Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Sosial

Isu sosial, masyarakat, komunitas, hubungan antarmanusia, dan dinamika sosial.

1570
Topics
1
Members
Benarkah sifat kritis menjadi tantang dalam ber etika di Indonesia?

Menumbuhkan Sifat kritis saat ini mulai muncul kembali dipermukaan publik musabab banyak diangkat oleh beberapa tokoh baik oleh akademisi maupun public figure di Indonesia saat ini. Beberapa tokoh antara lain dari akademisi seperti Rocky Gerung dan Public Figure seperti Deddy Corbudzier. Namun hal ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi kita para kawula muda ketika hendak mengkritisi sesuatu atau secara spesifik lagi yaitu contoh seperti seseorang yang lebih tua, terutama di Indonesia membutuhkan kode etik yang sangat kompleks, sehingga kita sendiri agak dilema ketika hendak melontarkan sebuah kritik Di kampus luar negeri, perdebatan antara dosen dan mahasiswa sudah menjadi kebiasaan dalam kegiatan belajar mengajar. Namun lain hal jika di Indonesia, beberapa dosen akan mengancam nilai jika ada mahasiswa yang mengkritisi caranya mengajar atau materi yang disampaikan, atau sentimental bahkan akan didapatkan dari teman mahasiswanya sendiri yang akan menjadikan dirinya bahan omongan di luar kelas?...

Ava Nafiza Wibowo · balasan terbaru
Ya, sifat kritis bisa menjadi tantangan dalam praktik etika di Indonesia. Meskipun kritisitas penting untuk pengembangan masyarakat yang beretika, namun...
Apa iya Impostor Syndrome Selalu Berkonotasi Negatif?

“ Wah keren ya kemarin abis menang lomba! ” “ Enggak, kok. Lagi beruntung aja ”...

Angeline Dewi S · balasan terbaru
Imposter syndrome adalah istilah yang menggambarkan pola perilaku seseorang yang sering kali meragukan atau bahkan merasa tidak pantas meraih pencapaian...
Apakah Korban Toxic Relationship Mengalami Gangguan Stockholm Syndrome?

Akhir-akhir ini istilah Toxic Relationship menjadi perbincangan hangat di masyarakat khususnya generasi muda. Beberapa orang menjalani hubungan romansa yang penuh manipulatif dan tekanan. Istilah Toxic Relation digunakan untuk sebuah hubungan romansa baik itu pacaran atau pernikahan dimana salah satu pihak mendominasi pihak yang lain. Bentuk dominasi tersebut juga bermacam-macam, seperti verbal, emosional, finansial dan fisik. Anehnya para tokoh dalam hubungan ini seringkali tidak sadar dan tetap melanjutkan kebiasaan mereka. Kondisi yang dialami oleh para korban toxic relationship ini diindikasikan sama dengan gangguan mental Sindrom Stockholm, yaitu gangguan dimana dalam sebuah hubungan terdapat salah satu pihak menerima kekerasan (abusive) dan para korban yang menerima kekerasan tersebut selalu menganggap para pelaku tersebut sebagai penyelamat dan selalu membenarkan semua tindakannya. Walaupun belum termasuk dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental, sindrom ini sering dijadikan acuan oleh pekerja psikologi untuk mendiagnosis gejala kekacauan mental....

Ava Nafiza Wibowo · balasan terbaru
Ya, korban hubungan toksik dapat mengalami gejala sindrom Stockholm. Sindrom Stockholm adalah kondisi psikologis di mana seseorang yang menjadi korban...
Menurutmu, Apakah Pelaku Pelecehan Seksual Harus diberi Sanksi Kebiri?

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak sebagai turunan dari Undang-Undang No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Aturan ini memberikan kewenangan kepada negara untuk dapat menjatuhkan Tindakan Kebiri Kimia bagi Pelaku Persetubuhan terhadap Anak, yang mana tindakan kebiri kimia sebagai pemberian zat kimia melalui penyuntikan atau menggunakan metode yang lain. Tindakan kebiri kimia ini hanya dilakukan kepada pelaku dewasa yang pernah dipidana karena melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. Sebab kasus pelecehan seksual ini sangat membahayakan segalanya mulai dari kesehatn mental bahkan fisik organ tubuh yang diderita korban....

