Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Sarapan dengan porsi banyak atau sedikit, mana yang lebih baik?

breakfast|690x350, 100%

Seperti yang kita tahu sarapan pagi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Salah satu manfaat sarapan pagi adalah sebagai sumber energi. Layaknya mobil, kita juga butuh yang namanya “bahan bakar” untuk mengembalikan energi setelah tidur malam yang panjang dan menyebabkan perut menjadi kosong. Ini menjadi alasan mengapa sarapan sangat penting dalam memulai hari kita. Sarapan secara teratur dapat meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan. Ada yang beranggapan bahwa sarapan pagi dengan porsi banyak dapat menyebabkan perut kenyang dan mengantuk serta penurunan semangat. Ada juga yang beranggapan bahwa sarapan pagi dengan prosi sedikit tidak mampu memenuhi nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Menurut Youdics, mana sih yang lebih baik, sarapan pagi dengan porsi banyak atau sedikit?

115

Banyak orang yang melewatkan sarapan bahkan memilih [melewatkan waktu sarapan. Namun, tidak sedikit pula yang justru bisa makan banyak saat sarapan. Menurut para ahli, idealnya Anda mengonsumsi sarapan sebesar 300 sampai 600 kilo kalori (kkal). Perhitungan ini memang tergantung pada kebutuhan kalori harian anda. Sebenarnya yang terpenting dalam sarapan adalah kandungan gizi dari sarapan tersebut untuk menopang aktivitas tubuh selama sehari, bukan seberapa banyak porsi pada sarapan tersebut. Jadi, tentang porsi sarapan mana yang lebih baik, sedikit atau banyak, kembali lagi tergantung kebutuhan orang masing-masing.

早餐像国王,午餐像平民,晚餐像乞丐
"Zǎocān xiàng guówáng, wǔcān xiàng píngmín, wǎncān xiàng qǐgài"
Zhuang Zi
11116534_1076540005704366_6667285615844650887_o|690x368, 100%
(Makan pagi seperti Raja, makan siang seperti rakyat biasa, makan malam seperti pengemis)

Maksud dari pepatah China, Zhuang Zi. Makan pagi seperti raja, sarapanlah dengan makanan yang enak, penuh nutrisi dan vitamin bagi tubuh. Makan siang seperti rakyat biasa, makan siang yang kenyang dengan lauk pauk,dan karbohidrat yang banyak sesuai porsi diri sendiri. Makan malam seperti pengemis, waktu malam porsi makan lebih sedikit hanya makan nasi dan sayur. Dengan mengikuti pola makan tersebut membuat tubuh sehat dan tidak gemuk.

[date=2021-09-03 time=01:08:00 timezone="Asia/Jakarta"]

KK Sosmed Podcast - Elisabeth Maranatha

Lebih baik porsi sedikit, karena jika kebanyakan makan apalagi di pagi hari saat perut dan organ tubuh lain selesai istirahat lalu perut menerima makanan yang banyak kadang membuat perut sakit, kalau kenyang juga akan membuat ngantuk dan berbahaya jika ditengah hari saat bekerja sudah mengantuk gara-gara makan banyak saat sarapan, dan seperti yang kita tahu berlebihan itu tidak baik jadi makan secukupnya aja. Kalau aku yang penting perut terisi tapi tidak sampai kenyang

Sebenernya ini memang masalah yang subjektif ya karna tiap orang itu kebutuhan energinya pasti beda-beda, ada yang harus sarapan di pagi hari dan bahkan ada yang paling ga bisa sarapan pas pagi. Kalo aku, sejak kecil sampe SMA aku selalu dibiasain buat selalu sarapan sebelum berangkat sekolah dengan harapan orang tuaku agar aku bisa konsentrasi mengikuti pelajaran. Karena sudah dibiasakan, jadinya aku ga masalah buat selalu sarapan. Untuk porsinya tentunya mengikuti perkembangan badanku seiring bertambahnya usiaku.

Namun sejak aku lulus SMA dan kuliah di kota lain dimana aku hidup sendirian, aku ga pernah sarapan pagi sebelum berangkat kuliah karena bangun tidur yang terlalu mepet sama jam kuliah pagi sehingga ga sempet. Dari situ, kebiasaanku dari kecil perlahan berubah yang tadinya makan berat sehari 3 kali menjadi hanya 2 kali dan terbukti aku masih dapat menjalani aktivitas dengan normal. Hingga saat ini, aku makan pagi di sekitar jam 9 hingga jam 10 dengan porsi yang standar buat aku. Aku memang ga pernah ngitung berapa kalori yang aku makan, tapi secara porsi aku cenderung konsisten sehingga tidak kekurangan maupun berlebihan.

Masing-masing dari kita tentunya udah paham dan hafal seberapa banyak porsi standar buat diri kita sendiri. Jadi menurutku, baiknya porsi makan kita kapanpun haruslah tetap normal dan konsisten agar tidak mengganggu siklus pencernaan kita yang telah terbiasa. Karena porsi makan yang lebih sedikit maupun lebih banyak dari porsi normal kita itu tentunya akan menimbulkan efek yang kurang baik bagi kesehatan kita. Meskipun bagi temen-temen yang berpuasa sekalipun, menurutku kita harus tetap menjaga porsi makan kita yang normal saat sahur maupun berbuka meskipun membutuhkan usaha dan pembiasaan karena adanya perbedaan jam makan. Dengan menjaga standar porsi makan tersebut, diharapkan kita selalu mendapatkan asupan energi yang cukup namun tidak berlebihan juga.

