Barangsiapa berniat melakukan keburukan kemudian meninggalkannya karena Allah SWT, maka baginya satu kebaikan, dan apabila ia meninggalkannya karena selain Allah SWT, maka tidak ada baginya pahala atau dosa, sedangkan apabila ia melakukannya, maka dicatat baginya dosa.
Abdullah bin Yusuf menceritakan kepada kami, Ahmad bin Fath menceritakan kepada kami, Abdul Wahab bin Isa menceritakan kepada kami, Ahmad bin Muhammad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ali menceritakan kepada kami, Muslim bin Al Hajjah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Rafi menceritakan kepada kami, Abdunazzak memberitahukan kepada kami, Ma'mar memberitahukan kepada kami, dari Hammam bin Munabbih, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda,
"Allah SW berfirman, 'Apabila hamba-Ku mengatakan bahwa ia akan melakukan kebaikan maka akan Aku tulis baginya satu Kebaikan, walaupun ia belum melakukanya. Apabila ia telah melakukannya maka akan Aku tulis baginya sepuluh kebaikan. Apabila ia mengatakan akan melakukan suatu keburukan maka akan Aku ampuni dirinya selama ia tidak melakukannya. Namun apabila ia melakukannya maka akan Aku tulis baginya satu dosa'."
Rasulullah SAW bersabda,
"Malaikat berkata,'Ya Tuhanku, hamba-Mu ini ingin berbuat keburukan (atau dosa) dan Allah SWT lebih mengetahui darinya. (Allah lalu berfirman), Awasilah dia, apabila ia mengerjakannya maka catatlah sebagai dosa, sedangkan apabila ia meninggalkanya maka catatlah baginya satu kebaikan, karena sesungguhnya ia meninggalkannya karena Aku."
Rasulullah SAW bersabda,
"Apabila telah sempurna keislaman seseorang maka setiap kebaikan yang dilakukannya akan dicatat sepuluh kebaikan sampai tujuh puluh kali lipat, dan setiap keburukan (atau) dosa yang ia lakukan dicatat baginya satu keburukan (atau) dosa sampai ia bertemu Allah SWT."
Sumber : Ibnu Hazm (Penerjemah: Ahmad Rijali Kadir), 2007, Al Muhalla, Pustaka Azzam, Jilid 1, Hlm. 43 44