan ada sulitnya.

Mudahnya kita dapat melakukan transaksi tanpa perlu susah-susah mengantri mengambil uang cash terlebih dahulu di ATM dan langsung melakukan transaksi di kasir tempat toko kita berbelanja, cashless juga membantu mengurangi penyebaran COVID-19 dengan kita tidak memegang uang yang mungkin sudah dipegang banyak orang, terlebih lagi jika kita melakukan transaksi dengan cashless terdapat banyak promo, potongan harga dan cashback.

Namun, tidak semua orang merasa menggunakan cashless itu mudah. Ada beberapa orang yang merasa bahwa sulit untuk menggunakan jenis transaksi ini (ribet) terlebih jika orang yang baru saja menggunakannya, hal yang kurang juga dari penggunaan cashless ini yaitu jika tidak berhati-hati dalam mengatur privasi dan kata sandi akun kita bisa di hack oleh seseorang yang berniat buruk serta kekurangan dari penggunaan cashless bagi beberapa orang dapat membuatnya menjadi semakin boros karena mudahnya bertransaksi.

Sangat mudah karena membuat transaksi memiliki beragam cara pembayaran, mulai dari dompet digital seperti Go-Pay, DANA, OVO, Link aja, dan sejenisnya, kartu Debit/Kredit, Flass, E-Banking seperti BCA Mobile, BriMo dan sejenisnya. Selain itu dengan Cashless menjadi tidak ribet dengan masalah kembalian, sering kali jika menggunakan nominal uang yang besar untuk membeli makanan dengan harga dengan nomilal lebih kecil, pasti tidak jarang ditanya "Tidak ada uang kecilnya?" lalu jika penjualnya tidak ada uang kembalian pasti harus nyari ke tempat lain dulu dan memrlukan waktu yang tidak sebentar.

Selain itu uang kertas merupakan media penyebaran kuman dan bakteri yang banyak, sehingga di masa pandemi ini tentunya akan lebih baik mengurangi kontak dengan barang/media yang dapat menyebarkan bakteri dengan banyak. Melihat sisi sulitnya tidak semua pedagang yang menyediakan pembayaran non-tunai. Selain itu dari sisi ekonomi, dengan banyaknya dompet digital yang ada di pasaran akan menyebabkan lebih boros dan sulit mengatur keuangan.

Menurut saya pribadi hal tersebut memudahkan kita bahkan kita tidak perlu memikirkan kembalian. Tapi sekarang belum semua tempat menyediakan pembayaran secara online seperti ini bahkan masih ada yang harus dibayar cash. Fitur-fitur cashless sekarang juga menurut saya sudah lebih canggih dan modern dan sudah waktunya kita beradaptadi dengan zaman yang serba digital ini.