
Memahami luka batin sendiri sangatlah sulit. Pernahkah kamu merasa tidak dapat memaafkan seseorang yang melakukan perbuatan tertentu yang menyakiti perasaan mu? Atau apakah kalian pernah cepat merasa marah ketika mendengar kalimat tertentu dan perilaku seseorang tanpa tahu alasan yang jelas mengapa kita tidak menyukainya? Jika pernah, mungkin saat ini kita sedang bertanya-tanya mengapa hal tersebut bisa terjadi atau malah bertanya-tanya mengapa kita baru menyadarinya.
Hal tersebut merupakan hal yang wajar, bahkan merupakan suatu permulaan yang baik agar kita dapat memahami lebih dalam apa yang sebenarnya terjadi dalam diri kita. Karena bisa jadi memang hal-hal tersebut merupakan tanda bahwa kita memiliki luka batin.
Luka batin biasanya terjadi akibat tekanan yang besar atau kejadian negatif yang berlangsung secara terus menerus pada diri kita, dan tentunya menimbulkan emosi negatif yang mendalam dan berbekas. Masing-masing dari kita mungkin pernah merasa terluka, entah karena perkataan orang lain atau perilaku orang lain pada diri kita. Kadang, sebagai manusia kita tidak ingin terlihat lemah oleh manusia lain sehingga kita memilih untuk mengubur dalam-dalam luka yang kita miliki sampai kita melupakannya.
Padahal apapun luka batin yang kita miliki sebaiknya memang dikelola dengan baik agar tidak mengganggu kehidupan kita. Seperti mungkin kita akan menjadi lebih sensitive saat menerima perkataan atau perbuatan tertentu, lebih mudah khawatir akan suatu hal, atau mungkin kita akan sering mengalami gejolak emosi tanpa tahu alasan yang jelas mengapa hal tersebut dapat terjadi. Karena meskipun sudah kita lupakan atau kubur dalam-dalam nyatanya luka itu masih ada dalam diri kita. Tinggal menunggu waktu saja untuk menghantui kita.
Luka batin tersebut menjadikan suatu kejadian yang menghadapkan kita pada ancaman genting yang overwhelming , berdampak pada tergoncangnya keseimbangan. Ketika itu terjadi, kapasitas menyelesaikan masalah dari otak kehilangan kemampuan mengendalikan situasi. Kekagetan dan ketakutannya dapat sangat melumpuhkan, apalagi bila dibarengi sakit fisik. Luka batin akibat perlakuan orang terdekat sering lebih menghancurkan. Apalagi bila itu terjadi berulang.
Nah, menurut kamu gimana nih ?
Referensi :
http://yayasanpulih.org/2018/01/memahami-luka-batin/