Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana pendapat teman teman tentang ketahanan pangan di Indonesia saat ini?

Adanya pandemi COVID-19 menyebabkan pertanian padat karya atau tenaga kerja petani bekerja tidak full time karena berlakunya PSBB. Akibat hal ini juga banyak terjadi pemberhentian kerja terhadap beberapa karyawan. Berdasarkan data Bappenas 2020 angka pengangguran di Indonesia meningkat menjadi 3,7 juta orang. Akibat penangguran ini banyak orang yang sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari harinya.

Menurut kalian adanya pandemi covid-19 ini apakah berdampak pada ketahanan pangan? Berikan pendapat kalian

255

ya sangat berdampak. Ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan PSBB aktivitas para petani sangat terhambat. Para petani diprovinsi NTT pun juga mengalami penurunan hasil panen akibatnya pendapatan warga desa di NTT juga ikut terdampak terdefisit. Pada skala global terjadi kenaikan harga beras karena volume perdagangan internasional turun. Negara produsen beras dalam jangka waktu ini lebih memilih untuk mensupply kebutuhan domestik terlebih dahulu.
Dalam langkah antisipasi krisis pangan pemerintah Indonesia menyediakan dana bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak covid 19 sebesar Rp110 triliun. Bantuan sosial ini yaitu PKH, kartu sembako, kartu prakerja dan subsidi listrik.

Ketahanan pangan merupakan terpenuhinya bahan pangan yang cukup bagi perseorangan dalam suatu negara. Saat ini, menjaga ketahanan pangan di Indonesia merupakan sebuah tantangan di tengah adanya pandemi Covid-19 ini. Salah satu hal yang menyebabkan ketahanan pangan menjadi sebuah tantangan adalah dalam tahap distribusi dan produksi. Pandemi Covid-19 mengharuskan semua orang menjaga jarak satu sama lain yang artinya kegiatan kontak fisik untuk distribusi dan produksi harus dikurangi. Hal tersebut menyebabkan penyebaran bahan pangan yang tidak merata di setiap daerahnya. Selain itu, gaya hidup masyarakat yang konsumtif di masa seperti ini menunjukkan bahwa tingkat permintaan masyarakat tinggi sedangkan produksinya tidak stabil yang menyebabkan harga bahan pangan melambung naik.

Menurut saya adanya pandemi covid 19 berdampak pada ketahanan pangan, karena kegiatan logistik dan distribusi terganggu sehingga petani susah mendapatkan pupuk dan benih yang mengakibatkan aktivitas mereka terhenti. Kemudian selama pandemi ini juga terjadi ketidakpastian finansial yang diakibatkan banyaknya PHK sehingga daya beli masyarakat juga menurun sehingga petani juga merugi.

Dikarenakan terjadinya pandemi COVID 19 ini, maka menurut pendapat saya ketahanan pangan juga terdampak. Dampak yang ditimbulkan dari pandemi ini seperti tidak meratanya distribusi bahan pangan, naiknya harga bahan pangan dipasaran akibat distribusi disejumlah daerah tidak merata. Namun, terkait pandemi COVID 19 ini, ada sisi positif yang dapat diambil, masyarakat jadi lebih memperhatikan kebersihan produk dan kesterilan produk.

Menurut saya ketahanan pangan di Indonesia saat ini menjadi terganggu. Hal ini disebabkan adanya pandemi Covid-19. Dampaknya yaitu dalam pendistribusian dan pemasarannya. Dalam pendistribusiannya, angkutan tidak banyak beroperasi atau menjadi terbatas disebabkan diberlakukannya PSBB sehingga stok bahan pangan tersebut menjadi bertumpuk dan juga disisi lain ada daerah yang mengalami kekurangan bahan pangan. Begitu juga dengan penjualannya, karena masyarakat tidak berani kepasar atau tidak ingin mengunjungi tempat tempat ramai sehingga harga jual bahan pangan menjadi tidak stabil. Mereka yang bekerja setiap harinya, yang pendapatannya berasal dari konsumen menjadi terganggu sehingga sulit dalam memenuhi kebutuhan pangannya.

Menurut saya, sejak beberapa bulan terakhir pangan Indonesia memang selalu menjari perbincangan di tengah wabah Covid-19 ini. Menjaga stok pangan agar tetap ada di tengah masyarakat untuk pemenuhan primer dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh. Pemerintah selama pandemi ini telah berusaha menjaga ketahanan pangan Indonesia agar tidak adanya impor dari luar. Begitu halnya dengan harga bahan penghasilan pangan dan protein berupa daging, kadang kala terjadi kenaikan harga sehingga terjadi ketidaksanggupan bagi masyarakat kelas menengah bawah, sehingga pemerintah harus meninjau serta menstabilkan harga bahan makanan jika terjadinya kelonjakan. Pemerintah pertanian juga tidak berhenti menyuarakan untuk memanfaatkan pekarangan agar ditanami tanaman utamanya jenis tanaman sayuran untuk mendukung ketahanan pangan serta memberikan edukasi kepada anak-anak selama libur dengan mengajarkannya menanam di pekarangan rumah. Petani menjadi pahlawan kedua setelah tenaga kesehatan di kondisi sekarang.

