Hari pertama membuka sebuah pekan, Berlalu seperti biasa Tidak ada yang istimewa Hanya pagi yang tergesa, berpacu tanpa irama...
Hari pertama membuka sebuah pekan, Berlalu seperti biasa Tidak ada yang istimewa Hanya pagi yang tergesa, berpacu tanpa irama...
Andai dapat kembali pada masa itu Apa yang ingin dilakukan? Berharap rasa itu tidak pernah menghampirimu Dan lorong-lorong ruang itu terisi sosok yang lain Tak perlu menghadapi pergulatan cerita berujung serupa...
Mengais keping usang dalam ingatan Berlari pada waktu di masa silam Sedetik terdiam atas langkah pelan hadirnya Seraut wajah yang tak pernah ditemui Terucap nama yang terasa asing...
Percuma berbicara Karna tak sepatah kata yang terdengar Lebih riuh suara dalam kepala Tak usah juga tunjukan arah tujuan Karena pandang tak teralihkan...
Kamu tahu gak? Rasanya suka dan kagum sama seseorang, tapi.... Ga ada niat sama sekali untuk memilikinya. Rasanyaa.. Lebih dari cukup ketika bisa ngobrol sama dia, ...
Tak Jelas Perasaan manusia memang diharuskan untuk merasakan hal yang berbeda dalam sekali waktu Ada suatu hal yang membuat perasaan seolah melambung tinggi Lalu di hari itu juga perasaan itu jatuh bak di ujung jurang Rasa itu terombang-ambing tak jelas...
Bisa kah? Senyum ini seolah mengembang tanpa ragu Mengingat hal yang terjadi kala itu Tergambar jelas di kepala Memang benar, bukan khalayan semata...
Kanyar? Gelap tanpa arah , dihujani tetesan air mata tiada henti Memangku pikiran konyol, terselip dalam benak Rendah diri dengan segala perbandingan yang terpaku Memadankan orang lain bak acuan...
Termenung di sebuah ruangan kosong Otak terus memutar bayang-bayangnya Sorot mata yang terlihat jelas Binarnya mampu mengalihkan sekejap Raut wajah tak berekspresi hinggap di sekitar...
Tak perlu menggebu Ntah, apapun yang ditunggu Bukan karena ragu Ataupun kelabu Takdir tak ada yang tahu...
Kamu tahu tidak Aku menulis ini sembari menangis Dengan pensil di tangan kananku Di secarik kertas putih yang kumal Aku sampaikan padamu...
Ada yang ingkar namun pasti Ada yang pasti namun pergi Ada yang pergi namun hilang Secercah kertas tertulis tinta hitam Hiruk pikuk awal dan akhir kisah...
Putu Arya Tirtawirya menjelaskan mengenai puisi, yaitu puisi menjadi suatu pengungkapan secara implisit, samar, dengan makna yang tersirat, di mana kata-kata condong pada artinya yang konotatif. Dalam artian, puisi dibuat...
Baca jawaban lengkap →Hay apakabar?? Semoga selalu baik ya... Untuk yang sedang merasa kurang baik, merasa sendiri, dan merasa gundah kalian coba baca nih puisi "BINTANG BUKAN BINATANG" yang mungkin bisa membuatmu lebih banyak teman dan tidak sendiri lagi. Selamat membaca... “BINTANG BUKAN BINATANG” (ALFIANIS DWI HARYASTUTI)...
Sumber: Pinterest " Semburat Intensi " Karya: Devi Indah Latifa Terlukis sembilu kenangan sang Candra Terkuak tawa namun ternyata terluka...
Aku… Tak di astu tak pula sempurna Rintangan yang anggara besar Buana ini tak se indah zaman Ku lepas anila yang jauh...
Mantra Bangkit Para Penderita Sumber: vioindonesia.com Wahai duka dan lara, tenggelamlah dalam terpaan masa Balutan luka yang menganga, biar diobati secercah cahaya Bangkit.... Bangkit...
Laramu yang dulu kau pikul Beban yang kau rangkul Terasa penat sekujur Serasa patah di pikiran yang hancur Tekad yang kau atasnamakan futur...
Karya: Siska Septiana Putri Aku dendam Pada langit senja yang terbenam Lantaran kenangan terasa amat kelam Mengingat luka yang kau goreskan begitu dalam...
Sakit Demi Jiwa Bangkit Laramu yang dulu kau pikul Beban yang kau rangkul Terasa penat sekujur Serasa patah di pikiran yang hancur...
Menyerah pada Malam Karya : Khansa Tsabitah Fajar dengan gagahnya datang Menghempas kekecewaan yang meradang Jiwa ini sudah bosan dengan malam yang sendu...
Gambar : google Karya : Rafa Izdihar Rahim “Hidup Itu Bangkit” Dalam sebuah roda kehidupan pasti pernah mengalami keterpurukan. Dikecewakan oleh hasil yang tak sesuai dengan apa yang kita tanam....
Hujan..... bisa kau panggilkan dia untuku. Hadirmu kini membuatku merindukan dirinya. Dirinya yang mengajarkan aku menari, menanggis Dan tertawa saat engkau datang membasahi aku dan dia kalah itu. Dia pernah katakan padaku, ketika kau datang....
Sumber : Google Kembali tanpa Kekang Karya : Evi sulastri Kau duduk bersimpuh dengan lusuh Pada segenggam tanah di atas makam...
Sumber : Google Karya : Muhammad Ikhsan Kamil Ketika bibir tak lagi bisa mengucap kata-kata... Ketika kaki ini tak mampu lagi menopang badan... Ketika jiwa terlenyap dalam kegelapan......
Dengan langkah yang tak sempurna Aku berjalan menuju setumpuk tanah Membawa seikat bunga Seraya membendung air mata Seuntai kenangan hadir dalam sukma...
Sumber : Pinterest Pecahan – Pecahan Kaca Oleh nissarahayu Hening malam menjadi saksi Bagi jiwa jiwa lemah butuh imajinasi...
Kisah di Surga Bentala Oleh: Rosyida Elzam Pernahkah kau lihat surga? Ia serupa negeri kami, katanya Ketika bumi dan langit bekerja sama ...
Sumber: https://cdn-image.hipwee.com/wp-content/uploads/2017/10/hipwee-tumblr_mdhaoq3HYo1r19sono1_500.jpg Tubuhku meringkuk jiwaku merunduk Diri ini tak berdaya membawa raga yang dirundung duka Terperangkap dalam keputusasaan Terjerembap dalam lubang keterpurukan...
Karya : Valdy Cosner Sumber : https://alanmalingi.wordpress.com/2018/06/29/bercermin-diri/ Ketika siang berganti malam Sinaran cahaya yang mulai menghilang Hidup yang telah meredup perlahan...