Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimanakah cara terbaik dalam menurunkan berat badan?

DI Dictio Community 10 years ago

Berat bada ideal memang selalu menjadi idaman semua orang. Selain dari sisi penampilan, dengan berat badan yang ideal, badan kita terasa lebih fit.

Tetapi saat ini obesitas menjadi hal yang biasa di masyarakat kita. Banyak sekali faktor yang membuat semakin banyak masyarakat kita yang menjadi obesitas.

Banyak faktor juga yang membuat masyarakat kita susah sekali mendapatkan berat badan ideal.

Pertanyaannya adalah apakah cara yang terbaik dalam menurunkan berat badan kita hingga mencapai berat badan ideal?

Tabel Berat Badan Ideal

118

Diet Jennifer Lopez (JLo)


Menjauhi Makanan Olahan

Jenis makanan yang paling dijauhi JLo adalah makanan olahan seperti nuggets. Selain menjauhi makanan yang telah diolah, ia konsisten untuk memakan makanan organik.

Tipikal makan siangnya termasuk salmon dan salad yang banyak sayuran. Salad favoritnya adalah brokoli, paprika dan zucchini dengan saus vinaigrette. Atau salad kale dengan remahan keju dan biji labu panggang.

Memilih Camilan Sehat

Di antara kesibukannya bekerja dan mengurus kedua anaknya, JLo mengaku suka mengemil. Namun, camilan yang ia pilih selalu camilan sehat seperti buah dan sayur.

“Saya suka dengan camilan sehat. Kemana-mana, saya selalu membawa buah-buahan dan sayuran,” ungkapnya kepada People.

https://www.instagram.com/p/BNKtdbFgqXy/

Menjauhi Alkohol, Rokok dan Kopi

Kopi adalah minuman favorit banyak orang tetapi ternyata tidak termasuk wanita kelahiran New York ini. Untuk menjaga kesehatan kulitnya, ia menjauhi kopi.

“Saya tidak minum alkohol, merokok atau minum kopi. Saya menjauhi kafein. Hanya kesempatan tertentu saja, saya minum kopi dan itu pun selalu decaf,” terang J.Lo pada UsWeekly.

Mengandalkan Asupan Protein Agar Kenyang Lebih Lama

Untuk menghindari kebiasaan mengemil, pacar Alex Rodriguez ini memastikan dirinya kenyang setiap kali makan. Ia sangat mengandalkan asupan proteinnya.

“Protein adalah sumber makanan saya karena itu membuat saya kenyang dalam waktu yang cukup panjang,” terangnya kepada Hello!.

Terkadang sebagai sarapan paginya, ia membuat protein shake yang disantap dengan yogurt berries dan madu. Bahkan saat makan malam, ia tidak pernah melupakan unsur protein dalam santapan malamnya.

“Saya suka babi dan ayam yang dimasak gaya Puerto Rito sebagai makan malam saya!”

https://www.instagram.com/p/BNN8zqmA8Ff/

Memanjakan Diri dengan Es Krim Cokelat

Ada saatnya J.Lo ingin memanjakan dirinya dengan makanan manis. Saat diwawancara The View, pilihan camilan penyanyi berdarah latin ini adalah es krim keping cokelat dan kue kering keping cokelat.

Turun berat badan kemudian memiliki tubuh yang lebih langsing tentu merupakan keinginan banyak orang. Beberapa upaya yang dilakukan orang pada umumnya adalah berolahraga, memilah-milih makanan, minum Obat Penurun Berat Badan atau membuat pola makan.

Ternyata, ada satu hal lagi faktor kuat yang bisa membuat Anda menjadi orang yang selalu gagal dalam program dietnya. Faktor tersebut adalah gaya makan Anda. Apa yang dimaksud dengan gaya makan? Brad Lamm, pendiri Breathe Life Healing Centers mengatakan bahwa kebiasaan-kebiasaan saat Anda makan mencirikan suatu gaya makan.

