Platform Lifelong Learning Indonesia
Digital Intelligence Campus
for Talent, Innovation and Outcomes
Smart Community, Smart Society

Apa Yang Kamu Ketahui Tentang Abdullah bin Amr bin Ash ?

Anonymous 5 years ago

Abdullah bin Amr bin Ash adalah salah satu sahabat nabi Muhammad SAW yang pertama menulis hadis, setelah mendapat izin dari Nabi Muhammad SAW untuk melakukannya. Sepanjang hidupnya, ia telah meriwayatkan sekitar seribu hadis Nabi dimana beliau menuliskan didalam kitab yang diberi nama As-Shahifah as-Shadiqah. Adakah informasi lain yang kamu ketahui tentang Abdullah bin Amr bin Ash ? Terimakasih

50

Abdullah bin Amr bin Ash adalah sahabat Nabi saw. yang berasal dari suku Quraisy keturunan Bani Sahmi. Ayahnya bernama Amr bin al-Ash, salah seorang diplomat Quraisy yang sangat uluung. Ibunya bernama Raithah bint Munabbih bin al Hajjaj al-Sahmi.

Abdullah lebih dahulu memeluk Islam daripada ayahnya, dan Allah menganugerahinya kecerdasan dan kekuatan hafalan. Abu Hurairah r.a. pernah berkata, “Tak seorang pun yang melebihi aku dalam hafalan hadis Rasulullah saw. selain Abdullah bin Amr bin al-Ash. Ia selalu menulis (hadis), sedangkan aku tidak.”

Abdullah sendiri pernah berkata, “Aku menghafal dari Nabi saw. seribu hadis.”

Selain sahabat terkemuka, Abdullah bin Amr juga menjadi salah seorang yang sering dimintai pendapat. Ia rajin membaca dan mempelajari berbagai kitab, dan tekun mengaji Al-Quran. la pernah meminta izin kepada Nabi saw. untuk menuliskan hadis, dan beliau mengizinkannya. Abdullah berkata, “Wahai Rasulullah, bolehkah aku menuliskan apa yang aku dengar, baik dalam keadaan rida maupun marah?”

Rasul menjawab, “Ya, aku tidak akan mengatakan kecuali kebenaran. Ibnu Ishaq menuturkan sebuah riwayat dari Abu Burdah dari Abdullah bin Amr bahwa ia bertanya kepada Rasulullah saw., “Wahai Rasulullah, berapa lama (sebaiknya) aku membaca Al-Quran?” Rasul menjawab, “Khatamkan dalam waktu satu bulan.” “Aku mampu lebih dari itu.” Khatamkan dalam waktu 20 hari.” Aku mampu lebih baik dari itu. Khatamkan dalam waktu 15 hari.” Aku mampu lebih baik dari itu.” Khatamkan dalam waktu 10 hari.” Aku mampu lebih baik dari itu.” Khatamkan dalam waktu lima hari. Sebenarnya aku mampu lebih baik dari itu,” tetapi Rasulullah saw. tidak memberi keringanan lagi kepadaku.

Allah menjadikan umat Muhammad saw. sebagai umat yang pertengahan, tidak berlebihan dan tidak melampaui batas. Namun, Abdullah ibn Amr termasuk di antara muslim yang sangat mengutamakan ibadah sehingga cenderung mengabaikan kepentingan diri sendiri dan keluarga. Waktu malam ia habiskan untuk shalat dan berzikir, sementara siang hari ia gunakan untuk berpuasa. Bahkan, ia sering mengkhatamkan Al-Quran hanya dalam waktu sehari semalam.

Ia juga sengaja menjauhi keluarganya. Karena itulah ayahnya, Amr bin al-Ash mengadu kepada Nabi saw. sehingga beliau meraih tangan Abdullah dan diletakkan ke tangan ayahnya, Amr bin al-Ash, lalu beliau bersabda, “Kerjakanlah apa yang kuperintahkan kepadamu dan taati ayahmu!”

Ketika Perang Shiffin meletus, ayahnya, yang berada di barisan Muawiyah, mengajaknya bergabung seraya mengungkapkan sabda Nabi saw. yang pernah dikatakan kepada Abdullah: “Taatilah ayahmu!” Maka, dengan sangat berat hati ia mengikuti kemauan Amr bin al-Ash meskipun ia tidak ikut bertempur. Ketika Husain bin Ali mencelanya karena bergabung di barisan Muawiyah, Abdullah berkata, “Demi Allah, aku tidak menghunus pedang, tidak melemparkan tombak, dan tidak lepaskan panah.”

Abdullah bin Amr bin al-Ash meriwayatkan 700 hadis Rasulullah. Di usia senja ia mengalami kebutaan. Ia wafat pada usia 70 tahun lebih. Ada juga yang mengatakan 90 tahun lebih. Walhahu a‘lam. Semoga Allah merahmatinya.

Sumber : Muhammad Raji Hasan Kinas (Penerjemah; Nurhasan Humaedi, Banani Bahrui-Hasan, Dedi Slamet Riyadi), 2012, Ensiklopedia Biografi Sahabat Nabi (Nafahat 'Athirah Sirah Shahabath Rasulillah Saw.), Penerbit Zaman.