Colorado Abraham · balasan terbaru
Saya pribadi mendukung sanksi kebiri bagi pelaku pelecehan seksual pada anak untuk memberikan efek jera. Karena sepertinya sanksi-sanksi yang saat...
Pelaku ghosting pada proses PDKT berada di pihak yang salah, apa iya?

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, ghosting adalah ketika seseorang yang diyakini peduli tiba-tiba menghilang atau mengakhiri komunikasi ...

Dwike Megah Purnama Lenti · balasan terbaru
Seperti kata pepatah, people come and go. Aku pribadi setuju kalau pelaku ghhosting dapat dikatakan salah. Walaupun memang tergantung seberapa...
Setujukah Kalian Jika Siswi SMA menggunakan Make Up ke Sekolah?

Setelah lama bersekolah secara daring, saat ini mulai di selenggarakan program tatap muka untuk para murid sekolah. Karena bersekolah di rumah sebelum...

Madeline Rosalinda Nasution · balasan terbaru
Sangat tidak setuju. Sebab sekolah tempatnya untuk menimbah ilmu pengetahuan, bukan untuk berdandan. Berbeda dengan SMK dengan menawarkan pembelajan dengan...
Kenapa Seseorang Bisa Ribut Karena Idola?

Pernahkah kalian melihat keributan di media sosial mengenai idolanya masing-masing ? Mungkin jika kalian penggemar k-pop atau k-drama sudah tidak asing dengan cacian orang yang tidak menyukai hal tersebut dengan kata "plastik" dan tidak jarang seseorang dengan reflek memberikan tanggapan dengan agresif....

Annisa Aulia Rakhma · balasan terbaru
[quote="Deden_ImamBuchori, post:1, topic:163678"] Menurut kalian kenapa sih orang bisa ribut karena idolanya ? [/quote] Sebagai mantan KPopers, saya pernah beberapa...
Menurutmu, Apakah Berlibur Solusi Utama Untuk Menghilangkan Burnout?

Burnout merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi stres berat yang dipicu oleh pekerjaan. Burnout tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan perlu diatasi dengan tepat karena dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Menurut Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Iceu Amira DA, S.Sos., S.Kep., Ners., M.Kes burnout merupakan sindrom psikologis yang disebabkan adanya rasa kelelahan yang luar biasa, baik secara fisik, mental, maupun emosional. Dampaknya, seseorang dapat kehilangan minat dan motivasi. Menurutnya, burnout dapat mengurangi produktivitas dan menguras energi sehingga membuat seseorang merasa tidak berdaya, putus asa, lemah, dan cepat marah....

Ava Nafiza Wibowo · balasan terbaru
Berlibur bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi burnout, tetapi tidak selalu menjadi solusi utama. Penting untuk memahami bahwa setiap...
Apakah ateis di Indonesia layak mendapat tempat di masyarakat?

Sebagaimana kita tahu, Indonesia merupakan negara yang agamis. Mendasarkan hukumnya pada Pancasila yang menyebut Ketuhanan dalam sila pertama, negara dan pemerintah sendiri mengakui akan adanya Tuhan dan mewajibkan masyarakat untuk beragama. Di Indonesia menjadi ateis tampaknya belum bisa menjadi pilihan hidup yang dinyatakan secara terbuka karena masyarakat yang sangat agamis. Padahal memilih untuk tidak beragama sejatinya adalah hak asasi manusia. Seluruh kehidupan sebagai seorang warga negara di Indonesia tak jauh dari urusan agama. Keluarga di Indonesia mewariskan agama kepada anak-anaknya karena lingkungan sosial yang religius. Bahkan hingga membuat KTP pun, kita sempat harus mencantumkan agama, walaupun belakangan ini kolom agama dapat dikosongkan. Mereka yang menyatakan diri sebagai ateis lantas dimusuhi, didiskriminasi dan dicap sebagai orang yang tidak beriman. Menyimpang, salah, berdosa, jahat dan pasti masuk neraka. Bahkan mereka juga diasosiasikan dengan PKI. Kurangnya literasi membuat masyarakat menyamakan PKI dan komunisme dengan ateisme....

William Kertha Adi Tama · balasan terbaru
Pertanyaan ini saya rasa, cukup sulit ya untuk di jawab. Pertama - tama dari segi kebebasan beragama dan memeluk kepercayaan,...
Bagaimama pengalamanmu mengalami Burnout ? Apa yang kamu lakukan?

