Orang yang mati dengan melakukan bunuh diri tidak berarti orang itu keluar dari takdir Allah dan mati dengan takdirnya sendiri. Akan tetapi, semua hal yang terjadi di alam semesta ini adalah takdir Allah. Semua dengan izin Allah swt. Allah berfirman dalam surat Al-An`am: 59,
وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمَٰتِ ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ
Wa 'indahụ mafātiḥul-gaibi lā ya'lamuhā illā huw, wa ya'lamu mā fil-barri wal-baḥr, wa mā tasquṭu miw waraqatin illā ya'lamuhā wa lā ḥabbatin fī ẓulumātil-arḍi wa lā raṭbiw wa lā yābisin illā fī kitābim mubīn
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (QS. Al-An`am: 59)
Demikian pula orang yang bunuh diri, Allah menghendaki orang itu melakukannya. Namun hal itu tidak dikehendaki oleh Allah swt. Karena kehendak Allah ada 2, yaitu kauni dan syar`i. Orang yang melakukan bunuh diri berarti telah melakukan dosa besar. Hadits nabi saw tetang bunuh diri:
“Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besi itu kelak akan berada di tangannya dan akan dia gunakan untuk menikam perutnya sendiri di dalam neraka Jahannam, kekal di sana selama-lamanya. Barangsiapa bunuh diri dengan minum racun, maka kelak ia akan meminumnya sedikit-demi sedikit di dalam neraka Jahannam, kekal di sana selama-lamanya. Barang- siapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan dirinya dari atas gunung, maka dia akan dijatuhkan dari tempat yang tinggi di dalam neraka Jahannam, kekal di sana selama-selamanya” (HR. Bukhari no. 5778, Muslim no. 109)
Orang tersebut menghendaki bunuh diri dia akan disiksa oleh Allah karena melakukan dosa besar yang diharamkan oleh Allah swt yaitu bunuh diri. Kesimpulannya, segala sesuatu dialam semesta ini terjadi Atas kehendak Allah Swt, namun tidak setiap hal yang terjadi di ridhai dan dicintai oleh Allah swt karena takdir terdiri dari 2 macam yaitu kauniyah dan syar`iyyah.
Sumber : Siti Sholihah dkk, 2020, Tanya Jawab Agama, Navida Media, hlm. 97-100