Adanya inovasi teknologi dalam dunia pertanian memiliki peran penting dalam meningkatkan hasil produktivitas pertanian, mengingat bahwa peningkatan produksi melalui perluasan lahan sulit diterapkan untuk di Indonesia, di tengah-tengah konversi lahan pertanian produktif ke non pertanian semakin meluas. Wilayah konversi lahan terbesar terjadi di Pulau Jawa sebesar 54% dan Sumatera 38%. Perubahan konversi lahan terbesar adalah menjadi lahan perkampungan/lahan pemukiman.
Petani sebagai ujung tombak pembangunan pertanian berperan sangat penting dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian, mengingat bahwa petani sebagai pelaku utama pertanian. Inovasi teknologi pertanian tidak akan ada manfaatnya, jika petani tidak menggunakannya. Oleh karena itu, pengadopsian inovasi teknologi ini oleh petani penting guna meningkatkan produktivitas usahatani. Secara makro pemerintah berkepentingan untuk meningkatkan produksi pertanian, karena selama ini kebutuhan pangan seluruh masyarakat Indonesia masih menggantungkan dari impor. Bahkan nilai impor pangan dari tahun ke tahun semakin meningkat hal ini berbanding terbalik jika bangsa ini dikatakan sebagai negara agraris.
Dengan adanya teknologi dalam pertanian tentunya akan meningkatkan hasil panen oleh petani maka dengan demikian mampu meningkatkan produktivitas dari hasil panen. Teknologi ini bisa berupa penggunaan benih unggul, adanya teknologi pengolahan tanah, teknologi pasca panen dan lainnya.
[details="Referensi"]
Fatchiya et.al. (2016). Penerapan Inovasi Teknologi Pertanian dan Hubungannya dengan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani. Jurnal Penyuluhan. 12(2) halaman 190-198.
[/details]