Era generasi milenial sepertinya sudah tidak jauh-jauh lagi dari kata stres. Para milenials merasa hidup mulai membosankan dan berat, apapun yang dilakukan terasa susah. Menginjak usia matang alias dewasa ternyata menjadi masa melelahkan bagi sebagian orang, khususnya bagi mereka yang memang sudah mendapatkan pekerjaan tetap dalam waktu yang lama. Sayangnya, walaupun sudah dewasa dan punya pekerjaan, tetap saja timbul kebosanan yang dirasakan seseorang sampai bisa menyebabkan stres. Fenomena ini disebut burnout. Istilah ini pertama kali dicetuskan oleh Freudenberger dan Maslach, seorang psikiater New York pada tahun 1976 di Amerika Serikat. Burnout adalah suatu kondisi ketika seseorang merasa jenuh dan lelah baik secara fisik maupun mental serta emosional dengan tuntutan pekerjaan. ...

Ava Nafiza Wibowo · balasan terbaru
Apa yang dirasakan seseorang ketika mengalami burnout Burnout adalah kondisi fisik dan mental yang terjadi ketika seseorang mengalami stres yang...
Apa hukuman yang pantas bagi pelaku pelecehan seksual?

Pelecehan seksual bisa dialami siapa saja terlepas dari jenis kelamin, umur, pendidikan, nilai-nilai budaya, nilai-nilai agama, warga negara, latar belakang, maupun status sosial. Namun yang memang sampai saat ini banyak terjadi adalah pelecehan seksual pada wanita. komnas perempuan mengatakan bahwa hampir 93% korban pelecehan seksual tidak melaporkan ke pihak yang berwenang. hal itu disebabkan oleh beberapa hal berikut :...

Ava Nafiza Wibowo · balasan terbaru
Apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah pelecehan seksual Pemerintah dapat mengambil berbagai langkah untuk mencegah pelecehan seksual di...
Tingkat Pengangguran Terdidik Semakin Tinggi, Apakah Kuliah Masih Dibutuhkan?

Indonesia memiliki angkatan kerja yang semakin meningkat setiap tahun, sayangnya pertumbuhan jumlah angkatan kerja tidak diiringi dengan pertumbuhan lapangan kerja. Hal tersebut kemudian menyebabkan jumlah pengangguran di Indonesia semakin meningkat. Pengangguran seakan-akan telah menjadi polemik berkepanjangan yang tak pernah usai di negara berkembang seperti Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, berikut ini jumlah pengangguran terbuka menurut tingkat pendidikan di tahun 2019-2020....

Ava Nafiza Wibowo · balasan terbaru
Di Indonesia, tingkat pengangguran terdidik yang semakin tinggi bisa disebabkan oleh beberapa faktor kompleks. Pertama, pertumbuhan ekonomi yang tidak seimbang...
Benarkah memotivasi orang lain lebih mudah daripada memotivasi diri sendiri?

Sebagai makhluk sosial, kita pastinya senang untuk berinteraksi dengan orang lain. baik dalam keadaan senang, sedih, maupun marah biasanya kita akan menceritakan hal yang kita rasakan kepada orang terdekat kita. sebagai salah satu orang yang senang bercerita sekaligus mendengarkan, saya senang untuk berkomunikasi dengan banyak orang. ...

MANJA MULYANI SIREGAR, S.Pd · balasan terbaru
Bagi sebagian orang hal ini berlaku. Sama seperti kata pepatah. Menghibur orang lain Mudah tetapi menghibur diri sendiri susah. Motivasi...
Normalkah seseorang memiliki alter ego?

Alter ego adalah sebuah identitas atau karakter yang merupakan bentukan dari seseorang dalam dirinya secara sadar. Karakter tersebut sering kali merupakan gambaran ideal tentang dirinya yang tidak bisa ia realisasikan. Daripada hanya mengidam-idamkannya, ia lalu ‘menghidupkan’ karakter tersebut ke dalam dunia nyata. Tak sedikit yang menggunakan alter ego ciptaannya untuk membantunya lebih berani menghadapi dunia....

Michelle Paulina · balasan terbaru
menurutku memiliki alter ego itu normal-normal saja asal masih diambang batas, penyebab alter ego diciptakan biasanya karena ia kurang mampu...
Pernahkah kalian mengalami WhatsApp Anxiety dan bagaimana mengatasinya?