Menurut saya, adanya pandemi covid-19 berdampak pada ketahanan pangan, bukan hanya di Indonesia saja, tetapi juga berdampak pada ketahanan pangan secara global. Hal tersebut dikarenakan oleh karena adanya protokol atau kebijakan physical distancing dimana setiap masyarakat harus menghindari kontak fisik secara langsung antara satu dengan yang lain dengan tujuan mencegah atau meminimalisir penyebaran covid-19.

Hubungannya dengan ketahanan pangan adalah: dengan adanya kebijakan physical distancing dan psbb maka pendistribusian bahan pangan menjadi terhambat bahkan menyebabkan beebrapa bahan pangan menjadi langka, sementara kebutuhan masyarakat akan bahan pangan cenderung meningkat akibat dari adanya protokol kesehatan dari pemerintah untuk mengonsumsi makanan sehat dan bergizi untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Pandemi covid-19 juga berdampak pada sebagian besar masyarakat yang mengalami PHK atau dirumahkan, mengakibatkan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan pangannya menurun secara drastis. Bantuan yang diberikan oleh pemerintah juga belum tersebar secara merata oleh karena beberapa faktor sehingga ketahanan pangan di konsisi pandemi covid-19 masih belum atau sulit untuk tercapai

Menurut saya dampak dari pandemi Covid-19 ini mengenai banyak sektor khususnya yang kita diskusikan saat ini yaitu sektor pertanian. Ketahanan pangan Indonesia sendiri merupakan hasil dari integrasi sektor-sektor penting di pemerintahan Indonesia yaitu sektor pertanian, pertahanan, industri, ekonomi, maupun kesehatan. Setelah beberapa bulan ini dapat kita lihat bahwa pandemi ini berdampak pada sektor-sektor tersebut. Contohnya perekonomian menurun, meningkatnya pengangguran, logistik pangan terhambat, tingginya tingkat konsumerisme, masalah kesehatan dan lain sebagainya. Sektor ketahanan pangan pun terkena dampaknya, oleh karena itu salah satu keputusan yang diambil oleh pemerintah pusat Indonesia yang bertujuan untuk mempertahankan ketersediaan pangan adalah dengan membuat lumbung pangan nasional di pulau Kalimantan. Menurut saya hal tersebut sangat baik dilakukan karena dapat menjamin ketersediaan pangan bangsa. Harapannya selain dari jumlah, mutu, keterjangkauan dan keamanan pangan bangsa pun dapat ditingkatkan dan diperoleh oleh semua masyarakat Indonesia.

Menurut saya, pandemi covid-19 mempengaruhi secara positif terhadap ketahanan pangan. Ketersediaan pangan yang merata dan terjangkau, menurut pengertian ketahanan pangan berdasarkan UU No, 18/2012, tidak tercermin dalam kondisi saat ini. Pangan segar seperti hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan mengalami kenaikan permintaan namun kurang diimbangi dengan supply yang ada, sehingga harga pangan segar mengalami kenaikan, sedangkan masyarakat, khususnya yang mengalami PHK dan kehilangan pekerjaan, mengalami penurunan daya beli. Di sisi lain saya menemukan bahwa petani di Bali mengalami over supply, dimana biasanya produk pertanian lokal Bali diserap oleh sektor pariwisata (hotel, katering, rumah makan, dsb) dan kini sektor pariwisata Bali mengalami kelesuan karena pandemi; dan hal ini menyebabkan penurunan harga produk pertanian Bali. Dapat disimpulkan bahwa terjadi ketidakmerataan pangan karena distribusi yang tidak merata, sedangkan banyak orang Indonesia yang memerlukan pangan dengan harga terjangkau.

Menurut saya, adanya pandemi ini sangat memberikan dampak terhadap ketahanan pangan di indonesia. Proses distribusi dari petani ke konsumen mengalami hambatan. Ditambah dengan adanya PHK dari beberapa perusahaan. Beberapa konsumsi produk pangan berkurang yang berpengaruh terhadap daya beli masyarakat sehingga sebagian masyarakat mungkin hanya bisa membeli produk pangan dengan kandungan zat gizi makro (karbohidrat, lemak, protein) saja sehingga pangan dengan kandungan zat gizi mikro dikurangi seperti vitamin dan mineral yang nantinya akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan masyarakat indonesia.