Sebenernya ini memang masalah yang subjektif ya karna tiap orang itu kebutuhan energinya pasti beda-beda, ada yang harus sarapan di pagi hari dan bahkan ada yang paling ga bisa sarapan pas pagi. Kalo aku, sejak kecil sampe SMA aku selalu dibiasain buat selalu sarapan sebelum berangkat sekolah dengan harapan orang tuaku agar aku bisa konsentrasi mengikuti pelajaran. Karena sudah dibiasakan, jadinya aku ga masalah buat selalu sarapan. Untuk porsinya tentunya mengikuti perkembangan badanku seiring bertambahnya usiaku.
Namun sejak aku lulus SMA dan kuliah di kota lain dimana aku hidup sendirian, aku ga pernah sarapan pagi sebelum berangkat kuliah karena bangun tidur yang terlalu mepet sama jam kuliah pagi sehingga ga sempet. Dari situ, kebiasaanku dari kecil perlahan berubah yang tadinya makan berat sehari 3 kali menjadi hanya 2 kali dan terbukti aku masih dapat menjalani aktivitas dengan normal. Hingga saat ini, aku makan pagi di sekitar jam 9 hingga jam 10 dengan porsi yang standar buat aku. Aku memang ga pernah ngitung berapa kalori yang aku makan, tapi secara porsi aku cenderung konsisten sehingga tidak kekurangan maupun berlebihan.
Masing-masing dari kita tentunya udah paham dan hafal seberapa banyak porsi standar buat diri kita sendiri. Jadi menurutku, baiknya porsi makan kita kapanpun haruslah tetap normal dan konsisten agar tidak mengganggu siklus pencernaan kita yang telah terbiasa. Karena porsi makan yang lebih sedikit maupun lebih banyak dari porsi normal kita itu tentunya akan menimbulkan efek yang kurang baik bagi kesehatan kita. Meskipun bagi temen-temen yang berpuasa sekalipun, menurutku kita harus tetap menjaga porsi makan kita yang normal saat sahur maupun berbuka meskipun membutuhkan usaha dan pembiasaan karena adanya perbedaan jam makan. Dengan menjaga standar porsi makan tersebut, diharapkan kita selalu mendapatkan asupan energi yang cukup namun tidak berlebihan juga.