Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society
Puisi 41 posts
Sebuah Titik Temu

Hari pertama membuka sebuah pekan, Berlalu seperti biasa Tidak ada yang istimewa Hanya pagi yang tergesa, berpacu tanpa irama...

Jika Rasa Itu Datang Lebih Awal

Andai dapat kembali pada masa itu Apa yang ingin dilakukan? Berharap rasa itu tidak pernah menghampirimu Dan lorong-lorong ruang itu terisi sosok yang lain Tak perlu menghadapi pergulatan cerita berujung serupa...

Sapa yang Tertunda

Mengais keping usang dalam ingatan Berlari pada waktu di masa silam Sedetik terdiam atas langkah pelan hadirnya Seraut wajah yang tak pernah ditemui Terucap nama yang terasa asing...

Yang Tak Pernah Sampai

Percuma berbicara Karna tak sepatah kata yang terdengar Lebih riuh suara dalam kepala Tak usah juga tunjukan arah tujuan Karena pandang tak teralihkan...

Ketika Aku Jatuh Cinta Secara Diam

Kamu tahu gak? Rasanya suka dan kagum sama seseorang, tapi.... Ga ada niat sama sekali untuk memilikinya. Rasanyaa.. Lebih dari cukup ketika bisa ngobrol sama dia, ...

Tak jelas, pun aku ragu dengan ini

Tak Jelas Perasaan manusia memang diharuskan untuk merasakan hal yang berbeda dalam sekali waktu Ada suatu hal yang membuat perasaan seolah melambung tinggi Lalu di hari itu juga perasaan itu jatuh bak di ujung jurang Rasa itu terombang-ambing tak jelas...

Bisa kah waktu ku hentikan?

Bisa kah? Senyum ini seolah mengembang tanpa ragu Mengingat hal yang terjadi kala itu Tergambar jelas di kepala Memang benar, bukan khalayan semata...

Keresahan akan diri sendiri

Kanyar? Gelap tanpa arah , dihujani tetesan air mata tiada henti Memangku pikiran konyol, terselip dalam benak Rendah diri dengan segala perbandingan yang terpaku Memadankan orang lain bak acuan...

Pergi Lalu Hilang

Ada yang ingkar namun pasti Ada yang pasti namun pergi Ada yang pergi namun hilang Secercah kertas tertulis tinta hitam Hiruk pikuk awal dan akhir kisah...

Denada Parmadita Gantari
Denada Parmadita Gantari · 6 years lalu Cinta
Apakah Sebuah Puisi Dapat Meluluhkan Hati Wanita ?
Warning: Undefined variable $has_unread in /home/duniais1/dictio.id/wp-content/themes/buddyx-child/jetonomy/partials/post-card.php on line 381
Yana Anggita Venanda
Yana Anggita Venanda

Putu Arya Tirtawirya menjelaskan mengenai puisi, yaitu puisi menjadi suatu pengungkapan secara implisit, samar, dengan makna yang tersirat, di mana kata-kata condong pada artinya yang konotatif. Dalam artian, puisi dibuat...

Baca jawaban lengkap →
+2 jawaban lain
Bintang bukan binatang

Hay apakabar?? Semoga selalu baik ya... Untuk yang sedang merasa kurang baik, merasa sendiri, dan merasa gundah kalian coba baca nih puisi "BINTANG BUKAN BINATANG" yang mungkin bisa membuatmu lebih banyak teman dan tidak sendiri lagi. Selamat membaca... “BINTANG BUKAN BINATANG” (ALFIANIS DWI HARYASTUTI)...

Semburat Intensi

Sumber: Pinterest " Semburat Intensi " Karya: Devi Indah Latifa Terlukis sembilu kenangan sang Candra Terkuak tawa namun ternyata terluka...

