Benarkah? bertambahnya tingkat kriminalitas di Indonesia disebabkan oleh faktor pengangguran? source: Tribunjateng.com...
Sosial
Menumbuhkan Sifat kritis saat ini mulai muncul kembali dipermukaan publik musabab banyak diangkat oleh beberapa tokoh baik oleh akademisi maupun public figure di Indonesia saat ini. Beberapa tokoh antara lain dari akademisi seperti Rocky Gerung dan Public Figure seperti Deddy Corbudzier. Namun hal ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi kita para kawula muda ketika hendak mengkritisi sesuatu atau secara spesifik lagi yaitu contoh seperti seseorang yang lebih tua, terutama di Indonesia membutuhkan kode etik yang sangat kompleks, sehingga kita sendiri agak dilema ketika hendak melontarkan sebuah kritik Di kampus luar negeri, perdebatan antara dosen dan mahasiswa sudah menjadi kebiasaan dalam kegiatan belajar mengajar. Namun lain hal jika di Indonesia, beberapa dosen akan mengancam nilai jika ada mahasiswa yang mengkritisi caranya mengajar atau materi yang disampaikan, atau sentimental bahkan akan didapatkan dari teman mahasiswanya sendiri yang akan menjadikan dirinya bahan omongan di luar kelas?...
“ Wah keren ya kemarin abis menang lomba! ” “ Enggak, kok. Lagi beruntung aja ”...
Akhir-akhir ini istilah Toxic Relationship menjadi perbincangan hangat di masyarakat khususnya generasi muda. Beberapa orang menjalani hubungan romansa yang penuh manipulatif dan tekanan. Istilah Toxic Relation digunakan untuk sebuah hubungan romansa baik itu pacaran atau pernikahan dimana salah satu pihak mendominasi pihak yang lain. Bentuk dominasi tersebut juga bermacam-macam, seperti verbal, emosional, finansial dan fisik. Anehnya para tokoh dalam hubungan ini seringkali tidak sadar dan tetap melanjutkan kebiasaan mereka. Kondisi yang dialami oleh para korban toxic relationship ini diindikasikan sama dengan gangguan mental Sindrom Stockholm, yaitu gangguan dimana dalam sebuah hubungan terdapat salah satu pihak menerima kekerasan (abusive) dan para korban yang menerima kekerasan tersebut selalu menganggap para pelaku tersebut sebagai penyelamat dan selalu membenarkan semua tindakannya. Walaupun belum termasuk dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental, sindrom ini sering dijadikan acuan oleh pekerja psikologi untuk mendiagnosis gejala kekacauan mental....
Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak sebagai turunan dari Undang-Undang No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Aturan ini memberikan kewenangan kepada negara untuk dapat menjatuhkan Tindakan Kebiri Kimia bagi Pelaku Persetubuhan terhadap Anak, yang mana tindakan kebiri kimia sebagai pemberian zat kimia melalui penyuntikan atau menggunakan metode yang lain. Tindakan kebiri kimia ini hanya dilakukan kepada pelaku dewasa yang pernah dipidana karena melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. Sebab kasus pelecehan seksual ini sangat membahayakan segalanya mulai dari kesehatn mental bahkan fisik organ tubuh yang diderita korban....
Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, ghosting adalah ketika seseorang yang diyakini peduli tiba-tiba menghilang atau mengakhiri komunikasi ...
Setelah lama bersekolah secara daring, saat ini mulai di selenggarakan program tatap muka untuk para murid sekolah. Karena bersekolah di rumah sebelum...
Pernahkah kalian melihat keributan di media sosial mengenai idolanya masing-masing ? Mungkin jika kalian penggemar k-pop atau k-drama sudah tidak asing dengan cacian orang yang tidak menyukai hal tersebut dengan kata "plastik" dan tidak jarang seseorang dengan reflek memberikan tanggapan dengan agresif....
Burnout merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi stres berat yang dipicu oleh pekerjaan. Burnout tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan perlu diatasi dengan tepat karena dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Menurut Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Iceu Amira DA, S.Sos., S.Kep., Ners., M.Kes burnout merupakan sindrom psikologis yang disebabkan adanya rasa kelelahan yang luar biasa, baik secara fisik, mental, maupun emosional. Dampaknya, seseorang dapat kehilangan minat dan motivasi. Menurutnya, burnout dapat mengurangi produktivitas dan menguras energi sehingga membuat seseorang merasa tidak berdaya, putus asa, lemah, dan cepat marah....
Sebagaimana kita tahu, Indonesia merupakan negara yang agamis. Mendasarkan hukumnya pada Pancasila yang menyebut Ketuhanan dalam sila pertama, negara dan pemerintah sendiri mengakui akan adanya Tuhan dan mewajibkan masyarakat untuk beragama. Di Indonesia menjadi ateis tampaknya belum bisa menjadi pilihan hidup yang dinyatakan secara terbuka karena masyarakat yang sangat agamis. Padahal memilih untuk tidak beragama sejatinya adalah hak asasi manusia. Seluruh kehidupan sebagai seorang warga negara di Indonesia tak jauh dari urusan agama. Keluarga di Indonesia mewariskan agama kepada anak-anaknya karena lingkungan sosial yang religius. Bahkan hingga membuat KTP pun, kita sempat harus mencantumkan agama, walaupun belakangan ini kolom agama dapat dikosongkan. Mereka yang menyatakan diri sebagai ateis lantas dimusuhi, didiskriminasi dan dicap sebagai orang yang tidak beriman. Menyimpang, salah, berdosa, jahat dan pasti masuk neraka. Bahkan mereka juga diasosiasikan dengan PKI. Kurangnya literasi membuat masyarakat menyamakan PKI dan komunisme dengan ateisme....
