Benarkah Allah SWT memiliki tangan, wajah, mata, dan sifat sombong ? Ataukah itu hanya kiasan saja ?
Allah SWT Maha Agung dan Maha Mulia, yang memiliki tangan, wajah, mata, dan sifat sombong. Semua itu memang benar, dan Dia tidak ditanya atas-Nya. Begitu pula dengan sifat kemahatahuan-nya dan Kemahakuasaan-Nya. Hanya Allah yang tahu hakikatnya. Tidak ada yang serupa dengan-Nya.
Hal tersebut dipertegas oleh nash-nash Al Qur'an dan Sunnah serta tidak dibenarkan menambah-nambahinya selama tidak ada nash yang menjelaskan hal tersebut.
Allah SWT berfirman,
"Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. " (Qs. Ar-Rahmaan [55]: 29)
"Tangan Allah di atas tangan mereka...." (Qs. Al Fath [48]: 10)
"...kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku." (Qs. Shaad [38]: 75)
"...dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri. " (Qs. Yaasin [36]: 71)
"Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah. " (Qs. Al Insaan [76]:9)
"...supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku." (Qs. Thaaha [20]: 39)
"..maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami." (Qs. Ath-Thuur [52]: 48)
Tidak dibenarkan mengatakan bahwa Allah mempunyai dua mata, melihat (dengan mata), mendengar (dengan telinga) dan hidup, karena tidak ada nash yang membenarkan hal tersebut. Akan tetapi, Allah Maha Mendengar tanpa pendengaran, Maha Melihat tanpa mata, Maha Hidup, dan Maha Berdiri Sendiri.
Abdullah bin Yusuf menceritakan kepada kami, Ahmad bin Fath menceritakan kepada kami, Abdul Wahhab bin Isa menceritakan kepada kami, Ahmad bin Muhammad menceritakan kepada kami, Ahmad bin Ali menceritakan kepada kami, Muslim bin Al Hajjaj menceritakan kepada kami, Ahmad bin Yusuf Al Adi menceritakan kepadaku, Umar bin Hafash bin Ghiyas menceritakan kepada kami, Ayahku menceritakan kepada kami, A'masy menceritakan kepada kami, Abu Ishaq -yaitu As-Sabi'i- menceritakan kepada kami dari Abu Muslim Al Aghar, dari Abu Sa'id Al Khudri dan Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Kemuliaan adalah sarung Allah dan kesombongan adalah selendang-Nya."
Abdullah bin Rabi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah menceritakan kepada kami, Ahmad bin Syuaib menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, Al Fadhal bin Musa mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Amru rnenceritakan kepada kami, Abu Salamah -yaitu Ibnu Abdurrahman bin Auf-- menceritakan kepada kami dari Abu Hurairah, dari R.asulullah SAW -tentang hadits yang menceritakan mengenai penciptaan surga dan neraka- beliau bersabda, "Jibril berkata kepada Allah SWT,
"Demi keagungan'Mu, sungguh aku takut tidak ada seorangpun yang akan memasukinya (surga)."
Seandainya ada orang yang mengatakan bahwa ada pencipta selain Allah yang bersifat abadi, berarti Dia telah syirik. Seandainya Allah bersifat fana sebelum menciptakan segala sesuatu, maka Allah pasti tidak bersifat Maha Mengetahui, Maha Berkuasa, Maha Berkehendak, Maha Agung, dan Maha Sombong. lni merupakan perkataaan kufur.
Allah SWT berfirman,
"Katakanlah, 'Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. " (Qs. Al A'raaf [7]: 33)
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun... " (Qs. An-Nahl [16]: 78)
"...serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui." (Qs.Al Baqarah [2]: 151)
"Dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya" (Qs. Al A'raaf [7]: 180)
Sepantasnya kita tidak menyifati Allah atau menamai-Nya dengan selain apa yang telah tertera di dalam Al Qur'an dan Sunnah,
Allah SWT berfirman (tentang tipu daya dan siasat).
"Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? " (Qs. Al A'raaf [7]:99)
"Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya." (Qs. Ath-Thaariq [86]: 16)
Semua sifat tipu daya dan siasat merupakan makhluk Allah.
Sumber : Ibnu Hazm (Penerjemah: Ahmad Rijali Kadir), 2007, Al Muhalla, Pustaka Azzam, Jilid 1, Hlm. 79-82.