Mantra Bangkit Para Penderita

Mantra Bangkit Para Penderita Sumber: vioindonesia.com Wahai duka dan lara, tenggelamlah dalam terpaan masa Balutan luka yang menganga, biar diobati secercah cahaya Bangkit.... Bangkit...

Sakit Demi Jiwa Bangkit

Laramu yang dulu kau pikul Beban yang kau rangkul Terasa penat sekujur Serasa patah di pikiran yang hancur Tekad yang kau atasnamakan futur...

Gejolak Rintihan Hati

Karya: Siska Septiana Putri Aku dendam Pada langit senja yang terbenam Lantaran kenangan terasa amat kelam Mengingat luka yang kau goreskan begitu dalam...

Sakit Demi Jiwa Bangkit

Sakit Demi Jiwa Bangkit Laramu yang dulu kau pikul Beban yang kau rangkul Terasa penat sekujur Serasa patah di pikiran yang hancur...

Menyerah pada Malam

Menyerah pada Malam Karya : Khansa Tsabitah Fajar dengan gagahnya datang Menghempas kekecewaan yang meradang Jiwa ini sudah bosan dengan malam yang sendu...

“Hidup Itu Bangkit”

Gambar : google Karya : Rafa Izdihar Rahim “Hidup Itu Bangkit” Dalam sebuah roda kehidupan pasti pernah mengalami keterpurukan. Dikecewakan oleh hasil yang tak sesuai dengan apa yang kita tanam....

Shalsha Eka Putri · balasan terbaru
Bener bener keren puisinya dibuat ga main-main dari tiap kata ke tiap bait nya penuh rasa dan arti yang membuat...
Hujan Hadirkan dia untuku

Hujan..... bisa kau panggilkan dia untuku. Hadirmu kini membuatku merindukan dirinya. Dirinya yang mengajarkan aku menari, menanggis Dan tertawa saat engkau datang membasahi aku dan dia kalah itu. Dia pernah katakan padaku, ketika kau datang....

Kembali Tanpa Kekang

Sumber : Google Kembali tanpa Kekang Karya : Evi sulastri Kau duduk bersimpuh dengan lusuh Pada segenggam tanah di atas makam...

Masih Ada Harapan

Sumber : Google Karya : Muhammad Ikhsan Kamil Ketika bibir tak lagi bisa mengucap kata-kata... Ketika kaki ini tak mampu lagi menopang badan... Ketika jiwa terlenyap dalam kegelapan......

Menghapus Luka di Tanah Merah

Dengan langkah yang tak sempurna Aku berjalan menuju setumpuk tanah Membawa seikat bunga Seraya membendung air mata Seuntai kenangan hadir dalam sukma...

Pecahan Kaca yang Sempurna

Sumber : Pinterest Pecahan – Pecahan Kaca Oleh nissarahayu Hening malam menjadi saksi Bagi jiwa jiwa lemah butuh imajinasi...

Kisah di Surga Bentala

Kisah di Surga Bentala Oleh: Rosyida Elzam Pernahkah kau lihat surga? Ia serupa negeri kami, katanya Ketika bumi dan langit bekerja sama ...

Sehelai daun kering di musim kemarau

Sumber: https://cdn-image.hipwee.com/wp-content/uploads/2017/10/hipwee-tumblr_mdhaoq3HYo1r19sono1_500.jpg Tubuhku meringkuk jiwaku merunduk Diri ini tak berdaya membawa raga yang dirundung duka Terperangkap dalam keputusasaan Terjerembap dalam lubang keterpurukan...

Halo Oys · balasan terbaru
Seharusnya keridaan-Nya dan Hai bukan hey. Selebihnya saya mampu menahami maksud yang hendak disampaikan penyair. ????
Mengenali Kelemahan

Karya : Valdy Cosner Sumber : https://alanmalingi.wordpress.com/2018/06/29/bercermin-diri/ Ketika siang berganti malam Sinaran cahaya yang mulai menghilang Hidup yang telah meredup perlahan...