Phobia dapat disembuhkan dengan psikoterapi yakni upaya pengobatan masalah kesehatan yang berkaitan dengan pikiran, perasaan, dan perilaku. Pada kasus fobia, berikut teknik psikoterapi yang banyak dilakukan:
- Exposure therapy. Dilakukan untuk membantu mengubah sudut pandang pengidap fobia terhadap sesuatu yang ditakutinya. Pengidap fobia dihadapkan dengan situasi tertentu agar belajar mengatasi rasa takut yang muncul secara bertahap. Misalnya pada kasus fobia durian, pengidap diminta melihat gambar durian, membayangkan aroma, dan seolah mengonsumsinya. Jika dirasa mampu mengatasi rasa takut pada “bayangan durian”, terapi ditingkatkan dengan meminta pengidap melihat durian dalam jarak dekat dan mencium aromanya. Hal ini dilakukan hingga pengidap bisa mengendalikan rasa takutnya.
- Cognitive behavioral therapy (CBT), menggabungkan exposure therapy dengan jenis terapi lainnya. CBT dilakukan untuk membantu pengidap fobia mengatasi rasa takut terhadap objek atau situasi tertentu. Terapi jenis ini lebih berfokus pada upaya pengendalian pikiran dan perasaan pengidap fobia, sehingga ia lebih mengatasi rasa takutnya.
Selain itu, phobia juga dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi obat. Misalnya obat beta-blocker dan antidepresan. Beta-blocker bekerja dengan menghalangi adrenalin yang menstimulasi kerja tubuh saat menghadapi objek atau situasi yang ditakuti, ditandai dengan peningkatan tekanan darah, jantung berdetak cepat, suara bergetar, dan lemas karena panik. Obat jenis ini efektif dalam mengurangi gejala fobia. Antidepresan berfungsi mengendalikan hormon serotonin dalam tubuh. Hormon ini berperan dalam pencegahan depresi dan pengelolaan suasana hati yang positif.
[details="Summary"]
Halodoc
[/details]