Berat badan tidak hanya tergantung pada apa yang kita makan, namun juga pada alasan mengapa kita memakannya. Terkadang, faktanya bukan kita yang gagal dalam diet, tapi dietlah yang mengalahkan kita hingga gagal. Untuk menghindari hal tersebut, berikut merupakan jabaran beberapa gaya makan dan kaitannya dengan program diet atau menurunkan berat badan.

  1. Emotional eater

Emotional eater merupakan tipe orang yang menjadikan perubahan emosi sebagai alasan untuk makan. Pernahkah Anda merasa sedang depresi dan kemudian hal yang Anda cari untuk ‘seakan-akan’ memecahkan masalah adalah makanan? Atau mungkin saat Anda sedih, marah, atau kecewa, Anda merasa solusinya adalah makanan? Jika ya, Anda berarti termasuk emotional eater.

Lantas, jika dengan kebiasaan tersebut lalu berat badan Anda malah terus naik, berarti Anda harus menghindari gaya makan Anda tersebut. Sebenarnya mudah saja, hanya peringatkan diri Anda sendiri dan terus awasi diri saat dalam masalah. Saat sedang emosi, carilah solusi selain makanan. Anda bisa mencari sahabat Anda, bisa juga berjalan-jalan, mencari udara segar, dan solusi-solusi kecemasan lainnya kecuali makanan.

  1. Habitual eater

Dalam mengubah pola makan dan makanan, salah satu hal yang paling sulit dilawan adalah kebiasaan yang sudah terbentuk jauh sebelum Anda mencoba untuk diet. Misalnya Anda merasa sudah terbiasa dengan junk food, berjanji pada diri Anda untuk memakan junk food untuk terakhir kali bisa jadi menjadi sebuah kebiasaan yang terjadi setiap hari, tapi kemudian diingkari keesokan harinya.

Lalu, bagaimana mengatasinya? Intinya, catat semua makanan yang Anda konsumsi setiap hari. Memang dengan mencatat kadang masih menggiurkan untuk kita mengingkari dan memaklumi kebiasaan makan tak sehat. Namun, setidaknya catatan tersebut menyadarkan kita bahwa kita tidak bisa berhasil diet karena kelalaian kita, bukan faktor eksternal yang selalu dikambinghitamkan.

  1. External eater

Kadang dalam keadaan tidak lapar, tiba-tiba Anda pergi dan melewati toko makanan ringan, lalu Anda langsung merasa butuh, membeli, dan kemudian memakannya. Brad Lamm menyatakan bahwa untuk jenis orang seperti ini terdapat pepatah, “Aku melihat, maka aku makan”. Benar adanya bahwa saat kita beraktivitas pasti ada hal-hal yang mengundang kita untuk makan.

Hal yang umumnya terjadi adalah ada teman yang ulang tahun dan mau mentraktir. Ajakan makan pada teman juga kadang membuat Anda yang tadinya tidak lapar menjadi lapar. Tidak ada solusi yang sifatnya rumus atau skema, yang terpenting adalah jika Anda berada dalam kategori ini, sadarilah dan cobalah untuk menahan dari godaan eksternal untuk makan.

  1. Critical eater

Agak sulit menjelaskan tipe kebiasaan makan yang satu ini. Pada dasarnya, tipe ini merupakan orang yang paham betul mengenai nutrisi dan pola makan. Orang ini selalu memiliki pola makan dan aturan tersendiri dalam kehidupannya. Lantas, apa yang berbahaya dari menjadi tipe orang seperti ini?

Dalam mengatasi kejenuhan akibat selalu makan “makanan sehat”, tipe ini sering kali berpikir untuk libur sesekali. Dan ketika libur, tipe ini rentan “kelepasan”, jadi mereka akan mengingkari aturan yang dibuat dengan tidak tanggung-tanggung. Makanan akan sangat tidak terkontrol, dan jika ini terjadi, bisa jadi tipe tersebut malah menyia-nyiakan manfaat dari pola makan yang selama ini sudah ia jalani.

