
Percuma berbicara
Karna tak sepatah kata yang terdengar
Lebih riuh suara dalam kepala
Tak usah juga tunjukan arah tujuan
Karena pandang tak teralihkan
Hanya rasakan angin yang menusuk tajam
Menyayat permukaan kulit,goresnya terasa perih
Tapi dapat tercium wangi aroma mawar merah
yang dulu pernah singgah di sudut meja
Ingin teriakkan pedih
Atau suarakan risau
Bolehkah urai dalam tangis
Agar semua terkikis
Tanpa perlu berjuta alasan
Maaf telah menyakiti
Maaf telah inginkan
Tapi sejuta maaf rasanya takkan cukup
Karena tetap bergeming