Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana Cara Melakukan Tobat Setelah Berbuat Dosa?

Anonymous 5 years ago

Setiap manusia pasti melakukan kesalahan. Ada yang melakukan dosa kecil tetapi ada juga yang melakukan dosa besar. Bagaimana cara melakukan tobat setelah melakukan dosa ?

31

Ijma kaum muslim bahwa tobat dari kekafiran, zina, sodomi, khamer, dan makanan haram (seperti: babi, darah, dan bangkai) hanya bisa terealisasi dengan penyesalan, penjauhan dari hal-hal yang dilarang, niat yang kuat untuk tidak kembali melakukan perbuatan tersebut untuk selamanya, dan memohon ampunan Allah SWT.

Adapun tobat dari menzhalimi orang lain (baik terhadap harga diri maupun harta mereka), hanya bisa terealisasi dengan mengembalikan hak-hak atau harta mereka, dan semisalnya. Apabila mereka tidak tahu maka mereka hendaknya banyak berbuat baik kepada fakir miskin, yang disertai dengan penyesalan, tidak mengulang perbuatan tersebut, memperbanyak istighfar, dan membayar kafarat (atas kehormatan dan harga diri orang yang dizhalimi tersebut). Jika hal tersebut tidak dilaksanakan, maka Allah yang akan menghisab mereka, dan pada Hari Kiamat, pada hari dimana kambing yang tidak bertanduk akan menuntut hak terhadap kambing yang bertanduk, orang-orang yang telah dizhalimi tersebut akan menuntut hak mereka kepadanya.

Adapun tobat dari membunuh hanya bisa terealisasi dengan qishash, dan apabila tidak bisa dilaksanakan maka orang yang melakukan pembunuhan dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan.

Abdullah bin Yusuf menceritakan kepada kami, Ahmad bin Fath menceritakan kepada kami, Abdul Wahhab bin Isa menceritakan kepada kami, Ahmad bin Muhammad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ali menceritakan kepada kami, Muslim bin Al Hajjaj menceritakan kepada kami, Abdullah bin Abdunahman bin Bahram Ad-Darami menceritakan kepada kami, Marwan -yaitu anak Muhammad Ad-Dimasyqi- menceritakan kepada kami, Sa'id bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami dari Ra'biah bin Yazid, dari Abu Idris Al Khaulani, dari Abu Dzar, dari Nabi SAW' beliau bersabda,

"Allah SW berfirman, 'Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya amal perbuatan kalian akan Aku hisab (perhitungkan) kepada kalian dan Aku akan memenuhinya kepada kalian. Barangsiapa mendapatkan kebaikan maka hendaklah ia memuji Allah, dan barangsiapa mendapatkan selain itu (keburukan) maka janganlah menyalahkan kecuali dirinya sendiri."

Riwayat Muslim, Qutaibah bin Sa'id menceritakan kepada kami, Ismail bin Ja'far menceritakan kepada kami dari Al 'Ala' bin Abdurrahman, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

"Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu? " Para sahabat menjawab, "Orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak mempunyai dirham dan harta benda." Rasulullah SAW lalu berkata, "sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang pada Hari Kiamat datang dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakatnya, namun ia telah mencaci maki seseorang, memfitnah seseorang, memakan harta seseorang, menumpahkan darah seseorang, (dan memukul seseorang) maka kemudian orang yang ini diberikan bagian (pahala) dari kebaikan-kebaikannya, dan yang ini juga diberikan bagian dari kebaikan-kebaikannya. Apabila (pahala) kebaikan-kebaikannya telah habis sebelum ia dapat melunasi semuanya, maka diambillah dosa-dosa mereka (orang-orang yang telah dizhaliminya) itu dan dilemparkan kepadanya. Kemudian ia pun dicampakkan ke dalam neraka. Sungguh, pada Hari Kiamat kelak setiap hak pasti akan ditunaikan kepada yang bersangkutan, hingga kambing yang tidak bertanduk akan menuntut hahtya dari kambing yang bertanduk."

Ali berkata, "Keseluruhan hujjah-hujjah tersebut adalah kabar yang mufassar dan mukhassash, hukumnya tidak di-nasakh atau ditakhsis dengan riwayat lain yang bersifat umum."

Sumber : Ibnu Hazm (Penerjemah: Ahmad Rijali Kadir), 2007, Al Muhalla, Pustaka Azzam, Jilid 1, Hlm. 111-113