[quote="anggapriambudi, post:4, topic:161084"]
Sebenernya ini memang masalah yang subjektif ya karna tiap orang itu kebutuhan energinya pasti beda-beda, ada yang harus sarapan di pagi hari dan bahkan ada yang paling ga bisa sarapan pas pagi.
[/quote]
Betul, kembali pada diri masing-masing. Kalo saya cenderung sarapan dengan porsi yang sedikit karena terkadang jika terlalu banyak, saya memiliki masalah pada perut saya sehingga mengganggu aktivitas saya. Sebenarnya bukan porsi yang sedikit atau banyak, yang penting cukup dan tidak merasa kenyang.

Terkadang saya juga sarapan menggunakan buah agar setidaknya tubuh saya tidak langsung mengonsumsi nasi di pagi hari. Selain itu, terkadang juga saya membuat omelette dengan kentang rebus atau telur dengan roti.

Untuk porsi saya rasa disesuaikan dengan kebutuhan energi masing-masing orang. Menurut saya, poin penting dari sarapan terletak pada kebutuhan energi dan nutrisi bukan pada porsinya. Maka, yang perlu diperhatikan adalah variasi atau jenis makanannya dan kandungan gizinya.

Banyak atau sedikitnya porsi sarapan di pagi hari sangat subyektif dan tergantung pada masing-masing individu. Aku pribadi bukan orang yang terbiasa untuk sarapan di pagi hari, selain itu aku biasanya memilih porsi sarapan yang sedikit, atau bahkan tidak sarapan sama sekali. Sarapan dalam porsi yang banyak menurutku akan sangat mengenyangkan, sehingga dapat mengundang kantuk dan justru dapat mengganggu aktivitas. Meskipun sudah banyak artikel dan penelitian yang menyebutkan bahwa penting sekali sarapan untuk memulai hari, tapi aku pribadi tidak bisa mengikuti anjuran tersebut. Jika sekiranya pada hari itu aku akan beraktivitas berat, maka aku lebih memilih untuk sarapan dengan cemilan seperti biscuit atau buah-buahan. Hal ini aku pilih karena aku merasa pada pagi hari pencernaanku belum bisa menerima jumlah porsi sarapan yang terlalu banyak. Meskipun begitu, aku tetap sadar bahwa sarapan sangat penting bagi kita, terlebih yang memiliki aktivitas yang berat, sehingga sebisa mungkin aku tidak melupakan sarapan.

Porsi banyak atau sedikitnya sarapan semuanya itu tergantung dengan kebutuhan kalori setiap individu. Para ahli menganjurkan untuk sarapan dengan porsi sepertiga atau seperempat dari kebutuhan kalori per hari. Dan yang lebih penting adalah bukan seberapa banyak atau sedikitnya sarapan tetapi kandungan gizi yang terdapat dalam sarapan, yang harus memenuhi kebutuhan protein, serat, karbohidrat kompleks, dan lemak tak jenuh dari menu sarapan.
Aku sendiri adalah orang yang sering lupa sarapan dan ini memang buruk untuk kesehatan, dan semisal ingat dengan sarapan aku makan dalam porsi sedikit.

Mungkin ini tergantung aktifitas si pemakannya tersebut, ada yang kerjanya keras kayak kuli ada yang biasa saja mungkin kantoran jadi bisa disesuaiin dengan aktifitasnya. Kalau saya dirumah saja dan kerjaannya ringan saya biasanya makan sedikit tapi sering atau diselingi jajan dll. Karena benar seperti argumen diatas kalau kebanyakan makan bisa bikin ngantuk sama seperti saya, jadi saya lebih milih makan sedikit.

Sarapan pagi besar atau tidak porsinya harus dilihat dari kebutuhan kalori masing - masing. Ini tidak bisa disama ratakan menurut saya. Menurut Irianto, faktor usia, tinggi dan berat badan, jenis kelamin, dan berat ringannya aktivitas yang dilakukan dapat mempengaruhi kebutuhan kalori seseorang. Contohnya kebutuhan kalori di pagi hari anak usia 7-9 tahun tidak bisa disamakan kebutuhan kalori anak usia 10-12 tahun. Pada usia 10-12 kegiatan lebih banyak dibanding dengan anak usia 7- 9 tahun.

[details=Referensi]
Irianto, DP. (2007). Pedoman Gizi Lengkap Keluarga & Olahragawan. Yogyakarta: Andi Offset.
[/details]

Menurut saya tergantung ya, karena respon tubuh masing-masing orang mungkin sangat berbeda. Kalau saya sendiri saya selalu sarapan dengan porsi yang sedikit, kalau sarapan dengan porsi yang banyak justru akan membuat perut saya sakit, dari sebuah website yang pernah saya baca kondisi seperti ini salah satunya dikarenakan ketika kita bangun tidur lambung kita sedang berada di kondisi yang kosong, dan jika lambung kosong diisi dengan porsi makan yang banyak akan membuat sistem pencernaan menjadi kewalahan. Dan hal ini akan dapat membuat perut terasa sakit dan tidak nyaman ketika beraktivitas