Era generasi milenial sepertinya sudah tidak jauh-jauh lagi dari kata stres. Para milenials merasa hidup mulai membosankan dan berat, apapun yang dilakukan terasa susah. Menginjak usia matang alias dewasa ternyata menjadi masa melelahkan bagi sebagian orang, khususnya bagi mereka yang memang sudah mendapatkan pekerjaan tetap dalam waktu yang lama. Sayangnya, walaupun sudah dewasa dan punya pekerjaan, tetap saja timbul kebosanan yang dirasakan seseorang sampai bisa menyebabkan stres. Fenomena ini disebut burnout. Istilah ini pertama kali dicetuskan oleh Freudenberger dan Maslach, seorang psikiater New York pada tahun 1976 di Amerika Serikat. Burnout adalah suatu kondisi ketika seseorang merasa jenuh dan lelah baik secara fisik maupun mental serta emosional dengan tuntutan pekerjaan. ...
Pelecehan seksual bisa dialami siapa saja terlepas dari jenis kelamin, umur, pendidikan, nilai-nilai budaya, nilai-nilai agama, warga negara, latar belakang, maupun status sosial. Namun yang memang sampai saat ini banyak terjadi adalah pelecehan seksual pada wanita. komnas perempuan mengatakan bahwa hampir 93% korban pelecehan seksual tidak melaporkan ke pihak yang berwenang. hal itu disebabkan oleh beberapa hal berikut :...
Indonesia memiliki angkatan kerja yang semakin meningkat setiap tahun, sayangnya pertumbuhan jumlah angkatan kerja tidak diiringi dengan pertumbuhan lapangan kerja. Hal tersebut kemudian menyebabkan jumlah pengangguran di Indonesia semakin meningkat. Pengangguran seakan-akan telah menjadi polemik berkepanjangan yang tak pernah usai di negara berkembang seperti Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, berikut ini jumlah pengangguran terbuka menurut tingkat pendidikan di tahun 2019-2020....
Sebagai makhluk sosial, kita pastinya senang untuk berinteraksi dengan orang lain. baik dalam keadaan senang, sedih, maupun marah biasanya kita akan menceritakan hal yang kita rasakan kepada orang terdekat kita. sebagai salah satu orang yang senang bercerita sekaligus mendengarkan, saya senang untuk berkomunikasi dengan banyak orang. ...
Kata-kata bebas ngapain aja asal tidak merugikan orang lain menurutku popularitasnya hampir menyamai ungkapan YOLO (you only live once) di kalangan an...
Alter ego adalah sebuah identitas atau karakter yang merupakan bentukan dari seseorang dalam dirinya secara sadar. Karakter tersebut sering kali merupakan gambaran ideal tentang dirinya yang tidak bisa ia realisasikan. Daripada hanya mengidam-idamkannya, ia lalu ‘menghidupkan’ karakter tersebut ke dalam dunia nyata. Tak sedikit yang menggunakan alter ego ciptaannya untuk membantunya lebih berani menghadapi dunia....
Di era digital ini, banyak pekerjaan yang dilakukan melalui komunikasi digital, yang saat ini biasanya dilakukan melalui WhatsApp. WhatsApp telah menjadi media elektronik yang paling banyak digunakan untuk berkomunikasi dengan seluruh dunia dengan cara yang lebih cepat dan mudah. Membahas dan mendelegasikan tugas menjadi lebih mudah dengan aplikasi perpesanan ini. Namun, di sisi lain, serangan pesan berulang juga dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan kecemasan dari waktu ke waktu. Kondisi ini dikenal sebagai ketakutan terhadap WhatsApp. Meskipun WhatsApp memberikan banyak kemudahan dan manfaat bagi kelangsungan kehidupan sehari-hari. Namun, WhatsApp juga bisa menakutkan dalam konteks profesional. Hal ini dikarenakan smartphone terlalu banyak memberikan notifikasi dari rekan kerja atau grup WhatsApp (WAGs) karena orang yang mengalami ketakutan terhadap WhatsApp merasa cemas dan memikirkan hal-hal penting yang sedang terjadi. Selain itu, meningkatnya jumlah pesan yang belum dibaca dari grup juga dapat membuat perasaan menjadi cemas karena merasa melewatkan diskusi penting....
Pertengahan 2021 seorang influencer Gita Savitri menyuarakan keputusannya untuk melakukan childfree di media sosial, Gita mengungkapkan bahwa alasan dari keputusan tersebut ialah dia tidak ingin memiliki kecenderungan egoistik terhadap anak. Gita menilai selama ini alasan mayoritas masyarakat mengenai keberadaan anak mereka cenderung selfish, dimana mereka menjadikan anak mereka sebagai jaminan dan benefit di masa tua. Bahkan Gita sempat bertanya-tanya mengenai keputusan suami istri yang memilih melakukan program anak disaat pendapatan finansial mereka belum stabil....
Source: KOMPAS.com Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau kerap kali kita kenal dengan istilah PPKM yang diterapkan di pulau Jawa-Bali diperpanjang hingga awal Januari tahun 2022 tepatnya sampai tanggal 3 Januari, pembatasan ini dilakukan bertujuan untuk mengendalikan laju covid-19 dan menjaga kehidupan masyarakat baik yang berada di pulau Bali maupun di pulau Jawa....
Semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, 15 tahun silam, masih menyisakan masalah sosial terkait pembayaran ganti rugi bagi penyintas. Sekitar 30 pelaku usaha yang asetnya terendam lumpur hingga kini masih terus berjuang mendapatkan penggantian. Korban lumpur tentunya berharap persoalan pembayaran ganti rugi yang belum tuntas bisa dibuka kembali dan dicarikan solusinya. Nasib korban sangat menderita karena telah menanti selama hampir 15 tahun tanpa kepastian....