  1. Sensual eater

Tipe yang satu ini merupakan tipe yang makan sesuatu dengan berlebihan. Misalnya, menikmati sensasi sebuah makanan dengan menikmati setiap gigitan dengan sensasi yang berlebih. Melumati bumbu pada udang asam manis hingga dirasa benar-benar tidak ada bumbu yang tersisa, menghabiskan potongan ayam benar-benar sampai hanya tulang yang tersisa.

Untuk mengakhiri sebuah kebiasaan ini, biasakan fokus pada porsi yang Anda butuhkan, bukan porsi yang tersedia. Cobalah cuek terhadap makanan yang telah habis, tinggalkan dan jangan merasa begitu menghargai sensasi menghabiskan makanan sampai benar-benar habis.

  1. Energy eater

Terkadang jika kita membutuhkan energi atau baru saja kehilangan energi, kita merasa harus bertanggung jawab mengganti energi tersebut. Namun, kebiasaan tersebut sering kali membuat kita pada akhirnya terbiasa mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan dan tidak sesuai dengan porsinya.

Mereka menjadi fanatik terhadap minuman berenergi dan snack sehat, namun kemudian mengonsumsinya secara berlebih. Pola pikir seperti ini dapat membuat berat tubuh Anda tidak terkontrol. Sugesti akan hilangnya energi bisa Anda tahan dengan tetap memperhatikan porsi makan Anda.

Kamu yang ingin menurunkan berat badan pasti sekarang sedang mencoba berbagai cara untuk mendapatkan bentuk tubuh sesuai keinginan, termasuk mengonsumsi obat pelangsing. Stop minum obat pelangsing! 3 makanan ini lebih ampuh menurunkan berat badan kamu daripada obat pelangsing badan yang harganya selangit itu.

Ya, memang ada banyak cara untuk melangsingkan tubuh, tapi sebaiknya kamu menghindari cara instan dengan minum obat pelangsing. Pilihlah cara diet sehat, supaya tubuh kamu pun tidak tersiksa nantinya.

Ingat, mendapatkan tubuh langsing itu butuh proses. Jadi, sebaiknya ganti obat pelangsing kamu dengan 3 makanan yang bisa berkhasiat untuk menurunkan berat badan kamu ini seperti dilansir dari Huffingtonpost.com.

Buah alpukat. Kamu yang suka sarapan dengan roti bisa menambahkan potongan buah alpukat pada lembaran roti kamu. Lemak sehat dan serat yang terkandung dalam alpukat membuat perut kamu terisi lebih lama, yang artinya kamu jadi nggak gampang kelaperan dan ini merupakan obat penurun berat badan ter-alami yang pernah ada.

Apel. Buah yang satu ini tentunya semua orang pasti suka donk. Nah, bagusnya buat kamu yang suka apel, kamu juga bisa sukses diet nih. Kandungan air dan serat dalam apel dapat membuat kita kenyang lebih lama loh. Bahkan jurnal Appetite menyebutkan bahwa kebiasaan makan apel atau jus apel sebelum makan bisa membuat seseorang mengonsumsi kalori lebih sedikit.

Salad Bayam. Berdasarkan studi terbaru Journal of The American College of Nutrition bayam mengandung selaput thylakoid yang menghasilkan hormon kenyang. Jadi, kamu bisa memakan salad bayam sebagai hidangan pembuka, supaya kamu nggak terlalu banyak makan pada hidangan utama. So, kamu ga perlu lagi konsumsi obat penurun berat badan yang harganya selangit.

Nah, sekarang kamu tahu donk 3 makanan yang lebih ampuh menurunkan berat badan dibandingkan obat pelangsing. Jadi, mulai sekarang kamu bisa memulai diet kamu dengan mengonsumsi 3 makanan tadi.