[quote="Aryadita, post:2, topic:206"]
Sabar adalah suatu sikap menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh
[/quote]
Kalau sabar diartikan sebagai bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh, saya sepakat banget kalau hal itu akan berdampak positif dalam kehidupan.
Tapi kalau sabar diartikan menahan emosi dan keinginan, rasanya perlu berhati-hati dalam menyikapinya.
Manusia pasti punya emosi dan keinginan, jadi ngga semua emosi dan keinginan harus ditahan-tahan. Bisa-bisa malah menjadi kontraproduktif.
Contohnya, kalau kita sedang sedih, ya sedih aja, ngga perlu ditahan2 agar kita terlihat kuat. Ntar bisa jadi toxic positivity lho. Kata-kata seperti, "udah sabar aja, ngga usah sedih" ini bisa jadi kontraproduktif sama kesehatan mental kita sendiri. Kuncinya adalah bagaimana kita melampiaskan emosi kita, apakah dengan cara yang baik atau buruk ? Ketika kita sedih, apakah kita menangis sambil intropeksi diri dan menata kembali hidup kita, atau malah cari pelampiasan dengan obat-obatan terlarang ?
Begitu juga dengan keinginan, ketika kita menahan keinginan kita, bisa jadi malah bikin kita ngga semangat. Apalagi kalau dibumbui dengan kata "sabar", bisa-bisa malah jadi pembenar atas kegagalan kita sendiri.
Keinginan itulah yang memotivasi kita. Ibarat mesin, keinginan itu adalah bahan bakar agar kita bisa bergerak. Apakah kita pakai premium, pertalite atau premix, semua tergantung keinginan kita. Misalnya, kalau kita ingin mencapai sesuatu dengan cepat, ya kudu pakai premix, biar tarikannya kuat.
Jangan sampai kita berpikir "alon-alon asal kelakon", hanya gara-gara memahami konsep sabar yang salah. Kalau model seperti ini, bukan sabar namanya, tapi malas ????
Alon-alon asal kelakon itu konsep agar kita lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu. Jadi jangan diartikan harfiahnya, jadi melakukan sesuatu secara pelan-pelan. Kalau gitu, kapan nyampenya ????????????