Isa as, didalam pandangan Islam adalah seorang Rasul Allah. Semua nabi, termasuk Isa as, adalah hamba Allah SWT yang diciptakan. Mereka sama seperti manusia yang lain, terlahir dari bapak dan ibu, kecuali Adam dan Isa, karena Allah SWT menciptakan keduanya langsung dari unsur tanah dengan tangan-Nya, bukan dari bapak dan ibu. Sedangkan Isa diciptakan langsung di dalam perut ibunya tanpa pembuahan dari bapak.
Allah SWT berfirman mengenai para rasul, bahwa mereka berkata,
"Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal" (Qs. Ibraahiim [14]: 11)
Allah SWT berfirrnan,
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptaknn kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (Qs. Al Hujuraat [49]: 13)
"Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, 'Jadilah' (seorang manusia), maka jadilah dia-" (Qs. Ali 'Imran [3]: 59)
"Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Kuciptaknn dengan kedua tangan-Ku: Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?" (Qs. Shaad [38]: 75)
Dalam ayat lain, Allah SWT menyampaikan ucapan Jibril AS kepada Maryam.
"Ia (Jibril) berkata, 'sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.' Maryam berkata, 'Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!' Jibril berkata, 'Demikianlah. Tuhanmu berfirman, 'Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan'. " (Qs. Maryam [19]: 19-21)
"Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan kitab-kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat." (Qs. At-Tahriim [66]: 12)