Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Bagaimana Cara Agar Tidak Terkena Pengaruh 'Ain dan Sihir?

Anonymous 5 years ago

Dukun dan sihir sudah menjadi hal yang lumrah di Indonesia. BAgaimana caranya agar kita tidak terkena pengaruh sihir dari dukun-dukun itu?

31

Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Maka hendaknya kita bersungguh-sungguh dalam mencegah pengaruh sihir terjadi pada diri kita. Di antara yang terpenting adalah:

1) Menguatkan jiwa dengan tauhid, dan beriman bahwa pengatur alam semesta ini adalah Allah SWT, dengan disertai memperbanyak amal-amal kebajikan.

2) Berbaik sangka kepada Allah SWT dan bertawakal kepada-Nya, tidak mengira-ngira adanya penyakit dan 'ain karena alasan apapun, sebab mengira-ngira itu sendiri merupakan penyakit1

3) Jika seseorang dikenal bahwa ia adalah seorang pelaku 'ain atau penyihir, maka hendaknya menjauhinya; sebagai upaya antisipasi, bukan karena takut.

4) Berdzikir kepada Allah SWT dan tabrik (mengucapkan selamat) atas berkahNya ketika melihat sesuatu yang menakjubkannya.

Rasulullah SAW bersabda:

"Jika salah seorang dari kamu melihat dari dirinya, hartanya, atau saudaranya sesuatu yang menyenangkannya, maka hendaknya ia mengucapkan selamat atas keberkahan, sesungguhnya 'ain itu benar adanya." (HR. Hakim)

Tabrik adalah ucapan: Barakallahu laka (semoga Allah memberkatimu), bukan ucapan Tabarakallahu (Maha Suci Allah).

5) Di antara cara pencegahan dari sihir adalah memakan tujuh biji kurma 'Ajwah dari kota Al-Madinah Al-Nabawiyah.

6) Bersandar kepada Allah SWT, bertawakal, berbaik sangka, dan memohon perlindungan kepada-Nya dari 'ain dan sihir, serta rutin menjaga bacaan-bacaan dzikir dan do'a pagi maupun sore setiap hari.

Bacaan dzikir ini mempunyai pengaruh menambah dan mengurangi dengan idzin Allah dengan dua hal:

  • Beriman bahwa apa yang ada pada bacaan-bacaan dzikir adalah hak dan benar, dan bermanfaat dengan izin Allah.
  • Lisannya mengucapkan bacaan-bacaan dzikir, kedua telinganya mendengarkan dan hatinya hadir, karena bacaan-bacaan dzikir ini adalah do'a, dan do'a dari hati yang lalai dan lengah tidak akan dikabulkan. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits yang shahih dari Rasulullah SAW

Waktu Berdzikir dan Berdo'a Bacaan-bacaan dzikir pagi dibaca setelah shalat Subuh, dan bacaan-bacaan dzikir sore dibaca setelah shalat Ashar. Jika seorang muslim lupa membaca dzikir-dzikir tersebut, hendaknya ia membacanya di saat ingat.

Sumber : Tafseer.info, 2017, Tafsir Al ‘Usyr Al Akhir : Dari Al Quran Al Karim Juz 28-30, hlm. 171