Menurut saya produksi pertanian Indonesia mengalami penurunan disebabkan oleh beberapa faktor seperti kejenuhan tanah, sistem irigasi yang buruk, keadaan agroklimat yang tidak mendukung kegiatan pertanian, bencana alam, dan lain-lain.
Kejenuhan tanah terjadi dikarenakan pengaplikasian pupuk kimia dan pestisida kimia yang berlebihan saat proses kegiatan budidaya pertanian berlangsung. Selain itu, penggunaan pestisida kimia yang berlebihan mampu menyebabkan hama menjadi resisten dan tanaman mudah terserang penyakit.
Sistem irigasi yang buruk salah satunya diakibatkan oleh perawatan yang kurang baik dan hal ini mampu menyebabkan pengairan pada tanaman menjadi terhambat sehingga tanaman menjadi kekeringan dan daun menjadi layu atau berwarna kuning.
Keadaan agroklimat yang tidak mendukung kegiatan pertanian maksudnya yaitu petani membudidayakan ditempat yang tidak sesuai dengan karakteristik atau syarat tumbuh tanaman. Hal ini sebenarnya dapat dimodifikasi melalui rekayasa agroklimat (menciptakan kondisi yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan tanaman), sebagai contohnya menggunakan tanaman naungan untuk tanaman teh yang ditanam didaerah dataran rendah (idealnya ditanam pada dataran tinggi). Namun, untuk beberapa tanaman tertentu hal ini sulit dilakukan, walaupun sudah direkayasakan dan dapat diterapkan hasilnya pun tidak sebagus dengan tempat yang seharusnya ditanam.
Bencana alam adalah peristiwa alam yang diakibatkan oleh manusia atau natural (alami). Bencana alam seperti perubahan iklim, banjir, kekeringan, badai topan, dan lain sebagainya ternyata mampu menurunkan tingkat produksi dan produktivitas tanaman. Hal ini dikarenakan tanaman merupakan makhluk hidup yang terkesan rentan terhadap perubahan iklim atau kondisi disekitar lingkungannya terutama tanaman padi.
Semoga dapat membantu :slight_smile: