Lembaran-lembaran atau catatan-catatan amal ibadah manusia, yang dicatat oleh malaikat, memang benar ada. Kami beriman kepada hal tersebut dan kami tidak tahu cara para malaikat mencatatnya. Hanya Allah SWT yang Maha tahu.
Allah SWT berfirman,
"(Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. " (Qs. Qaaf [50]: 17-18)
"Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan. " (Qs. Al Jaatsiyah [45]:29)
"Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada Hari Kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu." (Qs. Al Israa' [17]: 13-14 )
Manusia Akan Diberikan Catatannya di Hari Kiamat
Setiap manusia akan diberikan catatan-catatan amalnya pada Hari Kiamat, orang-orang mukmin yang selamat dan tidak diazab diberikan kitab pada tangan kanan mereka, sedangkan orang-orang kafir diberikan catatan amal pada tangan kirinya. Sementara itu, orang-orang mukmin yang melakukan dosa-dosa besar akan menerima catatan amal mereka dari belakang punggung mereka.
Allah SWT berfirman,
"Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang maka dia akan berteriak, 'Celakalah aku.' Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir). Sesungguhnya dia menyangka bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhannya)." (Qs. Al Insyiqaaq [84]: 8-14)
"Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata, 'Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku telah hilang kekuasaanku daripadaku.' (Allah berfirman), 'Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin" (Qs. Al Haaqqah [69]:25-34)
Sumber : Ibnu Hazm (Penerjemah: Ahmad Rijali Kadir), 2007, Al Muhalla, Pustaka Azzam, Jilid 1, Hlm. 41-42