Di era digital ini, banyak pekerjaan yang dilakukan melalui komunikasi digital, yang saat ini biasanya dilakukan melalui WhatsApp. WhatsApp telah menjadi media elektronik yang paling banyak digunakan untuk berkomunikasi dengan seluruh dunia dengan cara yang lebih cepat dan mudah. Membahas dan mendelegasikan tugas menjadi lebih mudah dengan aplikasi perpesanan ini. Namun, di sisi lain, serangan pesan berulang juga dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan kecemasan dari waktu ke waktu. Kondisi ini dikenal sebagai ketakutan terhadap WhatsApp. Meskipun WhatsApp memberikan banyak kemudahan dan manfaat bagi kelangsungan kehidupan sehari-hari. Namun, WhatsApp juga bisa menakutkan dalam konteks profesional. Hal ini dikarenakan smartphone terlalu banyak memberikan notifikasi dari rekan kerja atau grup WhatsApp (WAGs) karena orang yang mengalami ketakutan terhadap WhatsApp merasa cemas dan memikirkan hal-hal penting yang sedang terjadi. Selain itu, meningkatnya jumlah pesan yang belum dibaca dari grup juga dapat membuat perasaan menjadi cemas karena merasa melewatkan diskusi penting....

Dina Rizki Inten Yanuari · balasan terbaru
Pernah! Kejadian ini aku alami ketika masih memiliki jabatan di suatu organisasi, dimana pada saat itu ketua umum dan anggota...
Bagaimana Tanggapan Anda Tentang Childfree Bagi Masa Depan Indonesia?

Pertengahan 2021 seorang influencer Gita Savitri menyuarakan keputusannya untuk melakukan childfree di media sosial, Gita mengungkapkan bahwa alasan dari keputusan tersebut ialah dia tidak ingin memiliki kecenderungan egoistik terhadap anak. Gita menilai selama ini alasan mayoritas masyarakat mengenai keberadaan anak mereka cenderung selfish, dimana mereka menjadikan anak mereka sebagai jaminan dan benefit di masa tua. Bahkan Gita sempat bertanya-tanya mengenai keputusan suami istri yang memilih melakukan program anak disaat pendapatan finansial mereka belum stabil....

Patricia Ambarwati · balasan terbaru
Apabila dikatakan kalau populasi besar menyebabkan eksploitasi alam yang lebih besar, masalah sosial, ekonomi dan lainnya, barangkali benar adanya. Namun...
PPKM Jawa Bali diperpanjang hingga tanggal 3 Januari 2022 oleh pemerintah apakah ini merupakan solusi utama untuk mengendalikan laju covid-19 dan menjaga kehidupan masyarkat? Bagaimana tanggapan mu terkait kebijakan ini?

Source: KOMPAS.com Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau kerap kali kita kenal dengan istilah PPKM yang diterapkan di pulau Jawa-Bali diperpanjang hingga awal Januari tahun 2022 tepatnya sampai tanggal 3 Januari, pembatasan ini dilakukan bertujuan untuk mengendalikan laju covid-19 dan menjaga kehidupan masyarakat baik yang berada di pulau Bali maupun di pulau Jawa....

Furqon Al Maarif · balasan terbaru
Orang bijak adalah orang yang mau belajar dari pengalaman sebelumnya. Ya mungkin pepatah di atas yang dijadikan pegangan pemerintah saat...
Menurutmu bagaimana solusi mengenai peran pemerintah yang masih belum optimal dalam menangani kasus lapindo?

Semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, 15 tahun silam, masih menyisakan masalah sosial terkait pembayaran ganti rugi bagi penyintas. Sekitar 30 pelaku usaha yang asetnya terendam lumpur hingga kini masih terus berjuang mendapatkan penggantian. Korban lumpur tentunya berharap persoalan pembayaran ganti rugi yang belum tuntas bisa dibuka kembali dan dicarikan solusinya. Nasib korban sangat menderita karena telah menanti selama hampir 15 tahun tanpa kepastian....

Nurul Hikmah · balasan terbaru
Kasus Lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo ini sebenarnya bukanlah kesalahan pemerintah, namun menjadi kesalahan dari PT. Lapindo Minarak Jaya milik...